Radikal dalam berdakwah bertentangan dengan ajaran Islam

Agama Islam adalah agama yang lurus dan sempurna. Sebagai agama yang lurus, selalu menunjukkan dan mengarahkan semua pemeluknya untuk terus berada dalam kebenaran dengan ajaran – ajarannya yang baik dan lembut, disampaikan melalui gerakan anggota badan yang lemah lembut dari Nabinya yang mulia Muhammad SAW.

Beliau menyampaikan agama Islam dengan cara lemah lembut dan sangat humanis. Sabar atas orang yang mencaci dan membencinya, memaafkan bagi orang yang menyakitinya. Ajaran agama Islam disampaikan dengan lemah lembut tampa ada paksaan.

Teringat kisah saat Baginda Rasulullah diusir oleh orang – orang Taif saat di dakwahi. Bukan sekedar diusir, beliau juga dilempari batu sehingga keluar darah dari sekitar gusinya. Melihat keadaan Nabi seperti itu, Malaikat menawarkan kepada Nabi Supaya diizinkan mengangkat Bukit Taif untuk dilempari atau ditibani kepada orang – orang Taif. Tawaran tersebut ditolak oleh Nabi dan dibalas dengan balasan yang sangat lembut dan luar biasa. Beliau membalasnya dengan balasan yang sangat lembut yaitu dengan memohonkan do’a bagi orang Taif supaya mereka diberikan petunjuk oleh Allah SWT.

Berapa banyak para sahabat yang pada awalnya menjadi pentolan yang memusuhi serta sangat membenci Islam dan Nabi. Namun, setelah mereka bertaubat dan berikrar dua kalimat syahadat, Nabi menerimanya dengan senang hati dan menutup segala kesalahan yang telah mereka lakukan sebelum masuk Islam.

Perhatikanlah bagaimana kejam dan sadisnya Umar bin Khattab kepada Islam sebelum berikrar dua kalimat syahadat. Begitu juga dengan sahabat Khalid bin Walid yang begitu sinis terhadap Islam sebelum berikrar dua kalimat syahadat, dia menjadi panglima perang pada perang Uhud melawan kaum muslimin. Setelah keduanya masuk Islam, Nabi hormati mereka, Nabi sanjung mereka dan diberikan kepercayaan untuk memimpin beberapa peperangan. Sederhananya, ketika disakiti saja Nabi masih berlaku lemah lembut, lalu bagaimana halnya jika dalam keadaan biasa tidak disakiti atau didzolimi, sudah pasti akan berlaku baik dan lemah lembut.

Perhatikan juga kisah sejarah saat penaklukan kota Makkah (Fath Makkah). Saat itu orang dikasih kebebasan dalam memeluk agamanya. Orang Yahudi yang tetap kokoh dalam keyakinannya tidak dipaksa untuk melepaskan agamanya dan masuk agama Islam. Mereka dibiarkan, bahkan dikasih perlindungan dan keamanan, tidak dibunuh oleh Nabi SAW selama mereka tidak menggangu kaum muslimin. Orang Yahudi masa itu hidup berdampingan dengan kaum Muslimin dalam keadaan damai dan aman.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami