Malas Bershalawat Jauh Dari Surga

Pengurus Masjid Asasus Taqwa Dusun Senurus Desa Mas-Mas BKU menghadirkan Ketua PW NWDI NTB, TGH. Mahally Fikri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Turut hadir mendampingi beliau Ketum PD NWDI Loteng (H. Habib Ziadi), Ketua PC NWDI BKU (H. Abdul Majid) dan komandan Satgas Hamzanwadi Loteng (H. Hadri).

Dalam Tusyiahnya, anghota DPRD Provinsi NTB ini mengawali dengan anjuran menjawab salam dengan serius dan baik.
“Maulanasyaikh mengajarkan dan mengulang-ulang pesan Rasul Saw, yaitu tebarkan salam atau afsus salam. Menebarkan salam ini termasuk mengucapkan dan menjawab salam dengan baik dan lengkap.”

TGH. Mahally membahas pula tentang shalawat. Bahwa shalawat adalah salah satu jalan menuju surga. Malas atau sering lupa membaca shalawat terancam dengan hadits:
مَنْ نَسِيَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ خَطِئَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ
“Barang siapa lupa (enggan) bershalawat kepadaku maka dia salah jalan menuju surga” (HR Ibnu Majah)
Kata ulama di sini lupa itu di sini itu malas atau enggan (abot:sasak) yang menyebabkan dosa. Kalau kita salah jalan (Sasak: kepusak) padahal tujuannya adalah surga, maka jalan yang tersisa adalah menuju neraka.
Dalam hadits Shahih Bukhari Nabi Saw bersabda:
كل امتي يدخلون الجنة إلا من أَبَى». قيل: ومَنْ يَأْبَى يا رسول الله؟ قال: «من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أَبَى
“Rasulullah saw sendiri menyebutkan semua ummatnya akan masuk surga kecuali orang yang abai (abot) masuk surga. Siapa dia? Dialah orang yang tidak mau mentaati Rasul saw. Siapa yang malas mentaati Rasul saw, maka neraka menantinya. Malas di sini menurut ulama juga yaitu orang yang tidak mau beriman sama sekali kepada Nabi Saw.” ujar Pimpinan Ponpes Al Kamal NWDI Narmada ini.

Kata beliau semua yang mengaku ummat Nabi Muhammad saw, kalau di Indonesia ini ada NU, Muhammadiyah, NW, NWDI, dan lain-lain insya Alloh akan masuk surga semua asalkan bermodal iman taqwa. Jadi surga itu bukan milik satu dua kelompok saja. Tidak boleh dikavling dan dianggap milik kita saja. “Surga Alloh melebihi luas langit dan bumi. Rahmat Alloh lebih luas lagi. Di dunia saja masih banyak lahan kosong, kita masih merasa kesepian. Belum bisa diisi penuh manusia dan makhluk hidup lainnya. Apalagi surga Alloh yang tidak bisa kita bayangkan luasnya”

Rasulullah mengajarkan kita membukajalan-jalan kebaikan. Memperbanyak sarana-sarana amal jariyah. Seperti masjid dan madrasah. Bapak Maulanasyaikh mencontohkan dengan cerdas bagaimana mengamalkan seruan Rasul saw itu. Beliau digelari Abul Madaris wal Masajid (Bapak pendiri banyak madrasah dan masjid). “Di Lombok ini orang belum banyak berinisiatif mendirikan madrasah, Maulanasayikh sudah mendirikan. Bahkan beliau banyak menfasilitasi dan mengirim guru-guru ke madrasah yang dirintis sahabat nya dan murid-muridnya, seperti Madrasah Darul Quran Bengkel dan Ishlahuddin di Kediri.”

Di akhir ceramahnya beliau mengajak jamaah berdoa dengan doa pusaka sambil melontar untuk pembangunan masjid Senurus yang belum rampung.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami