KEBAHAGIAAN HIDUP TERLETAK PADA TANGGUNG JAWAB BEKERJA

Oleh :Dwi Handoko Saputro, S.Pd

Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban dalam menentukan cita-cita dan tujuan hidup yang diharapkan yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dalam pencapaian kebahagiaan hidup tidak terlepas dari tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Kehidupan manusia di dunia merupakan bagian dari kesatuan jiwa-pikiran-qolbu yang dapat menciptakan kebahagiaan hidup manusia, kadangkala manusia menjalani kehidupan di dunia melupakan qolbu yang belum tentu manusia dapat mencapainya tanpa melalui usaha-usaha dalam beribadah mendekatkan diri kepada sang pencipta, manakala manusia mencapai jiwa menuju pikiran yang tenang, kehidupannya sudah merasa bahagia padahal manusia masih memiliki puncak kebahagiaan yang tertinggi melalui qolbu. Dalam mencapai puncak kebahagiaan tertinggi tidak terlepas dari tanggung jawab dalam bekerja, dalam arti manusia mampu melaksanakan tanggung jawab akan pekerjaannya dengan kesabaran yang berhubungan dengan qolbu, karena merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan karena kesatuan jiwa dan pikiran manusia, yang menciptakan prinsip “hidup di dunia itu buat orang lain”, artinya manusia dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk membahagiakan orang lain yang merupakan bagian dari sedekah ilmu yang dimilikinya.

Pada dasarnya tanggung  jawab dalam pekerjaan membutuhkan keikhlasan penuh yang tertanam dalam qolbu manusia. Kehidupan manusia dalam pekerjaannya bukan hanya semata-mata untuk mencari uang, tetapi bagaimana manusia melaksanakan tanggungjawabnya dalam pekerjaan. Apabila manusia diberikan tanggung jawab oleh pimpinan/atasan maka manusia harus melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan rasa keikhlasan untuk mendapatkan ridho dari Illahi, bukan untuk mendapatkan perhatian dari pimpinan/atasannya.

Ingat..! Bahwa setiap perbuatan yang manusia lakukan akan mendapatkan balasan dari setiap sikap/tingkah laku, perkataannya tersebut, untuk itu manusia harus berhati-hati dalam setiap perbuatan dalam memegang tanggung jawab yang sudah diberikan kepadanya, karena apa yang manusia lakukan akan diawasi oleh sang pencipta bukan diawasi oleh atasan/pimpinan atau sesama teman.

Sang pencipta selalu mengawasi setiap manusia yang sudah diberikan tanggung jawab oleh pimpinannya, jika tidak dapat melaksanakan tanggung jawab dalam pekerjaannya, maka sang pencipta akan memberikan balasan yang setimpal dengan perbuatannya. Apakah balasan dari sang pencipta akan secara langsung tentu saja tidak, balasan yang diberikan sang pencipta diberikan kepada manusia dapat jangka panjang artinya dapat sebulan kemudian dapat juga setahun kemudian. Untuk itu manusia harus berhati-hati dan memegang tugas/pekerjaannya dengan tanggung jawab penuh keikhlasan berharap dapat ridho dari sang pencipta.

Tanggungjawab yang dilaksanakan dengan keikhlasan secara tidak manusia sadari dapat mendatangkan rezeki, jika tujuan memegang tanggung jawabnya dengan tujuan mencari uang/duit maka tidak akan mendapatkan ridho dari sang pencipta, sehingga dapat menjauhkan rezekinya. Namun pada dasarnya manusia sudah percaya bahwa rezeki itu dicari dan tidak datang dengan sendirinya.

Mari kita lihat, bagaimana manusia dengan secara semangat mencari uang dengan melalaikan tanggung jawab, maka hasil uang/duit yang didapatnya akan cepat habis seperti es yang meleleh, ada saja masalah yang muncul, mengapa demikian? Jawabannya karena dalam mencari uang tidak dapat ridho dari sang pencipta, tetapi sebaliknya jika manusia mencari uang/duit tanpa melalaikan tanggung jawab maka hasil uang/duit yang didapatnya akan menjadi keberkahan tersendiri karena mendapatkan ridho dari sang pencipta dan tanpa disadari rezeki itu akan datang dari mana saja tanpa manusia sadari.

Dalam melaksanakan tanggungjawab contohnya dalam ibadah sholat, jika manusia benar-benar melaksanakan sholat dengan penuh keikhlasan maka akan mengahasilkan kekhusyuan yang luar biasa, karena jiwa-pikiran-qolbu bersatu kepada sang pencipta, sehingga menghasilkan kebahagian tertinggi artinya kebahagiaan manusia mampu menerima ujian apapun karena menganggap ujian itu untuk melatih kesabaran menuju hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Setiap ujian yang didatangkan dari sang pencipta bagian dari pada saat manusia memegang tanggung jawab yang diberikan oleh atasan/pimpinan. Marilah kita sebagai manusia berusaha, jangan bermain-main dengan sebuah tanggung jawab, karena merupakan hubungan manusia dengan Ilahi sang pencipta. Sekali kita melalaikan tanggung jawab tanpa ada usaha untuk memperbaikinya maka manusia harus siap menanggung setiap balasan yang diberikan di dunia dan akhirat, karena melalaikan tanggung jawab sama dengan menzholimi orang lain dan diri sendiri, sebaliknya jika manusia dapat memegang tanggung jawab penuh keikhlasan maka akan mendatang rezeki penuh keberkahan dunia dan akhirat. Ingat…! Kita hidup untuk orang lain yang merupakan bagian dari sedekah di dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami