SMP Laboratorium Jakarta Ikut Serta Pada Diseminasi Kurikulum Merdeka

Syiar.Sinar5News.com – Jakarta – Seiring dengan terjadinya kemajuan zaman, dimana technologi demikian cepatnya menguasai dunia apalagi dengan adanya pandemi covid-19 yang berlangsung selama dua tahun, menyebabkan cara pandang kita terhadap dunia ini mesti dihadapi dengan cepat, cermat, akurat dan bertanggung jawab. Termasuk dalam pendidikan mesti beradaptasi dengan kemajuan zaman, sehingga para peserta didik dapat mengikuti proses-proses yang sesuai dengan keadaan zaman seperti sekarang ini.

Untuk mengakomodir itu semua maka sebagai solusinya yang terbaik menurut para praktisi pendidikan khususnya yang ada di pemerintah kita yaitu merubah kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka yang akan diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2022/2023 yang beberapa bulan lagi akan kita masuki. Ketetapan ini sesuai apa yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim pada tanggal 11 Februari 2022. Tetapi ini sifatnya tidak memaksa, bagi yang sudah siap dapat memberlakukannya secara utuh atau bertahap sesuai dengan kondisi yang ada.

Sebelum kurikulum merdeka ini diimplementasikan, maka sosialisasi sudah mulai dilakukan diantaranya oleh sanggar 040 yang terdiri dari seluruh SMP Negeri dan Swasta se Kecamatan Duren Sawit. Sosialisasi dalam bentuk Diseminasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan pada hari ini Rabu, 13 April 2022 yang dimulai pukul 09.00 – 12.00 WIB dengan menghadirkan tiga pemateri yaitu Drs. Pidel Lumbantoruan, MM (Kepala SMPN 193 Jakarta), Agus Sulamto, M.Pd (Kepala SMPN 284 Jakarta) dan Sutresna, M.Pd (Kepala SMPN 168 Jakarta).

Diantara sekian banyak SMP yang ada di Kecamatan Duren Sawit, SMP Laboratorium Jakarta atau yang sekarang bertransformasi menjadi SMP Laboratorium Islamic Technologi Jakarta ikut serta mengikuti Diseminasi Kurikulum Merdeka dari awal sampai selesai. Seluruh guru mata pelajaran termasuk guru BK menyimak dan mendengarkan dengan seksama berbagai pemaparan yang disampakan oleh para pemateri. Demikian juga guru-guru lain yang tergabung dalam sanggar 040 benar-benar mengikuti dengan penuh khidmat, fokus, antusias dan semangat.

Kalau kita memperhatikan pandangan-pandangan secara umum dari ketiga pemateri tentang Kurikulum Merdeka, ternyata banyak sekali perubahan-perubahan yang dilakukan dan mesti diketahui oleh seluruh kepala sekolah dan guru SMP khususnya. Kesimpulannya yaitu perubahannya dirancang menjadi kurikulum yang lebih baik, praktis, aplikatif dan modern yang sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini sesuai dengan tiga keunggulan mendasar  dari Kurikulum Merdeka bagi murid, guru dan sekolah sebagaimana yang disampaikan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim yaitu ;

Pertama, materi yang diajarkan lebih sederhana dan mendalam. Kedua, lebih merdeka. Contohnya dalam Kurikulum Merdeka, tidak ada peminatan atau jurusan pada siswa sekolah menengah atas (SMA).  “Peserta didik dapat memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya di dua tahun masa SMA,”  Ketiga, Kurikulum Merdeka lebih relevan dan interaktif. Pembelajaran dilakukan melalui berbagai kegiatan berbasis proyek di dalam kelas.

Kalau kita memperhatikan ketiga keunggulan mendasar dari Kurikulum Merdeka tersebut tentu kita sangat mendukung dan mengapresiasi dan kita berharap benar-benar dapat diterapkan. Jangan sampai dalam praktiknya nanti malah makin membebani kepala sekolah, guru dan orangtua yang menyebabkan tidak kondusifnya proses KBM di Indonesia. (Mar/Red)

Jakarta, 12 Ramadhan 1443 H/13 April 2022 M

Penulis : Marolah Abu Akrom (Guru BK SMP Laboratorium Jakarta)

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami