Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan dan Komplikasi Abdominal Migrain

Sinar5news – Diagnosis dari abdominal migrain sering kali sulit dilakukan karena anak-anak sulit menjelaskan keluhan yang dialaminya antara migrain perut dengan sakit perut, flu perut, dan gangguan pada perut lainnya.

Seperti halnya gangguan migrain yang lain, tidak ada tes diagnostik untuk mengkonfirmasi penyakit ini. Diagnosis dapat dicapai dengan melihat riwayat medis keluarga, pemeriksaan fisik, dan melakukan pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan penyebab lainnya yang bisa menimbulkan gejala serupa.

Meski begitu, penentuannya bisa dilakukan melalui kriteria ICHD III. Berdasarkan ICHD III, diagnosis abdominal migrain dapat berdasarkan adanya penyebab yang tidak diketahui dari nyeri perut yang sedang hingga berat dan kronik, berulang, beroposisi pada daerah pertengahan perut, sekitar pusar, atau tidak dapat dilokalisasi dengan jelas, nyeri bersifat tumpul.

Serangan biasanya berlangsung selama 2-72 jam tanpa pengobatan dan pengidap biasanya tidak merasakan gejala diantara serangan. Selain itu, paling tidak ada dua gejala lain yang berhubungan, seperti kehilangan nafsu makan, mual, muntah, dan pucat saat serangan nyeri terjadi, serta paling tidak telah terjadi setidaknya 5 episode nyeri untuk memastikan diagnosisnya.

Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk dapat membedakan abdominal migrain dari kemungkinan-kemungkinan penyebab lain dari gejala yang dirasakan, seperti yang disebabkan oleh gangguan saluran cerna, gangguan susunan saraf pusat, gangguan metabolik, penyebab urogenital, penyakit hematologi/onkologi, infeksi, rematik, dan sebagainya.

Pengobatan Abdominal Migrain

Jika mendapat diagnosa abdominal migrain, pengobatan yaitu menghilangkan gejala selama serangan dan pencegahan kekambuhan di masa depan. Nah, berikut beberapa cara pengobatan yang umumnya dilakukan oleh ahli medis, yaitu:

1. Terapi non-farmakologi

Terapi umumnya diawali dengan terapi non farmakologi, seperti dengan penjelasan dan edukasi untuk mencegah pemicu, terapi perilaku/kebiasaan, dan modifikasi diet. Sementara itu, terapi perilaku yaitu dengan psikoterapi, terapi perilaku kognitif khusus, hipnoterapi, terapi keluarga, dan yoga. Beberapa modifikasi diet yang dapat dilakukan, seperti diet tinggi serat, konsumsi probiotik, diet bebas laktosa (pada pengidap dengan intoleransi laktosa).

2. Konsumsi obat-obatan
Jika terasa sulit untuk mengatasi keluhan, kemungkinan dokter akan memberikan beberapa obat-obatan guna mengelola migrain perut. Berikut beberapa obat yang dokter dapat resepkan berdasarkan kegunaannya untuk atasi abdominal migrain:

  •  NSAID atau acetaminophen yang berguna untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Triptan, obat yang berguna untuk mengatasi sakit kepala migrain dan mampu mencegah gejala berkembang.
  • Obat anti mual, obat ini bekerja untuk memblokir bahan kimia pada otak yang memicu terjadinya muntah.

Seperti halnya sakit kepala migrain, salah satu cara utama untuk mencegah abdominal migrain adalah menghindari pemicunya. Semua anggota keluarga beserta dokter perlu bekerja sama untuk mengidentifikasi pemicu yang spesifik guna penyusunan strategi lebih baik agar dapat menghindari pemicunya dengan maksimal.

Ada beberapa efek samping dari beberapa obat abdominal migrain, antara lain pusing, mual, diare, penglihatan kabur, lemas, serta tangan dan kaki menjadi dingin. Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya segera berdiskusi dengan dokter.

Selain itu, obat-obatan yang digunakan untuk atasi gangguan pada perut ini juga hanya bisa dibeli dengan resep dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Perubahan gaya hidup
Penanganan abdominal migrain juga bisa dengan mengubah gaya hidup, perilaku, atau kebiasaan. Cobalah untuk berbaring di ruangan yang gelap dan sunyi untuk meredakan gejala. Selain itu, beberapa perubahan gaya hidup ini dapat membantu meredakan serangan abdominal migrain, yaitu:

  • Cukup tidur.
  • Minum cukup air.
  • Konsumsi makanan bergizi secara teratur.
  • Rutin berolahraga.
  • Kelola stres.
  • Kamu juga bisa melakukan perubahan gaya hidup disertai dengan pengobatan dari resep dokter, untuk merasakan manfaat yang lebih efektif.

Pencegahan Abdominal Migrain

Salah satu cara mencegah agar abdominal migrain tidak kambuh yaitu dengan menghindari pemicunya. Dengan bantuan orang tua dan dokter, anak-anak yang mengidap abdominal migrain dapat mengetahui hal apa saja yang menjadi pemicunya.

Ibu perlu mencatat keseharian anak tentang makanannya, kegiatan yang dilakukan, konsumsi obat atau vitamin, dan sesuatu yang dapat memicu terjadinya stres atau cemas. Jika makanan yang jadi penyebabnya, pastikan untuk menghindarinya.

Anak yang mengidap migrain perut perlu mempelajari perubahan keseharian yang lebih bersih. Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi dengan banyak serat, berolahraga setiap hari dengan tidur yang cukup, hingga mempelajari cara mengelola emosi dan mengatasi masalah.

Komplikasi Abdominal Migrain

Abdominal migrain yang terus dibiarkan dapat berkembang menjadi migrain sefalik (migrain kepala), meskipun nyeri pada perutnya sudah sembuh pada sebagian besar pengidap. Selain itu, abdominal migrain dapat terus terjadi bahkan jika sudah dewasa.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami