KHUTBAH IDUL ADHA 1445 H “4 HIKMAH BERKURBAN”

اَلسَّلاَم ُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاَتُهُ

٩ x اَللهُ اَكْبَرُ

اللهُ اَكْبَرْكَبٍيْرًا،وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ, لَاإِلهَ إِلاَّالله وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الـْمُنَاَفِقُوْنَ.

اَلْـحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالـِحَاتِ، وَبِعَفْوِهِ تُغْفَرُ الذُّنُوْبَ وَالسَّيِّئَاتِ، وَبِكَرَمِهِ تُقبَلُ العَطَايَا وَالقُرُبَاتِ، وبلُطْفِهِ تُسْتـَرُ العُيُوبَ وَالزَّلاَّتِ.

يَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.وَاتَّقُوْا الله َحَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ فَضِيْلٌ وَعِيْدٌ شَرِيْفٌ جَلِيْلٌ..قَالَ اللهُ تَعَالى فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الَّرجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الَّرحمن الرحيم.إِنّا أَعْطَيْنَاكَ الكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَالأَبْتَرُ.

Syukur alhmadulillah atas segala nikmat yang telah Allah SWT curahkan kepada kita. Shalawat dan salam kepada junjungan alam Nabi besar Muhammad SAW, tidak lupa juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya.Semoga kita semua yang hadir di tempat yangmulia ini diperkenankan oleh Allah untuk mendapatkan syafaat beliau di akhirat nanti. Aamiin.

Mengawali khutbah Idul Adha pada kesempatan ini, khatib berwasiat, marilah kita meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan senantiasa istiqmah melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Hadirin jamaah shalat idul adha yang berbahagia rahmakumullah

Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, walillahilhamd

Alhamdulillah akhirnya kita sebagai umat Islam dapat kembali merayakan Idul Adha yang merupakan hari raya umat Islam kedua setelah Idul Fitri yang telah dilaksanakan dua bulan yang lalu. Tentu ini adalah nikmat yang sangat besar yang wajib kita syukuri dan sebagai bentuk  syukur tersebut, semua umat Islam di dunia ini mengumandangkan takbir, tahlil, tahmid dan tasbih dari sejak malam tadi hingga hari ini, sampai tiga hari ke depan pada hari-hari tasyrik tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Sesuai dengan namanya kita melaksanakan Idul Adha yang artinya kembali melaksanakan ibadah kurban sebagai wujud syukur kita atas semua nikmat harta benda yang telah kita terima satu tahun yang lalu. Sebelum kita melaksanakan pemotongan hewan kurban, terlebih dahulu kita melaksanakan salat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah di tempat yang kita cintai ini.

Kethuilah bahwa salat Idul Adha merupakan momen yang sangat spesial bagi semua umat Islam di seluruh dunia. Dimana secara serentak dan bersama-sama menikmati indahnya salat sunnah Idul Adha dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah dengan gerakan dan bacaan yang sama menghadap ke arah ka’bah semata-mata menghambakan diri menghadap kepada Allah sang maha pemberi kenikmatan.

Hadirin jamaah salat idul adha yang berbahagia rahimakumullah.

Pada kesempatan khutbah Idul Adha kali ini, khatib akan menjabarkan tentang hikmah-hikmah di balik pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang menjadi rutinitas ibadah tahunan bagi mereka yang memiliki kemampuan secara finansial. Jangan sampai oleh karena kesibukan kita di dunia ini sampai-sampai kita melewatkan begitu saja tanpa mengetahui hikmah-hikmah yang sangat besar terkandung di dalamnya. Harapannya, semoga dengan mengetahui hikmah-hikmah dari berkurban ini, akan menjadi tambahan motivasi untuk dapat berkurban dengan suka cita dan riang gembira pada tahun ini.

Pertama, kurban menjadi tanda ketaqwaan

Dengan kita berkurban baik berupa seekor kambing, sapi atau unta, sesungguhnya ini adalah menjadi tanda dan bukti nyata bahwa dalam hati kita ada ketakwaan yang begitu mendalam terpatri begitu kuatnya. Sifat dan watak ketakwaan itu adalah senantiasa menunjukkan kepatuhan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Untuk menunjukkan ketakwaan tersebut diantaranya dengan melakukan pemotongan hewan kurban pada hari ini setelah melaksanakan salat Idul Adha.

Ketakwaan adalah menjadi modal dasar yang utama dan pokok bagi diterimanya hewan kurban yang di distribusikan kepada mereka yang berhak menerimanya di lingkungan sekitar kita. Sesungguhnya Allah tidak menerima darah dan daging hewan yang kita kurbankan itu, tetapi yang diterima adalah karena adanya ketakwaan di hati yang melahirkan ketulusan karena Allah semata, bukan karena kepentingan duniawi yang rendah. Allah menyatakan dalam salah satu firmannya pada surat Al hajj ayat 37;

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Haj 22:37)

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, walillahilhamd

Kedua, kurban sebagai sarana kepedulian

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kehidupan orang-orang di sekitarnya, terutama bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi oleh karena faktor kemiskinan, sehingga mereka jarang sekali mengkonsumsi daging. Maka melalui ibadah kurban itu, menjadi salah satu sarana untuk menunjukkan kepedulian dengan memberikan daging segar yang lezat, nikmat dan penuh berkah. Lihatlah wajah para penerima daging kurban, mereka benar-benar menunjukkan ekspresi muka penuh bahagia, oleh karena mendapatkan bagian daging kurban yang dinanti-nanti pada saat tibanya hari raya Idul Idul Adha setiap tahunnya.

Ketiga, membuang sifat kebinatangan

Dalam diri manusia tentu banyak sekali sifat-sifat binatang yang menjadi watak kepribadiannya dan inilah sesungguhnya keadaan yang paling hina bahkan lebih rendah dari itu. Diantara sifat kebinatangan yang sering tampak ke permukaan adalah keserakahan, ketamakan dan kesombongan. Banyak kita melihat manusia memiliki sifat-sifat buruk seperti ini. Ada yang serakah dengan keinginan hawa nafsunya yang tiada batas, ada yang tamak dengan harta bendanya dan ada yang sombong dengan jabatan dan kepintarannya.

Maka melalui penyembelihan hewan kurban yang dikurbankan pada tahun ini, mari kita sembelih dan kita lenyapkan semua sifat-sifat buruk yang merupakan sifat binatang yang mungkin saja ada pada diri kita. Karena yang kita takutkan apabila sifat-sifat binatang yang buruk itu masih melekat pada diri kita, maka selamanya kita menjadi hina dan rendah di hadapan manusia apalagi di hadapan Allah sang Maha Pencipta.

Keempat, sebagai syiar keislaman

Diantara Hikmah yang sangat besar dari hewan kurban yang kita berikan itu adalah menjadi syiar keislaman yang agung di tengah-tengah umat manusia. Dengan kita berkurban, maka dengan sendirinya kita menunjukkan sifat kerahmatan yaitu sifat kasih dan sayang kepada sesama manusia. Oleh karena itu agar kurban yang kita lakukan itu menjadi salah satu syiar Islam yang sangat dahsyat pengaruhnya, maka marilah kita pasang niat kita baik-baik. Niat kita berkurban benar-benar penuh dengan ketulusan karena Allah semata, bukan karena ingin mendapatkan pujian, bukan karena ingin memamerkan kekayaan, bukan karena ingin mendapatkan pengakuan, bukan karena ingin dikatakan dermawan, dan bukan karena kepentingan duniawi lainnya. Kalau niat kita bukan karena Allah, maka semua kurban yang kita berikan itu sia-sia, sirna dan tanpa makna. Sungguh ini adalah suatu kerugian besar yang tidak ada pahalanya sedikitpun di akhirat nanti, malah akan mendatangkan dosa oleh karena buruknya niat di dalam hati.

Allahu akbar, Allahu akbar Allahu akbar, walillahilhamd

Hadirin para jamaah salat idul adha yang berbahagia rahimakumullah

Oleh karena terbatasnya waktu, inilah khutbah singkat Idul Adha yang dapat khotib sampaikan. Semoga dapat memotivasi diri kita untuk berkurban agar tercapai hikmah-hikmah yang hebat dan luar biasa sebagaimana yang khotib telah sampaikan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى القُرْآنِ الْعَظِيْمْ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم.

KHUTBAH KE II

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.أَمَّا بَعْدُ:

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ   وَالـْمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

Bekasi, 8 Dzulhijjah 1444 H/15 Juni 2023 M

Penulis : Marolah Abu Akrom (087887270732)

Bagi para khatib yang membutuhkan teks khutbah ini dapat mendownloadnya disini

KHUTBAH IDUL ADHA 1445 H 4 HIKMAH BERKURBAN

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami