Ketua YPHPPDNWDI Pancor. Hadiri Serah Terima Santri di Asrama MTs.Muallimin NWDI Pancor. 

Sinar5news.com – Lombok Timur – Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiah (YPH PPDNWDI) Pancor Dr.H.Jamaluddin,BE, M.Kom didampingi Kepala MTs.Muallimin NWDI Pancor H.Hamdan,M.Pd dan Mundir Asrama Usadz Jamaluddin,QH, M.Pd menerima penyerahan 93 arang santri oleh orang tua wali santri kepada pimpinan asrama MTs.Mualliman. Rabu (10/07/2024)

width=300
Foto: Dr.H.Jamaluddin Ketua YPHPPDNWDI Pancor.

Dr.H.Jamaluddin dalam kata penerimaannya mengatakan penyerahan santri merupakan warisan atau tradisi yang dilakukan oleh Al Magfurullah Maulana Syaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Majid selama hayatnya. Dikatakannya, dilingkungan YPHPPDNWDI Pancor memiliki lima asrama.

Ada lima asrama santri yang kita miliki dilingkungan yayasan kita ini, diantaranya Asrama MTs.Muallimin, MTs.Muallimat, Asrama MA, Muallimin dan MA Muallimat dan Asrama MDQH NWDI,ungkap H.Jamaluddin yang juga cucu Pahlawan Nasional pendiri organisasi NW dan NWDI Al Magfurullah Maulana Syaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Majid. 

width=300

H.Jamaluddin berharap kepada orang tua santri dan mudir asrama agar terus menjalin komunikasi yang baik, tentang anak-anak kita yang mondok di asrama ini.

Terkadang sering terjadi miskomunikasi antara pengurus asrama dan orang tua santri. Ketika terjadi masalah pada santri kita, wali santri mendapat informasi yang belum tentu kebenarannya sudah dipersoalkan sampai santri keluar dari asrama. Inilah yang saya maksudkan agar komunikasi terus terjalin dengan baik,ungkapnya. 

width=300
Foto: Wali Santri

Dikatakannya, tinggal di asrama menjadi penting untuk peningkatan karakter akhlak dan moral anak-anak, karena terkadang orang tua tidak bisa mengawasi pergaulan mereka disebabkan karena kesibukan masing-masing. Sehingga dengan mondok seperti ini, insyaallah anak-anak kita terjaga dari pergaulan yang tidak baik, karena disini mereka akan disibukkan dengan proses belajar agama dan ilmu umum lainnya.

Sementara itu kepala MTs.Muallimin NWDI Pancor H.Hamdan,M.Pd dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada santri yang langsung mondok di asrama MTs.Muallimin yang merupakan bagian dari santri yang bersekolah di MTs.Muallimin NWDI Pancor.

Pada tahun ini ada 420 orang pendaftar yang masuk ke MTs.Muallimin, namun karena ruangan kelas tidak cukup, maka yang kita terima hanya 367 orang termasuk anak-anak kita yang langsung mondok di asrama kita ini,katanya.

H.Hamdan juga menambahkan asrama ini menjadi satu kesatuan dengan MTs.Muallimin sehingga pembelajarannya juga menjadi satu jadi kurikulumnya juga sama.

Antara asrama dan MTs.Muallimin kurikulumnya jadi satu. Ada kurikulum nasional dan juga ada kurikulum Ponpes, sehingga bagi santri tidak hanya belajar tentang kurikulum Ponpes seperti Tahfiz saja tetapi juga belajar kurikulum nasional seperti yang dilakukan sekolah-sekolah lainnya. Sehingga jika santri tamat, pilihannya banyak mau melanjutkan sekolah ke Mesir bisa, mau bekerja di pemerintahan juga bisa karena sudah dibekali ilmu dari sekolah melalui kurikulum nasional dan kurikulum Pondok Pesantren,terang H.Hamdan.

Sementara itu mudir asrama Jamaluddin menyampaikan kepada wali santri pihaknya akan menanamkan satu hal yang sangat penting yakni pembinaan karakter akhlak bagi para santri yang Mondok di asrama MTs.Muallimin, karena kalau sudah berakhlak walaupun anak kita tidak terlalu pintar orang tua akan bahagia. Meskipun anak itu sudah sarjana tetepi akhlaknya buruk itu akan menyakitkan, Karena ilmunya tidak ada keberkahan.

Untuk itu menurut ustadz Jamaluddin para santri yang Mondok di asrama akan disibukkan dengan kegiatan belajar mengajar dimana pada pagi harinya santri akan belajar di MTs.Muallimin setelah pulang sekolah akan kembali belajar diasrama.

Di pondok ini ada dua materi pelajaran yang kita berikan yakni Tahfiz Al Quran dan kajian Kitab Kuning dan itu kami selenggarakan setelah sholat Asyar, Magrib dan sebelum serta setelah sholat subuh berjamaah,terang Ustadz Jamal. 

Untuk menghindari demam YouTube, Tik Tok serta permainan Game yang saat ini banyak meracuni anak-anak. Pihak Asrama sama sekali tidak mengijinkan santri untuk membawa atau bermain HP selama berada di asrama.(bul)

 

 

 

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami