Anjuran mengakhirkan makan sahur || edisi 21 Ramadhan 1444 H

Sahur adalah perbuatan yang disunnahkan bagi orang yang berpuasa, baik itu puasa Sunnah maupun puasa wajib.

Sahur sangat dianjurkan, karena dia bisa memberikan kekuatan bagi orang yang menjalankan ibadah puasa. 

Orang yang makan sahur akan lebih segar dalam menjalankan puasa, karena dirinya sudah dibekali dengan makanan yang dimakan saat sahur. Sedangkan bagi yang tidak makan sahur akan terasa lebih letih dalam menjalankan ibadah puasa, karena sedikitnya perbendaharaan makanan yang disimpan dalam badannya sebagai tenaga saat berpuasa.

Lebih mantap lagi makan sahur apabila dilakukan di detik-detik akhir dari waktu sahur, yaitu saat dekat datangnya waktu shalat subuh.

Kaitannya dengan bagusnya makan sahur di detik-detik akhir waktu sahur saat dekatnya waktu shalat subuh, dapat kita peroleh keterangannya pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 1786

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ أَتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ تَكُونُ سُرْعَتِي أَنْ أُدْرِكَ السُّجُودَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaidullah telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Abu Hazim dari Sahal bin Saad radliallahu anhu berkata: Aku makan sahur bersama keluargaku kemudian aku bercepat-cepat agar mendapatkan sujud (shalat) bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam .

Keterangan tambahan lainnya tentang anjuran mengakhirkan sahur juga dapat kita temukan pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 1787

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit radliallahu anhu berkata: Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam kemudian Beliau pergi untuk melakanakan shalat. Aku bertanya: Berapa antara adzan (Shubuh) dan sahur?. Dia menjawab: Sebanyak ukuran bacaan lima puluh ayat.

 

 Muhammad Fathi 

 

 

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami