Menyambut Tahun Baru Islam 1445 H. Keluar Dari Politik Gigit Jari

Oleh : 

Momentum memperingati Tahun Baru Islam yang paling esensi adalah merenungkan serta mengaktualisasikan tuntutan pentingnya untuk memperkuat kembali komitmen untuk membangun ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah sebagai upaya untuk mewujudkan tekad bersama mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semoga keberadaan ummat moslem yang menjadi mayoritas di negeri ini mampu menjadi contoh serta sebagai penggerak utama-prime mover dalam mewujudkan masyarakat negeri ini dan masyarakat dunia yang damai, hidup berdampingan satu dengan yang lain dalam suasana persaudaraan dan harmoni.

Dalam memperingati tahun baru hijriah ini perlu dijadikan tonggak sejarah untuk secara bersama sama menyadari betapa ummat Islam masih teetinggal dan ketinggalan dalam dan banyak hal dalam berbagai aspek kehidupan, yang harus diperbaiki, dikembangkan dan ditingkatkan sehingga ummat moslem yang mayoritas ini mengenyam suatu keadaan yang dirasa adil secara proporsional didalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saatnya para tokoh dan elites politik, ulama, umarok, tokoh masyarakat, intelektual cendekiawan, tokoh peremouan, pemuda mahasiswa, para pengusaha, budayawan dan tokoh lainnya untuk secara bersama sama dengan sadar membangun komitmen untuk bersatu dan secara bersama- sama mencari terobosan, short-cut agar masalah ketertinggalan ummat moslem bisa segera bangkit dan sejajar bahkan bisa leading dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Inilah saatnya untuk mengembalikan peran dan posisi dengan kebersamaan yang kuat seperti pada saat diawal dalam merancang dan membangun negeri ini.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah diatur oleh konstitusi tata cara mengatur dan mengelola kehidupan bebangsa dan bernegera.

Rakyat sebagai pemegang kedaulatan diwujudkan dengan digelarnya pemilu setiap lima tahun, dan pesta rakyat atau pesta demokrasi itu akan berulang pada tahun 2024 yang tinggal dalam hitungan hari.

Tidak ada jalan lain bagi ummat Islam di negeri ini, bilamana ingin menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin, selain dengan merebut kekuasaan atau power di pemerintahan. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa faktanya ummat moslem ini sudah dikotak kotakkan dan terpecah secara politik, yang mungkin akan menjadi kendala besar.

Namun dengan komitmen dan tekad bersama, pasti bisa diaktualisasikan. Bisakan para elites n pemimpin itu dengan sadar bersatu, menghadapi musuh bersama yaitu ketertinggalan ummat sehingga menjadi pemicu semangat untuk memenangkan pesta rakyat itu. Sulit tapi bukan berarti tidak bisa bersatu dan menyatukan suara ummat moslem. Para elites dan pemimoin cukuplah memegang komitmen bahwa inilah saatnya masyarakat yang mayoritas ini bangkit dan tidak lagi terpecah pecah yang menjadikan ummat ini lemah dalam bargaining politict.

Para pemimpin dan tokoh besar Islam terdaulu serta pemimpin dalam kerajaan atau kesuktanan Islam bisa menjadi referensi bagaimana merebut kekuasaan dan mengelola empire dan pemerintahan serta negara bisa menempatkan semua golongan masyarakat bersama sama berpartisipasi secara adil dan proporsional.

Hanya dengan cara itulah ummat moslem ini bisa bangkit dan memegang kendali secara politik sehingga ummat ini bisa segera setara bahkan leading dalam segala hal, baik politik, ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan, sosial budaya serta berbagai aspek kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

Dan itulah ujud dari pengeja-wantahan serta hakiki dari cita cita para pendiri bangsa dalam mewujudkan negara yang dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa, negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945(Asli) yaitu negeri yang Adil dan Makmur, yang digambarkan seperti panjang punjung, gemah ripah loh jinawi, kerto raharjo, murah kang sarwo tinuku, tulus kang sarwo tinandur

Semoga Tuhan Yang Maha Perkasa, Penguasa Kerajaan Langit dan Bumi, menyatukan hati, tekad dan semangat ummat moslem Indonesia meraih kemenangan dan direhoi untuk memimpin dalam mewujudkan negeri plural yang adil dan makmur.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami