FWMO Lotim Bersama Bakesbangpoldagri dan MUI Gelar Dialog Kebangsaan Dan Nasionalisme.

Sinar5news.com – Lombok Timur – Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lotim dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Timur menggelar dialog kebangsaan, dengan mengambil tema Meningkatkan Nilai – Nilai Kebangsaan dan Nasionalisme Dengan Semangat Kemerdekaan RI yang bertempat di Kantor Kwarcab Lombok Timur, Senin (21/08/2023)

width=300

Sekertaris MUI Lombok Timur, H. Sujono AR, sebagai narasumber pada acara tersebut mengatakan, di usia Kemerdekaan RI yang ke 78 untuk tahun 2023 ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami arti pentingnya nilai-nilai kebangsaan dan jiwa nasionalisme pada NKRI.

“Jiwa nasionalme masyarakat kita saat ini sudah tergerus oleh arus tekhnologi informasi yang semakin canggih, seperti media sosial dan media mainstrim lainnya yang terkadang menyampaikan informasi yang tidak jelas (Hoax) yang dapat memecah belah jiwa nasionalisme dan kebangsaan bangsa,papar H.Sujono,AR Sekertaris MUI Lotim.

Ia menambahkan satu-satunya yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme terhadap NKRI adalah Bangsa ini harus lebih banyak menanamkan nilai-nilai agama pada bangsa ini.

Saya melihat hal yang bisa membentengi Bangsa ini dari ancaman tekhnologi yang dapat merenggangkan ikatan kebangsaan dan nasionalisme adalah kita lebih banyak menanamkan nilai-nilai agama kepada bangsa ini,katanya.

Dikatakannya tekhnologi Android atau Handphone (HP) saat ini memicu terjadinya kerenggangan kita dalam tali silaturahmi antar anak bangsa. Pada hal HP itu kalau dimanfaatkan pada hal yang positif sangat membantu kita semua.

Android atau HP saat ini menjadi kebutuhan semua orang dari anak kecil hingga orang dewasa. Dan peruntukannya dapat membantu orang untuk kebaikan dan juga bisa menjerumuskan seseorang dalam hal keburukan,ungkapnya.

Untuk itulah, MUI juga hadir ditengah masyarakat tidak secara langsung, tetapi melalui bidang yang ada di kepungurusan MUI Lombok Timur. Satu diantara langkah yang di tekankan oleh MUI adalah menanamkan sikap saling menghargai dan memperbesar ruang silaturahmi.

Senada dengan sekretaris MUI, Kabid Pengembangan Nilai-nilai Kebangsaan (Bangkesbangpol) Suherman dalam pemaparan materinya mengatakan, Negara indonesia sudah berumur 78 Tahun, sehingga sangat dewasa untuk usia sebuah negara, namun perayaan oleh masyarakat masih belum terlihat dewasa.

Bisa kita lihat usai memeriahkan 17 Agustus sampah berserakan, apakah ini yang dikatakan mengamalkan nilai Pancasila, tentu tidak, karena ini merupakan salah satu kemerosotan, ujarnya.

Dijelaskannya, dalam bernegara ada beberapa yang harus ditanamkan dan dijalankan, salah satunya mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa, dan ikut berperan serta menjaga generasi muda dari ancaman faham-faham yang dapat merusak tatanan hidup ditengah masyarakat.

yang paling utama yang harus kita jaga adalah adab, sesuai dengan apa yang telah diwariskan oleh orang tua kita zaman dulu, yang diimplementasikan dalam sebuah adat-istiadat, jelasnya.

Karena kalau dilihat saat ini, Sambungnya, hal itu sudah mulai berangsur-angsur terdegradasi oleh zaman yang semakin maju, sehingga banyak masyarakat hanya menjalankan acara-acara adat yang berbentuk seremonial saja yang bertujuan untuk pariwisata dan sebagainya.

Makanya sering kita dengar kata-kata tuan guru, adab lebih dulu baru ilmu, padahal kalau kita lihat adab merupakan salah satu implementasi dari nilai-nilai pancasila, pungkasnya.

turut hadir pada acara tersebut, Ketua LSM Aliansi Masyarkat Adat NTB, perwakilan Pemuda, dan beberapa unsur lainnya. (red)

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami