Semarak Perayaan Puncak HULTAH NWDI ke-86 di Mesir; Perwakilan PCI Muhammadiyah Mesir dan PCINU Mesir Turut Hadir dan Memberi Selamat

sinar5news, Kairo—Perhelatan akbar hari puncak Hultah NWDI ke-86, yang diadakan oleh PwK NWDI Mesir berjalan sukses seiring ridho Allah swt. Momen bersejarah yang dirangkaikan dengan Haul Maulana Syekh yang ke-24 itu, diadakan di sekretariat KM-NTB Mesir yang bertempat di Mantiqah at-Thaminah, Kairo. 

Perayaan puncak Hultah NWDI Mesir ke-86 tersebut, direncanakan mulai pada pukul 16.00 WLK. Dengan diawali oleh pembacaan nasyid serta shalawat oleh grup hadrah Sidna Nabi, yang diketuai oleh Ahmad Muhajir berhasil memeriahkan fase pra acara. Hingga banyak tamu dan hadirin memenuhi ruangan, acara tersebut akhirnya secara resmi dimulai oleh Muhammad Zuriyati selaku pembawa acara. 

Shalawat serta salam mengawali rentetan acara pada sore hari mejelang petang tersebut. Sembari tidak lupa mempersilakan kepada Gubernur dan para senior KM-NTB, seperti TGH. Azwar Anas, Lc., Ust. Qosim Jailani, Lc., Dipl., Ust. Rapta Rizkan Faizi, Lc. dan para dewan Mustasyar dan sesepuh PwK NWDI di antaranya, TGH. M. Samsul Hadi, Lc., Dipl., TGH. Abdullah Fatih, Lc, Dipl., TGH. Abdul Karim Jailani, Lc., Ust. Sofyan at-Tsauri, QH., Ust. Hendro Apriyanto, QH, S. Sos,I., dan TGH. Abdul Syakur, Lc., Dipl. yang datang untuk menempati tempat yang telah disediakan oleh panitia.

Selanjutnya giliran pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an yang dibawakan oleh Udwa Ul-Haq, membuat tenang dan khidmat suasana seketika. Diikuti setelah itu dengan pembacaan shalawat Nahdhathain oleh Ust. Hendro Apriyanto yang menambah kekhusyukan acara. Setelah satu demi satu doa, shalawat dan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an dilantunkan, barulah kemudian pembawa acara beralih pada penyampaian kata sambutan, yang diberikan pertama kali pada Qutbi Khairuddin, selaku ketua panitia pelaksana acara HULTAH NWDI ke-86 tersebut. Dengan banyak mengucap syukur kepada Allah SWT dan permintaan maaf atas kekhilafan yang sempat terjadi selama acara, ketua panitia juga sedikit menjelaskan tentang acara HULTAH NWDI pada tahun ini yang menurutnya dibuat cukup berbeda dengan yang sebelumnya. Yaitu dengan menambah beberapa program baru sebagai rentetan dari HULTAH NWDI yang ada, seperti dibuatnya beragam perlombaan, baik dalam dan luar ruangan sebagai ajang olahraga serta menjalin silaturahmi antar mahasiswa, yang dibingkai dengan sebutan Ta’mir Hultah Outdoor dan Indoor. Serta juga diadakan Hiziban se-Timur Tengah, Dauroh ilmu Balaghah, lomba menulis opini, lomba cerdas cermat, ziarah makam Grand Syekh Azhar dan nonton bareng film dokumenter sejarah NWDI dari masa awal perintisan.

Sambutan selanjutnya disusul oleh Ust. Wahyudi Maulana Hilmi, Lc., selaku Ketua Tanfidziyah PwK NWDI Mesir. Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah menyampaikan, rasa terimakasih sebesar-besarnya atas banyak bantuan dan dukungan yang datang silih berganti selama acara, dan memuji kesediaan para tamu undangan dari beragam organisasi kekeluargaan dan afiliatif yang berkenan menyempatkan diri hadir bersama pada momen itu. Kemudian, alasan dipilih tema HULTAH NWDI ke-86 juga dijelaskan, dengan mengatakan bahwa tema “Cinta Teguh pada Agama, Cinta Kokoh pada Negara” diambil berdasar kepingan dari syair Maulana Syekh dalam sebuah karyanya, yang hal itu ternyata memiliki makna besar dengan kemerdekaan dan perjuangan yang diikhtiarkannya. Sehingga dengan mengambil tema itu, diharapkan dapat menjadi teladan bagi semua untuk bisa bersama cinta dan berjuang demi agama dan negara. 

Lalu, beranjak pada pembicara selanjutnya, yaitu Ahsanul Ulil Albab, selaku Presiden PPMI Mesir. Dalam penyampaiannya, Presiden PPMI memberikan apresiasi yang besar kepada perjuangan NWDI pada usia yang sudah berusia 86 tahun masih bisa dirasakan manfaatnya sampai sekarang. Melihat usia yang sudah melebihi usia kemerdekaan Indonesia tersebut, lantas Bang Ahsan (sapaan akrab) mulai menceritakan awal mula bagaimana perjuangan para mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) ikut memperjuangkan kemerdekaan. Hingga akhirnya orang nomor satu di organisasi pelajar Indonesia tersebut menarik sebuah kesimpulan bahwa, pada tahun 1920-1946 merupakan tahun-tahun perjuangan bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda. Hingga sangat mengapresiasi betapa besar perjuangan Maulana Syekh pada masa itu yang juga turut terjun berjuang bersama masyarakat.

Sehingga bergulir sesi tersebut dan diambil alih oleh TGH. Abdullah Fatih, yang bertindak sebagai semi moderator, untuk mencairkan suasana dan mempersilakan kepada perwakilan tamu undangan, untuk turut serta menyampaikan sambutan pada malam yang berbahagia tersebut. Dengan cekatan, perwakilan dari PCIM Muhammadiyah Mesir segera mengambil kesempatan tersebut dengan membicarakan tentang tema yang dipakai pada acara malam itu. Ust. Umair, Lc. menyampaikan bahwa, tema acara kita menggunakan kata cinta, yang berarti anjuran untuk mencintai terlebih dahulu, agar pekerjaan tersebut nantinya dapat terasa ringan dan menyenangkan. Kemudian dibarengi dengan kalimat apresiasi kepada Pwk NWDI Mesir atas acara yang telah berlangsung. 

Setelah itu, pengantar pengajian Hultah oleh Ketua Mustasyar PwK NWDI Mesir TGH. M. Samsul Hadi. Ada yang menarik dari sesi ini, lantaran dengan semangat, TGH. M. Samsul hadi segera mengambil mikrofon dan langsung menyampaikan sambutannya dengan berdiri. Hal itu sontak membuat kaget hadirin, lantaran sangat berbeda dari pembicara sebelumnya yang berbicara sambil duduk tetap tidak bergerak dari posisinya. Hingga sepatah dua patah kata tersampaikan, Ketua Mustasyar dalam pembicaraannya tidak lupa mengingatkan akan pentingnya rasa syukur kita atas terselenggaranya acara ini, “Dengan HULTAH NWDI ini, kita bersyukur sebesar-besarnya, karena selain besar jasanya, dengan adanya afiliasi khas dari Lombok ini, kita bisa merasakan nikmatnya tanawwuk (keberagaman) sekaligus berfastabiqul khairat untuk sama-sama memperjuangkan Islam.”

Barulah tiba pengajian Hultah dari KH. Ali Irham, Lc., Dipl., selaku senior dan tokoh Masisir dari afiliasi PCINU Mesir, yang juga menjabat sebagai dewan Syuriah di sana. Kang Ali, begitu sapaannya biasa dipanggil, banyak menjelaskan tentang kisah kesufian seorang sufi terkenal Ibrahim bin Adham bersama muridnya. Hal ini kiranya menjadi pelajaran yang ingin dibagikan bagi para hadirin lokasi, dengan menceritakan kisah ketaatan seorang murid pada gurunya, hingga dapat menghasilkan buah yang manis. Beragam faidah dari ketaatan dalam kisah tersebut beberapa kali diulang, sambil sesekali menyelipkan komedi dan sindiran dalam penyampaiannya. Hingga di penghujung kalam, Kang Ali menitipkan pesan agar selalu menjaga bahasa Arab agar menjadi percakapan sehari-hari antar mahasiswa Indonesia supaya dapat meningkatkan terus kemampuan kebahasaan para mahasiswa, serta kedua juga agar senantiasa memantapkan pengetahuan dan ilmu keaswajaan kita.

Hingga beralih pada sesi pemotongan nasi tumpeng, dan foto bersama para sesepuh dan tamu undangan. Lalu kemudian doa yang disampaikan oleh TGH. M. Azwar Anas, Lc. dan dipungkasi dengan pembacaan doa pusaka oleh Ust. Sofyan at-Tsauri, QH. sebagai rentetan penutup dari semarak perayaan HULTAH  NWDI ke-86 di Mesir pada tahun ini.

Arya Abdul Fattah

 

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami