Sekda NTB; “Halal Bihalal Himalo Sebagai Sarana Mempersatukan Masyarakat Lombok”

Syiar Sinar5 news com – Jakarta – Dalam kegiatan halal bihalal tahun ini di gedung Juang 45 Jakarta (21/5) yang dilaksanakan oleh organisasi Himpunan Masyarakat Lombok (Himalo) yang ada di Jabodetabek, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting baik itu tokoh dari Jakarta maupun tokoh dari Nusa tenggara Barat. Diantara tokoh yang hadir yaitu sekda Nusa tenggara Barat H. Lalu Gita Aryadi, M,Si.

Dalam sambutannya banyak memberikan pencerahan sekaligus masukkan yang sangat bagus, semua itu bertujuan agar warga masyarakat Lombok yang ada di Jabodetabek dapat terus memperkokoh tali persaudaraan sehingga terbentuk persatuan yang sangat kuat dan besar manfaatnya untuk kemajuan daerah Lombok khususnya dan Indonesia umumnya.

Di antara isi sambutan yang dapat disimpulkan melalui media SinarLIMA ini adalah sebagai berikut:

Pertama, orang yang tinggal di Lombok namanya momot dan orang yang tinggal di rantauan namanya ngendon.

Orang yang momot di daerahnya biasanya tidak terlalu dipusingkan oleh berbagai macam kebutuhan hidup, karena umumnya semua sudah tersedia apa yang menjadi kebutuhan sehari-hari yang didapatkan dari hasil pertanian, perkebunan dan Lain-lainnya. Sedangkan ngendon seperti warga Sasak yang ada di rantauan mesti survive dengan berusaha sungguh-sungguh bekerja keras mengerahkan segala kemampuan untuk mendapatkan kehidupan, sehingga bisa memenuhi keperluannya. Oleh karena itu mesti memiliki keahlian, kreativitas dan produktivitas yang dapat menunjang keberlangsungan hidupnya dan sanggup bersaing dengan orang lain.

Kedua tidak mengartikan negatif terhadap berbagai budaya dan adat istiadat suku Sasak.

Diantaranya adanya budaya merariq (menikah) yang dilakukan dengan sistem mencuri (maling). Mencuri di sini jangan diartikan negatif, bukan artinya perempuan tersebut diculik lalu diperlakukan semena-mena. Itu adalah suatu cara untuk dapat dengan mudah mengawini perempuan tersebut, sehingga pernikahan tersebut sukses. Tentu dengan tetap mengikuti syariat agama yang telah diatur dalam fiqih pernikahan yang sudah digariskan sesuai dengan syarat dan rukunnya.

Ketiga halal bihalal ini adalah sebagai ajang silaturahmi

Dengan adanya silaturahmi ini, maka akan terbina persatuan dan kesatuan yang kokoh di antara kita. Ibarat lidi, kalau lidi itu dikumpulkan menjadi satu, maka akan dapat membersihkan kotoran-kotoran dan sampah-sampah yang ada di lingkungan kita. Demikian juga jika kita bersatu dalam satu komunitas yang ada di Himalo ini, maka kita dapat membersihkan sampah-sampah pikiran kotor, sikap-sikap yang tidak terpuji dan hal-hal yang buruk lainnya, sehingga akan tercapai apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita dalam program-program yang telah disepakati.

Di sisi lain dengan persatuan yang kokoh dan tangguh akan dapat menyingkirkan hal-hal negatif yang menjadi penghalang untuk meraih kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. Contohnya ketika ada di antara saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan dalam ekonomi, kesehatan atau pendidikan, maka dengan segera kita menolongnya. Sehingga mereka terselamatkan dari keburukan-keburukan yang akan menimpanya.

Keempat, menghimpun potensi-potensi masyarakat Lombok yang ada di rantauan.

Salah satu wadah yang bernama Asli (Aliansi Sasak Lombok Indonesia) pada waktu mengadakan kongres pertama tanggal 13, 14, dan 15 Mei 2022 di Lombok terlihat mereka sangat menginginkan untuk menghimpun potensi-potensi masyarakat Lombok yang ada di perantauan di seluruh Indonesia, sehingga dapat menunjukkan jati dirinya dalam kiprahnya membangun negara dan bangsa tidak hanya di kancah lokal, juga nasional, sehingga warga Lombok dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam skala makro dan tidak tertinggal dengan daerah-daerah lainnya. (Amr/Red)

Jakarta 22 Syawal 1443 H/23 Mei 2022 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami