ANTUSIAS JAMA’AH MENGHADIRI HAUL KE 24 PAHLAWAN NASIONAL MAULANA SYAIKH TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID

Syiar.Sinar5News.com – Jakarta –  Hari ini Kamis, 21 Oktober 2021 M/15 Rabiul Awwal 1443 H diadakan kegiatan haul yang ke 24 dari wafatnya guru besar kita Sulthanul Aulia Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Pahlawan Nasional dan pendiri organisasi NWDI, NBDI dan NW) di masjid Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Jakarta. Diawali dengan Khatmul Quran ba’da shalat Ashar yang diikuti oleh para santri Ponpes NW Jakarta.

Acara haul Maulana Syaikh ini dihadiri para alim ulama, tokoh masyarakat, para santri, para alumni dan ribuan jama’ah yang berasal dari Jabodetabek. Hadir pula para pimpinan pondok pesantren NWDI dari Bekasi, Muara Gembong, Bogor, Bandung dan Banten. Juga hadir Dr. TGH. Najmul Akhyar, QH salah seorang Pengurus Besar organisasi NWDI yang berpusat di NTB.

Berdasarkan pantauan media SinarLIMA acara haul ini berlangsung sangat lancar, khusyu’ dan sukses. Para jama’ah terlihat benar-benar antusias dan menikmati dari awal hingga akhir acara yang diawali dengan shalat Magrib berjama’ah, membaca Hizib Nahdlatul Wathan, mendengarkan lantunan pembacaan ayat suci Al Quran dari Qori’ Internasional dan mendengar sambutan dari petinggi-petinggi NWDI.

Terlaksananya acara haul ini tidak terlepas dari solidnya para penyelenggara yang terdiri dari asatidz, santri dan pengurus NWDI DKI Jakarta yang sudah bersusah payah menyiapkan segala sesuatu demi suksesnya kegiatan ini. “Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi segala upaya seluruh para penyelenggara dari haul guru besar kita sulthanul aulia Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang ke 24. Walaupun persiapan haul ini dalam waktu yang relatif singkat hanya dalam waktu 3 hari, tetapi Alhamdulillah saya tidak menyangka, ternyata jama’ah begitu banyak yang hadir. Ini menunjukkan betapa Maulana Syaikh adalah sosok yang sangat disegani dan dihormati oleh warga ibukota Jakarta dan sekitarnya. Pungkas TGH. Muslihan Habib, MA selaku Ketua Umum PW NWDI DKI Jakarta.

Disamping melaksanakan kegiatan haul, juga dibarengi dengan peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan syafa’atul kubro. Setelah pembacaan hizib lalu melaksanakan shalat Isya’ berjama’ah dilanjutkan dengan pembacaan syafa’atul kubro dengan mengirim bacaan alfatihah, zikir, tahlil dan tahmid kepada arwah para pejuang NWDI dan orang-orang yang telah berjasa mengembangkan NWDI khususnya di Jakarta. Kemudian mendengarkan pembacaan ayat suci Al Quran oleh qori’ internasional TGH. Abdul Karim, SQ dengan suaranya yang tinggi dan merdu membuat acara haul dan peringatan maulid Nabi ini menjadi sangat bermakna dan menambah rasa iman kepada Allah SWT.

Selanjutnya sambutan dari pimpinan Ponpes NW Jakarta Drs. TGKH. Muhammad Suhaidi, SQ. Dalam sambutannya terlihat begitu semangat dan bahagia menyampaikan berbagai hal yang penting dan mendasar untuk diketahui oleh seluruh para jama’ah wabilkhusus kepada para pejuang NWDI yang ada di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Inilah kurang lebih ringkasan sambutan yang disampaikannya;

“Terima kasih kepada seluruh para jama’ah yang telah berkenan hadir mengikuti haul dan peringatan maulid Nabi malam ini yang sangat membahagiakan hati kami. Kegiatan haul ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin kita laksanakan di Ponpes NW Jakarta. Kalau kita melihat posisi organisasi NW dan NWDI di tanah air berdasarkan suatu survei menempati urutan ketiga, pertama NU 30%, kedua Muhammadiyah 7% dan ketiga NW 3%. Sebagaimana pesan Maulana Syaikh dalam suatu dokumen, jika mau NW/NWDI ini dapat mengambil peran untuk memimpin Indonesia secara nasional dalam berbagai bidang yang strategis seperti pendidikan, hukum, politik, ekonomi dan lain-lain, maka mesti menaikkan peringkatnya hingga 30%. Maka ini menjadi PR besar bagi kita sebagai warga khususnya para alumni untuk terus secara istiqomah menyebar luaskan NW dan NWDI dimanapun berada semata-mata untuk menegakkan kalimat Allah yang berpaham aswaja (ahlussunnah waljama’ah)”.  

Di tengah-tengah sambutan TGH. Muhammad Suhaidi terharu dan menangis mengenang betapa besar perhatian dan jasa Maulana Syaikh terhadap perjuangan NW di Jakarta. Sewaktu masih hidup Maulana Syaikh terus menerus mensupport baik dengan moril maupun materil terhadap gerakan perjuangan menyebarkan Islam melalui NW di ibukota, sehingga berdirilah lembaga-lembaga penting mulai dari TPA, MD, TK, SD, SMP, SMA, Majlis Ta’lim dan Panti Asuhan.

Selanjutnya sambutan sekaligus tausiyah dari wakil ketua 2 Pengurus Besar NWDI pusat Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH. “Dulu waktu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid masih hidup sering menyampaikan bagaimana mengucapkan salam dan menjawabnya secara sempurna. Contohnya sebagaimana disebutkan dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawy (Imam Nawawi), ketika ada orang mengucapkan salam “assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarkatuh, maka jawabnya adalah “wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh wamagfiratum waridhwanuh.”.

“Selanjutnya saya atas nama Pengurus Besar NWDI diutus untuk menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum Pengurus Besar NWDI TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA, beliau tidak bisa hadir pada momen haul yang sangat berharga ini, karena sedang ada safari dakwah di daerah Lampung. Sebagai tokoh nasional bahkan internasional TGB sangat padat kegiatannya, sehingga saya sendiri di Lombok jarang sekali bisa bertemu. Perlu saya sampaikan bahwa baru saja TGB mendapatkan penghargaan dari Grand Syaikh Universitas Al Azhar Mesir sebagai salah satu alumni Al Azhar yang sangat berpengaruh dalam menyampaikan Islam wasathiyah khususnya di Indonesia”.

“Dalam banyak kesempatan Maulana Syaikh selalu menyampaikan moto sukses dalam perjuangan yaitu yakin, ikhlas dan istiqomah. Kita yakin bahwa Islam adalah ajaran yang benar, ikhlas  semata-mata karena Allah dalam melaksanakan amal kebaikan dan terus menerus secara istiqomah memperjuangkan nilai-nilai kebenaran yang kita yakini itu. Janganlah mencari hidup di madrasah, tapi hidupkanlah madrasah itu agar kita selalu bersemangat dalam mengabdikan diri demi tegaknya ajaran Islam. Dengan mengamalkan ke tiga moto perjuangan ini, maka Maulana Syaikh sangat luar biasa. Ketika beliau sakit obatnya bukan ke dokter malah lebih memilih untuk berdakwah dan mengisi pengajian di kampung-kampung terpencil atau bukit-bukit walau harus digotong oleh para jama’ah. Maka seketika Maulana Syaikh sembuh dari penyakitnya berkat keistiqomahan beliau menyebarkan nilai kebenaran dalam kehidupan”. Demikian kurang lebih sambutan dan taushiyah Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH yang juga merupakan bupati Kabupaten Lombok Utara periode 2015-2020. (Amr/Redaksi)

Bekasi, 16 Rabiul Awwal 1443 H/22 Oktober 2021 M

 

 

 

 

 

 

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami