KUBU MEMPERTAHANKAN COMFORT ZONE vs PERUBAHAN

 Penulis: H. Lalu Tjuck Sudarmadi
Makin dekat hari pencoblosan 14 Februari 2024 suasana riuh rendah makin terasa bahkan menjurus kepada kegaduhan politik yang kalau tidak diwaspadai akan bisa memicu chaos diwaktu mendatang.

Hal itu tidak lain akibat dari semangat para pendukung masing masing capres yang makin menggebu-gebu memperjuangkan untuk kemenangan bahkan karena ada kelompok yang bersikap to be or not to be, jadi at all cost capresnya
harus menang.

Yang menarik disampaikan disini bahwa kegaduhan politik mulai bergeser menjadi aksi nyata dimasyarakat dan situasi itu makin berkembang sejalan dengan eskalasi pertarungan politik yang makin intens dan massive dalam sisa waktu pesta demokrasi 2024 yang tinggal hitungan hari. Dampak dari kegaduhan itu rupanya mengubah peta pertarungan yang makin mengerucut menjadi pertarungan kubu yang mempertahankan comfort zone melawan kubu yang menghendaki perubahan.

Memang dalam kehidupan politik berbangsa dan bernegara termasuk dalam kehidupan berorganisasi, selalu ada kelompok yang ingin melanggengkan power dan memproteksi zona nyaman-comfort zone. Dengan mempetahankan power akan juga mempertahankan berbagai fasilitas dan priviledge yang mereka dapatkan dari kekuasaan yang mereka genggam.

Dilain pihak akan selalu ada kubu lain yang menginginkan perubahan. Dan perubahan itu selalu merupakan momok bagi kelompok status-quo, karena ketakutan comfort zone mereka akan terganggu. Perubahan-change merupakan keniscayaan dan akan dibutuhkan pada setiap masa dan pada setiap organisasi apalagi didalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ada kata bijak bahwa if you dont change you die jadi aneh bila ada pihak pihak yang mengatakan apanya yang mau dirubah dengan nada emosional lagi. Itu adalah expresi kegalauan yang menjurus kesuasana kekhawatiran dan ketakutan terganggunya comfort zone mereka, dan bida dimaknai arogansi, merasa memiliki negeri ini.

Pemimpin-leader- negarawan mestinya memikirkan dan bergelut untuk melakukan perubahan- nurturing change sehingga menjalankan kepemimpinan- leadership yang partisipatif dan efektif, bukan menerapkan kepemilikan-ownership.

Perubahan itu suatu keniscayaan, dan pada 2024 pasti akan terjadi perubahan. Dan yang berubah pasti presidennya dan bukan Jkw lagi. Yang berubah juga eranya, musim politik berubah. Tahun 2024 adalah politik musim gugur-fall season yang berganti kepoltik musim semi perubahan-spring season. Perubahan dari era ownership berganti ke era leadership yang amanah.

Lebih jauh bisa dilihat dan dirasakan bagaimana kubu yang mempertahankan status quo dan comfort zone itu, tidak saja bisa diamati dari pernyataan-statemen mereka yang kadang rancu, berubah-ubah kadang ambivalen, lain dulu , lain sekarang istilah yang dijadikan judul diskusi di TV dan media.Berbagai pernyataan pemimpin tingkat nasional yang berubah-ubah diresponse negatif oleh masyarakat luas. Pemimpin seperti itu dinilai sebagai seseorang dengan kepribadian yang terserabut dari fatsun politik dan berbagai etika serta kepantasan sebagai pemegang amanah rakyat. Pemimpin yang seharusnya berdiri diatas semua kelompok dan golongan.

Bukan itu saja, dari tindakan dilapangan sangat kasat mata bagaimana ulah dan kerja politiknya diaktualisasikan dengan berbakai tindakan yang bisa diartikan berpihak .Karena yang diterapkan adalah ownership, merasa memiliki yang tinggi, maka tidak ada lagi batas sebagai pribadi dan atau sebagai penguasa. Tidak mustahil bahwa semua program dan kegiatan yang mereka kuasai langsung atau tidak langsung dimanfaatkan untuk memenangkan capres yang akan melanggengkan power- kekuasaan dan comfort zone itu.

Hal tersebut terkonfirmasi dengan makin terang benderangnya bagaimana komitmennya sendiri dilanggar, menjilat ludah kata dan ucapannya sendiri yang mengatakan semua pejabat negara harus neutral dalam pemilu 2024.

Oleh karena value-nilai telah tumbang dan terserabut maka seorang pemimpin yang melanggar kata kata serta kominmennya, patut di duga akan melakukan abuse of power, penyalah gunaan kekuasaan dan kewenangan baik langsung maupun tidak langsung.

Hal seperti itu tidak bisa dihindari akan menurun sampai jajaran pemerintahan disemua tingkatan. Maka tidak heran protes dan laporan serta informasi dari Tim pendukung capres lain yang bukan di-endorse atau didukung oleh kekuasaan-penguasa makin bejibun , banyak, namun tidak mendapatkan penanganan secara proporsional. Ramai dibicarakan soal pembagian bansos, pelarangan dan atau mempersulit izin pertemuan, menggangu alat peraga kampanye seperti perusakan dan penurunan balibo, videotron dll. Belum lagi coersion-pemaksaan oleh dan kepada aparat dan ASN, guru dan lainnya.

Apalagi soal logistik dan pendanaan hitam sudah menjadi rahasia umum, ada penggiringan kepada salah satu capres dan dana gelap itu tidak bisa disentuh oleh hukum sekalipun ada indikasi.

Lalu bagaimana gerak dan langkah kubu yang memperjuangkan perubahan dinegeri ini. Apa masih efektif gerakan penggalangan mereka dengan logistik minimalis. Hebatnya kubu perubahan yang memperjuangkan perubahan dengan segala keterbatasan itu nampaknya berubah menjadi gerakan rakyat yang tahap demi tahap berkembang makin membesar dan makin dahsyat pada semua tingkatan dilapangan.

Negeri ini bukannya maju kedepan dalam membangun demokrasi tetapi jalan mundur dan kuslitas demokrasi makin terpuruk oleh ulah kelompok yang menghalalkan segala cara termasuk menggunakan power dan alat kekuasaan.

Akankah negeri yang berketuhanan dan mempunyai peradaban tinggi, dengan budaya adi luhung serta system demokrasi yang baik, akan dirusak dan hancur oleh ulah kelompok yang sekedar ingin mempertahankan kekuasaan dan zona nyaman itu ? Bukti empirik, lesson learns dari berbagai peristiwa keagamaan dan atau sejarah serta politik akan membuktikan dan bisa menguatkan serta memberikan keyakinan bahwa dalam turbulance politik selalu muncul kekuatan maha kuat dan dahsyat yang menghancurkan kelompok perusak itu. Kekuatan rakyat tidak akan sanggup di bendung dengan power dan materi. Kekuatan rakyat merupakan perwujudan dari kekuatan langit

Nuswantara ini adalah tanah pusaka, negeri yang dilindungi oleh kekuatan diatas kekuatan, kekuasan diatas kekuasaan.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami