Pengobat Rindu Pada Sang Pahlawan Nasional “Maulana Syaikh Seolah-olah Bangun”

Syiar.Sinar5News.com – Lombok – Setelah sekian lama memendam rasa rindu pada sosok ulama kharismatik, pahlawan nasional, pendiri NWDI, NBDI dan NW yaitu guru besar kami Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, akhirnya hari Ahad, 26 Desember 2021 penulis dan paman Abdul Hamid bersama keluarganya dapat berkunjung dan berziarah ke makam sang pahlawan nasional.

Penulis dan paman Abdul Hamid bersama keluarganya yang terdiri dari dua anaknya M. Azimuddin dan Azmiwati, dua menantunya Dewi Hernayani dan Simahji dan tiga cucunya Muhammad Gufron Rodji, Intan Maulidia dan Rizki Ramdani merasakan adanya suasana penuh syukur dan bahagia bisa berkunjung ke makam Maulana Syaikh.

Kami melihat banyak sekali para pengunjung dan peziarah dari berbagai penjuru baik yang datang dari NTB maupun luar NTB. Terdengar gemuruh kalimat-kalimat suci dikumandangkan seperti Al Fatihah, Yasin, Tahlil dan doa pusaka. Semua kalimat suci tersebut diniatkan pahalanya untuk Al Magfurlah Maulana Syaikh. Dalam hati penulis bergumam, alangkah beruntungnya Maulana Syaikh setiap hari ratusan bahkan ribuan yang mendoakan di pusaranya yang indah, rapi dan bersih.

Begitulah seorang ulama yang alim dan shalih seperti beliau, walaupun sudah 24 tahun meninggalkan kita, tetapi kecintaan umat kepada beliau tidak pernah surut, lapuk, usang dan lekang oleh perputaran waktu dan pergantian zaman. Penulis merasakan adanya aura yang sangat positif dan gaya tarik yang sangat kuat membius para peziarah yang datang bersimpuh penuh khusyu larut dalam doa-doa yang indah dan menyentuh hati sanubari yang terdalam.

Penulis sendiri ketika memimpin pembacaan Yasin, tahlil dan doa merasakan seolah-olah Maulana Syaikh bangun dari pusaranya dan duduk menyambut kami dengan penuh hangat layaknya tuan rumah menyambut tamunya. Ketika merasakan suasana seperti itu, teringat pengajaran beliau ketika masih hidup berkumpul ribuan manusia di mushalla Al Abror mendengarkan petuahnya. Maklum ketika Maulana Syaikh Masih hidup, penulis tidak pernah ketinggalan mengikuti pengajian umum yang beliau sampaikan setiap Jumat pagi selama penulis nyantri di Pondok Pesantren NW Pancor, Lombok Timur, NTB.

Setelah dirasa cukup, akhirnya penulis bersama paman Abdul Hamid beserta keluarganya meninggalkan makam Maulana Syaikh yang masih padat dikunjungi oleh para jama’ah dari berbagai tempat. Berat rasanya penulis meninggalkan makam tersebut yang penuh dengan nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkan oleh Maulana Syaikh. Karena terbatasnya waktu dan banyaknya peziarah yang mesti saling bergantian mendoakan beliau. Semoga dilain waktu penulis dapat ziarah di makam sang pahlawan nasional kebanggan masyarakat NTB. (Amr/Redaksi)

Lombok, 22 Jumadil Awal 1443 H/26 Desember 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami