KLU Bangkit Bergerak Bersama Zabur

Sinar5news – NTB-   Zabur  menjadi rebutan partai lain dalam bursa calon kepala daerah di KLU sebagai bakal  calon bupati. CEO PT. Hakira Prasasti Pratama ini maju atas dasar panggilan jiwa serta dorongan kuat tokoh-tokoh masyarakat KLU untuk dapat berkontribusi lebih luas terhadap daerah upaya menghadirkan pemerataan kesejahteraan untuk semua warga masyarakat KLU tanpa dominasi golongan/kelompok tertentu. 
 
Dengan telah beredar luas nama beliau ditingkat kabupaten KLU sebagai bakal calon bupati merupakan spirit perjuangan rakyat untuk dapat menghadirkan kepala daerah yang berasal dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat yang siap bersama warga dalam situasi dan kondisi apapun tanpa sekat dan birokasi yang jelimet.
 
Dalam diskusi kebangsaan bersama beliau baru – baru ini hal menakar  pemimpin masa depan di daerah KLU khususnya dan NTB pada umumnya. Mantan caleg Nasdem ini optimis dapat maju sebagai kandidat terkuat khususnya di kabupaten Lombok Utara. Sebagai tokoh pemuda  yang cendikia, pekerja keras,  memiliki jiwa entrepreneur, pengalaman luas, leadership yang kuat, visioner adalah modal dasar yang ampuh mendapatkan dukungan masyarakat banyak.
 
Semangat kolaborasi menggabungkan kekuatan pusat daerah merangkul semua elemen masyarakat adalah langkah strategis dapat mewujudkan cita – cita pembangunan yang merata berkeadilan untuk peningkatan taraf hidup kesejahteraan masyarakat luas. Menghadirkan investasi tanpa melulu mengandalkan dana pusat APBN adalah syarat maju berkompetisi.  Ini akan bisa terjadi manakala pemimpin daerah berpengalaman luas, memiliki mitra kerja dan berjiwa entrepreneur.
 
Pemimpin itu harus dapat merekatkan, menyatukan warga bangsa hadir melayani untuk semua bukan hanya buat golongan/kelompok tertentu. Berdiri di atas memayungi semua lapisan masyarakat dan untuk semua golongan. Pemimpin itu siap menderita sebagaimana para tokoh – tokoh funding fathers kita tempo dulu.  Orientasi pemimpin masa sekarang dan akan datang adalah pelayanan prima bukan hanya memerintah dan meminta laporan. Itu cara memimpin yang keliru.
 
Memimpin adalah amanat harapan dan cita – cita rakyat yang dititipkan di pundak kita, untuk kita perjuangkan dalam tindakan nyata dengan berpihak seluas luasnya untuk kepentingan publik. Inilah makna sejati leluhur kita memilih jalan bentuk negara Republik. Artinya segala bentuk perundang – undangan atau kebijakan di hajatkan untuk kepentingan publik bukan kelompok maupun golongan tertentu.
 
Terakhir beliau menghimbau agar semua pengurus partai  baik  tingkat pusat, wilayah sampai ke cabang, harus saling bahu membahu berkolaborasi memenangkan calon yang diusung. Calon kepala daerah yang sudah mendaftar sampai menjadi calon tetap mesti didukung habis di seluruh Indonesia dalam semua tingkatan. Dari sini kita bangkit bergerak untuk melompat lebih jauh dengan menghimpun semua kekuatan yang terserak. Setop perselisihan karena itu bukan ajaran Pancasila. KLU sejahtera Indonesia Jaya. Demikian  beliau sampaikan pada acara berbincang di forum diskusi kebangsaan. (red)

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami