PERINGATAN MAULID NABI DAN SILATURRAHIM HIMALO DI PONPES NW GABUS DIHADIRI PARA TOKOH DARI LOMBOK

Syiar.Sinar5News – Bekasi – Salah satu organisasi yang tergabung dalam Himalo (Himpunan Mayarakat Lombok) yang ada di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) terus berupaya menjalin shilaturrahim yang dilaksanakan setiap sekali sebulan dalam bentuk kegiatan yang sangat positif yaitu pengajian bulanan dari satu tempat ke tempat yang lain. Tujuan diadakan shilaturrahim bulanan ini adalah sebagai ajang untuk terus memupuk rasa solidaritas dalam ikatan persaudaraan yang kuat antar warga masyarakat Lombok yang berada di Jabodetabek.

Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 21 November 2021 pukul 10.00 WIB pengajian bulanan diisi dengan kegiatan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren NW Gabus yang beralamat di Kampung Gedong, Srimukti, Tambun Utara, Bekasi. Dalam peringatan maulid Nabi ini dihadiri oleh masyarakat Lombok yang tergabung dalam Himalo yang berasal dari Jabodetabek.

Sebagai tuan rumah sekaligus pimpinan Ponpes NW Gabus Drs. KH. Muhammad Suhaidi, SQ dalam sambutannya sangat senang dan bersyukur atas kehadiran semeton-semeton (saudara-saudara) yang berasal dari Lombok. Berikut kurang lebih sambutannya; “Dengan senang hati dan bersyukur saya sampaikan kepada seluruh masyarkat dan jama’ah yang berasal dari Lombok di wilayah Jabodetabek atas kehadirannya. Perlu diketahui bahwa sudah 20 tahun saya mengembangkan NW yang ada di daerah Gabus ini dengan segala tantangannya. Sebenarnya hampir saya tidak kuat mengembangkan NW di sini, tetapi karena ini adalah bagian dari petunjuk dan amanah dari pendiri NWDI, NBDI dan NW Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid maka saya terus menguatkan diri. Dan Alhamdulillah berkat karomah Maulana Syaikh NW di sini dapat berkembang dengan baik dan diterima oleh masyarakat”.

“Di NW Gabus telah berdiri masjid yang bernama masjid Hamzanwadi, Panti Asuhan dan TK dan in Sya Allah kedepan dicanangkan untuk mendirikan pondok pesantren khusus santri perempuan di atas tanah 5000 meter. Disamping pengembangan di bidang pendidikan, juga dikembangkan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan operasional di Ponpes NW Gabus ini seperti budidaya kangkung, memelihara kambing, ayam, bebek dan ikan. Semua usaha ini dikembangkan oleh para alumni santri Ponpes NW Jakarta dan beberapa warga kampung Gabus yang dipercaya ikut mengelolanya”.

Selanjutnya sambutan dari Ketua Umum Himalo TGH. Muslihan Habib, MA, diantaranya hal penting yang disampaikan yaitu; “Saya sangat senang dan bersyukur kepada Allah ternyata banyak para tokoh dari Lombok yang hadir pada acara peringatan maulid Nabi dan shilaturrahim di Ponpes NW Gabus ini. Diantaranya Dr. TGH. Syahabuddiin, MA dosen Sekolah Pascasarjana dan Fakultas Dirasah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan dosen Institut Ilmu Al Quran Jakarta. Hadir juga Dr. TGH. Marzuki, QH, MA seorang hafizh yang mengelola pondok tahfiz dengan 10 cabang di Jakarta. Adanya para tokoh dari Lombok yang sukses termasuk Drs. TGKH. Muhammad Suhaidi, SQ yang telah berhasil membuka dan mengembangkan pondok pesantren di Jakarta, Gabus, Muara Gembong, Banten dan lain-lain, semua capaian yang luar biasa ini membawa harum nama Lombok itu sendiri”.

“Kegiatan maulid Nabi ini walaupun tidak semua bisa hadir oleh karena mungkin ada kesibukan atau karena masih ada pandemi sehingga ada kekhwatiran untuk datang, tapi saya bersyukur dan menilai kegiatan ini berjalan dengan baik, lancar dan sukses. Diadakannya kegiatan Maulid Nabi di Ponpes NW Gabus ini untuk memperkenalkan suasana pesantren dan sekaligus mengetahui banyak saudara-saudara kita yang berasal dari Lombok yang tinggal di wilayah Bekasi khususnya. Berdasarkan sensus yang kami lakukan bahwa warga Lombok yang ada di wilayah Jabodetabek sekitar 11.000 orang. Kedepan in sya Allah kita akan mengadakan kegiatan yang lebih besar lagi untuk lebih mengakrabkan seluruh warga yang berasal dari Lombok”.

“Kami juga telah membuat satgas “suka duka” yang diketuai langsung oleh Ust. M. Husni Haris, S.Kom. Satgas ini bertujuan untuk menginformasikan dan mendukung hal-hal yang baik dan menyenangkan untuk masyarakat Lombok. Atau  yang bersifat duka seperti adanya warga Lombok yang sakit, meninggal dan lain-lain, maka kami akan berusaha untuk membantu meringankan beban-beban saudara kita”

Selanjutnya acara inti yaitu taushiyah peringatan Maulid Nabi yang disampaikan oleh salah seorang tokoh ulama’ ahli hadits dari Kembang Kerang Daya, Aikmel Lombok Timur NTB. Saat ini tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan yaitu Dr. TGH. Sahabuddin, MA yang merupakan salah seorang Masyayikh Ma’had Darul Quran Wal Hadis Pancor, Dosen Sekolah Pascasarjana dan Fakultas Dirasah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan dosen Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta. Dalam taushiyahnya beliau menyampaikan beberapa point pokok untuk dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Peringatan maulid Nabi bila dilihat dari isinya seperti membaca Al Quran, membaca kisah maulid Nabi, mendengarkan taushiyah seperti ini tentu sangat positif dan tidak dilarang dalam agama kita. Saya sendiri sering diundang untuk mengikuti peringatan maulid Nabi yang diadakan di rumah-rumah di Makkah dan Madinah yang dihadiri oleh para ulama dan jamaah setempat.

 

  1. Nabi Muhammad diutus sebagai Rasul adalah kehendak Allah dan berfungsi sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kalau zaman sebelum Nabi Muhammad, umat-umat yang durhaka seketika disiksa dan dikutuk oleh Allah seperti umat Nabi Musa dikutuk oleh Allah menjadi kera. Ada yang mendapatkan siksa dengan banjir besar seperti kaum Nabi Nuh, ada yang disambar petir, hujan batu dan lain-lain. Sedangkan umat Nabi Muhammad betapapun durhakanya, masih terus diberikan kesempatan bertaubat hingga akhir kematiannya. Bila tidak bertaubat baru mendapatkan hukuman dengan mendapatkan siksa neraka di akhirat nanti.

  1. Banyaklah membaca shalawat kepada Nabi, karena sungguh besar pahala dan manfaat yang didapatkan dari dunia sampai akhirat nanti. Allah dan para malaikat saja terus membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Maka kitapun sebagai bagian dari golongan orang yang beriman diperintahkan untuk membaca shalawat dimana satu bacaan shalawat mendapatkan 10 pahala dari Allah. Dan nanti di akhirat kita akan mendapat syafa’aat dari Nabi dengan dibebaskan kita dari siksa neraka dan dimasukkan kita ke dalam surga Allah.

 

  1. Mengajak orang untuk berbuat baik dengan kata-kata yang lemah lembut, tidak boleh dengan kekerasan atau pemaksaan. Sekiranya ada yang menentang, kita diperintahkan untuk berdiskusi dan dengan pengajaran yang baik, sehingga mereka mengikuti apa yang kita sampaikan. Seperti Maulana Syaikh di Lombok yang terkenal dengan abul madaris wal masajid (bapak pendiri banyak madrash dan masjid) menyampaikan dakwah dengan lemah lembut, maka banyak masyarakat Lombok yang terselamatkan dari ajaran kepercayaan yang menyesatkan. Termasuk TGH. Muhammad Suhadi di Gabus ini berhasil menyebarkan dakwah Islam melalui NW dengan mengamalkan konsep dakwah tersebut.

  1. Teruslah belajar menuntut ilmu baik melalui jalur formal maupun non formal. Dengan belajar melalui formal, maka akan mendapatkan gelar akademik seperti Doktor atau Professor dan gelar-gelar ini dapat menjadi syarat meningkatkan karir dalam pekerjaan. Dengan kita rajin belajar melalui jalur non formal seperti belajar kitab dari ulama-ulama, maka akan dapat membimbing umat dengan keteladanan dan menjadi rujukan dalam setiap pengambilan hukum Islam. Walaupun tidak menyandang gelar professor doktor, seperti Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, tetapi keilmuannya sangat luas melebihi orang yang bergelar professor doktor sekalipun. Dengan kecerdasan dan keilmuan Maulana Syaikh yang sangat hebat itu, juga atas segala jasa yang besar untuk agama, nusa dan bangsa, akhirnya pada tahun 2017 beliau mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional dari Negara kita.

.

Sebagai doa penutup dipimpin oleh TGH. Ahmad Syuja’i, Lc, MA, lalu dilanjutkan dengan shalat zuhur berjama’ah dengan imam Dr. TGH. Marzuki, QH, MA, Al Hafizh. Setelah shalat zuhur berjama’ah para jama’ah mengikuti acara ramah tamah dengan mencicipi aneka makanan yang lezat, segar dan nikmat seperti ikan patin goreng hasil panen di Ponpes NW Gabus, Ikan bandeng bakar yang dibawa oleh Ust. Nashir dari Muara Gembong dan tidak lupa pelecing kangkung khas Lombok yang sangat terkenal di nusantara. (Amr/Redaksi)

Bekasi, 17 Rabiul Akhir 1423 H/23 November 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami