MUTIARA HIKMAH (54) 22 TAHUN PERJALANAN RUMAH TANGGAKU PENUH TANTANGAN

Oleh : Marolah Abu Akrom

Tidak terasa tepat hari ini Ahad, 26 September 2021 bersamaan dengan hari ulang tahun media SinarLIMA yang ke 27 adalah hari yang sangat bersejarah bagi diri saya dengan istri tercinta yang bernama Fakhrunnisa yaitu 22 tahun mengarungi bahtera rumah tangga dengan segala suka, duka, pahit, manis, getir dan lain sebagainya bercampur menjadi satu dengan berbagai macam tantangan dan ujian di dalamnya.

Bila melihat usia 22 tahun menjalani kehidupan rumah tangga boleh dikatakan waktu yang cukup lama. Ternyata menjalani kehidupan dalam rumah tangga bukanlah hal yang mudah, perlu adanya sikap dewasa dan bijaksana dalam menghadapi berbagai problematika yang datang silih berganti. Alhamdulillah kami bisa mempertahankan keutuhan rumah tangga hingga 22 tahun dan kami bertekad untuk terus menjaga hingga kematian itu tiba.

Bisa saja orang lain menilai kami adalah rumah tangga yang harmonis dan hampir tidak pernah menunjukkan adanya masalah baik kepada keluarga atau teman-teman dekat. Tetapi sesungguhnya dalam berumah tangga itu ada saja sikap-sikap diantara kami yang tidak sepaham dalam suatu urusan dan cendrung mau menang sendiri. Beruntung kami selalu berusaha dengan segala daya upaya untuk segera menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara baik dan pada akhirnya kami saling memaafkan dengan hati yang lapang.

Apalagi dengan kultur budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda, saya dari Lombok dan istri dari Cirebon, tentu di awal-awal pernikahan perlu beradaptasi dan menjadi tantangan tersendiri yang cukup menyita pikiran dan sikap dalam tindakan. Semua tantangan ini dapat kami atasi karena dilandasi nilai-nilai agama yang telah kami pelajari dari kecil. Istri saya dari kecil rajin mengaji di daerah tempat tinggalnya, kemudian setelah menginjak remaja melanjutkan pendidikannya yang di salah satu pondok yang terkenal yaitu Pondok Pesantren Al Quran Kempek, Cirebon. Rupa-rupanya istri saya dulu banyak mendapatkan bimbingan dari guru-gurunya tentang adab dalam berkeluarga, adab dalam berumah tangga dan adab dalam kehidupan bermasyarakat.

Saya sendiri dari kecil banyak menimba ilmu agama dari Ayahanda Amaq Mainah, kemudian melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren NW Pancor, Lombok Timur, NTB. Dengan bekal ilmu agama ini ternyata sangat berguna untuk membangun kehidupan rumah tangga yang sesuai dengan ajaran Al Quran surat Ar Rum ayat 21 yaitu tercapainya suasana yang sakinah, mawaddah warahmah. Walaupun sebenarnya belum benar-benar tercapai sesuai standarnya, tetapi seditaknya kami telah berusaha dan terus berupaya untuk menjadikan rumah tangga kami sesuai dengan konsep Al Quran tersebut.

Prinsip kami adalah berusaha saling mengalah bila ada hal-hal yang membuat kami semakin emosi. Kami berusaha untuk menyelesaikan apapun masalah dalam rumah tangga dan tidak akan menceritakan kepada siapapun termasuk kepada keluarga sendiri. Masalah sekecil apapun, tidak akan kami biarkan berlarut-larut, karena khawatir masalah yang kecil bisa menjadi besar. Apalagi masalah yang besar, maka secepat mungkin kami berusaha mengatasi dan mencari solusi yang terbaik untuk menyelesaikannya.

Kepada para pembaca media SinarLIMA tercinta, mohon doanya, semoga rumah tangga kami tetap terjaga keutuhannya, terpelihara keharmonisannya dan senantiasa diliputi limpahan barokah dari waktu ke waktu hingga akhir kematian yang Allah telah ditentukan. Aamiin.

Bekasi, 18 Shafar 1443 H/26 September 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami