Khutbah Jumat Edisi 18 Agustus 2023 “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan”

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari kiamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Jamaah kaum muslimin sidang Jumat yang berbahagia rahimakumullah

Alhamdulillah kita ucapakan akhirnya tahun ini dengan izin Allah SWT, kita kembali dapat merayakan hari kemerdekaan negara kita negara Republik Indonesia yang ke 78. Tentu ini adalah nikmat yang sangat besar yang wajib kita syukuri dan kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk kebaikan dan kemajuan negara kita dalam berbagai aspek kehidupan.

Ketahuilah bahwa nikmat kemerdekaan yang kita rasakan hingga saat ini merupakan bagian dari rahmat Allah yang sangat berharga bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini diakui dengan jujur oleh para pendiri dan pejuang bangsa pada waktu itu dalam merebut kemerdekaan dari kaum penjajah, sebagaimana tertuang dalam alinea ketiga pembukaan UUD 1945,“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Tidak bisa kita bayangkan kalau seandainya kita tidak merdeka, alangkah menderita dan sulitnya kehidupan. Tidak ada kebebasan dalam melakukan segala apapun untuk membangun dan memajukan bangsa kita. Terbukti selama 350 tahun kita dijajah oleh penjajah Belanda dan ditambah dengan penjajahan Jepang selama 3,5 tahun pada waktu itu. Rakyat kita ditindas, kekayaan alam kita dieksploitasi tanpa batas, hak-hak kita dikebiri dan tidak ada karya apapun yang dapat kita maksimalkan untuk kebaikan dan kemajuan negara kita. Demikian juga ritual ibadah kita yang menjadi hak kebutuhan rohani benar-benar dibatasi dan kitapun tidak dapat mengembangkan syiar agama secara leluasa, oleh karena semua aturannya diintervensi dan dikuasai oleh para penjajah.

Maka dari itu marilah kita benar-benar mensyukuri nikmat kemerdekaan ini. Ketahuilah bahwa kemerdekaan yang kita raih adalah berkat perjuangan dan jerih payah para Pahlawan Kusuma Bangsa yang telah rela mengorbankan harta dan nyawa mereka demi merebut kemerdekaan dari para penjajah. Para pahlawan kita dengan gagah dan berani melawan para penjajah walau nyawa menjadi taruhannya. Karena yang dipikirkan adalah bagaimana kita bisa bebas merdeka dan dapat mengatur sendiri roda kekuasaan sesuai dengan keinginan rakyat yaitu mencapai keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan sesuai dengan amanah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Hadirin jamaah kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia rahimakumullah.

Bersyukur di sini tidak hanya mengucapkan Alhamdulillah atas nikmat kemerdekaan yang telah dicapai oleh para pendahulu kita. Lebih dari itu mari kita gunakan segala potensi dan kemampuan yang kita miliki untuk mengisi nikmat kemerdekaan ini, sehingga kemerdekaan ini memiliki makna yang mendalam dan menghasilkan karya-karya dan hal-hal yang terbaik sesuai dengan cita-cita dan harapan luhur para pendahulu kita.

Dalam ajaran agama Islam sendiri mengajarkan prinsip keyakinan yang pasti berlaku dimanapun dan kapanpun, bahwa ketika kita bersyukur, maka nikmat itu akan bertambah. Tetapi ketika kita ingkar, maka nikmat tersebut akan dicabut dan mendapatkan azab yang sangat pedih dari dunia hingga akhirat nanti. Demikian Allah nyatakan dalam surah Ibrahim ayat yang ke-7;

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim 14:7)

Berdasarkan ayat tersebut, maka mari kita bersemangat untuk selalu bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang sangat besar ini. Jangan sampai nikmat yang besar ini dicabut oleh Allah oleh karena kita tidak pandai mensyukurinya. Ingatlah negara Indonesia adalah negara yang besar dengan segenap potensi dan kekayaan alam yang dimiliki dan sumber daya manusia yang luar biasa. Maka mari kita kelola semua potensi dan kekayaan alam yang Allah berikan dan kita kelola jiwa dan kecerdasan akal kita untuk membangun dan memajukan negara Indonesia yang kita cintai.

Bagi yang memiliki kemampuan di bidang pendidikan, maka isilah kemerdekaan ini dengan mendidik putra-putri bangsa agar mereka cerdas, terampil, berwawasan, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Bagi yang memiliki kemampuan di bidang politik, maka gunakanlah ilmu politik tersebut untuk dapat mengendalikan kekuasaan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan yang ada dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia. Bagi yang memiliki kemampuan dalam bidang kesehatan, maka gunakanlah untuk membantu mengobati orang-orang yang sakit dan memberikan pengobatan secara gratis bagi mereka yang tidak mampu. Bagi yang memiliki kemampuan dalam bidang ekonomi, maka kembangkanlah ekonomi dan usaha untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Bagi yang memiliki kemampuan dalam bidang budaya maka, kembangkanlah budaya-budaya yang sopan, tanpa menghilangkan nilai-nilai etika dan estetika dalam kehidupan. Demikian juga bidang kemampuan lainnya, gunakan semua itu untuk membangun dan memajukan negara kita, sehingga negara kita menjadi negara yang hebat, bermartabat, disegani dan memiliki marwah di dunia internasional.

Demikianlah khitbah Jumat singkat yang dapat khatib sampaikan, semoga nikmat kemerdekaan yang ke-78 ini dapat kita gunakan sebaik-baiknya dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia tercinta.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Jakarta, 30 Muharram 1445 H/17 Agustus 2023 M

Penulis : Marolah Abu Akrom (087887270732)

Bagi para khatib yang membutuhkan teks khutbah ini dapat mendownloadnya di bawah ini

Khutbah Jumat Edisi 18 Agustus 2023 Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami