PERINGATAN MAULID NABI DI MUSHALLA DARUSSALAM NW GABUS DIHADIRI ULAMA DAN HABAIB

Syiar.Sinar5News – Bekasi _ Walaupun sekarang sudah masuk bulan Rabiul Akhir, umat Islam masih memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW yang sebenarnya jatuh pada bulan Rabiul Awwal, karena pada hakikatnya inti dari maulid Nabi itu menunjukkan ekspresi rasa cinta kepada Nabi kita yang telah menyampaikan risalah Islam yang sangat mulia dan berharga. Salah satu komunitas umat Islam yang mengadakan peringatan maulid pada hari ini Sabtu, 20 November 2021 adalah komunitas yang tergabung dalam jama’ah mushallah Darussalam Nahdlatul Wathan yang ada di Desa Srimukti, Gabus, Tambun Utara, Bekasi.

Peringatan maulid Nabi di mushalla Darussalam NW ini adalah merupakan kegiatan rutin setiap tahun dengan mengundang para ulama, habaib dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Diantara ulama yang hadir dan menjadi penceramah pada maulid Nabi ini adalah KH. Nana Awaluddin pimpinan Pondok Pesantren Al Istiqomah dan Drs. KH. Muhammad Suhaidi, SQ pimpinan Pondok Pesantren NW Jakarta. Juga hadir beberapa habaib diantaranya Habib Hasan Al Mutahhar, Habib Muhammad Bagir Al Atthos dan Habib Umar Al Haddad..

Dalam taushiyah yang disampaikan oleh KH. Nana Awaluddin mengingatkan betapa pentingnya kita memperingati maulid Nabi sebagai ajang kita berkumpul menyatakan luapan gembira dengan hadirnya Nabi Muhammad SAW ke muka bumi. Nabi Muhammad banyak memberikan pengajaran tentang berbagai hal yang terkait syariat Islam yang berisi bagaimana kita membangun aqidah yang kokoh dan menerapkan akhlakul karimah di tengah-tengah kehidupan.

Nabi sendiri menanamkan pokok-pokok aqidah yang terdapat pada 6 rukun iman menghabiskan waktu 13 tahun di Makkah. Disamping itu beliau membangun akhlak  yang mulia bersamaan dengan penanaman aqidah. Setelah penanaman aqidah itu disampaikan dengan segala tantangannya yang sangat berat yang berujung pada hijrahnya ke Madinah, akhirnya beliau melanjutkan pengajaran dan penanaman yang terkait syairi’at berdasarkan nilai aqidah dan akhlak tadi.

Dalam pengajaran dan penanaman syariat ini yang terkait 6 rukun Islam, Rasulullah di Madinah benar-benar membimbing umat bagaimana 6 rukun Islam ini benar-benar dapat diimplementasikan dalam hubungan interaksi kepada Allah dan kepada sesama manusia atau yang dikenal dengan hablum minallah dan hablum minannas. Dampak positif dari gigihnya Rasulullah SAW mengajarkan aqidah, syari’ah dan akhlak ini, akhirnya kita sebagai umat Islam dapat melalui perjalanan kehidupan sesuai dengan ajaran Islam dalam setiap fase kehidupan yang dialami, mulai dari fase bayi, anak-anak, remaja, dewasa sampai tua.

Sementara taushiyah yang disampaikan oleh Drs. KH. Muhammad Suhaidi, SQ lebih menekankan kepada bagaimana mengimplementasikan sikap sabar dalam mengatasi berbagai macam tantangan, ujian dan masalah dalam segala bidang aspek kehidupan yang kita lalui. Tidak ada kekuatan apapun yang dapat mengalahkan sikap sabar ini karena secara nyata Allah nyatakan dalam Al Quran mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sikap sabar dan shalat. Kemudian jangan lupa perbanyaklah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, karena dengan shalat ini menjadi salah satu bukti bahwa kita cinta kepada beliau. Maka dengan shalawat ini nilai kesabaran yang kita tunjukkan itu akan sempurna dan menjadi solusi untuk mengatasi berbagai kesulitan dan keruwetan dalam kehidupan. (Amr/Redaksi)

Bekasi, 14 Rabiul Awwal 1443 H/20 November 2021 M

 

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami