KESAN MENGHARUKAN SEORANG SASTRAWAN HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY PADA HULTAH NWDI KE 86, “MAULANA SYAIKH SEBAGAI ULAMA DAN PUJANGGA ULUNG”

Pada acara tasyakkuran Hultah NWDI ke 86 yang dilaksanakan hari Ahad, 20 Muharram 1443 H/29 Agustus 2021 M, TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA memberikan kesempatan secara virtual kepada Habiburrahman El Shirazy, Lc, Pg.D untuk menyampaikan kesan/penilaian tentang syair-syair Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang ada di wasiat Renungan Masa. Perlu diketahui Habiburrahman El Shirazi adalah seorang novelis, penyair dan sastrawan terkenal yang memiliki banyak karya di Indonesia, bahkan karya-karyanya dikenal di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan, Australia, dan Amerika Serikat.

Kesan dan penilaian yang disampaikan tentang syair-syair Maulana Syaikh sungguh mengharukan dan menggetarkan hati, rasa-rasanya banyak yang menitikkan air mata mendengar pengakuan yang sangat tulus dan jujur tentang Maulana Syaikh dilihat dari berbagai tinjauan aspek. Inilah kesan dan penilaian dari Habibiburrahman El Shirazy, mari kita hayati dengan kejernihan hati dan kecerdasan akal yang sehat;

Pada momen penuh barokah ini, momen hari ulang tahun NWDI ke 86 sekaligus Haul Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang ke 24. Izinkan saya menyampaikan tahniah alfu alfi barokah, alfu alfi mabruk untuk seluruh keluarga besar NWDI. Juga wafi muqaddimah tentu kepada Al Mukarom ketua umum PB NWDI TGB Dr. KH. Zainul Majdi, MA dan kepada seluruh santri.

Sungguh beruntung para santri yang menimba ilmu dari telaga ilmu yang begitu jernih yang ditinggalkan oleh Maulana Syaikh Tuan Guru pancor, seorang ulama Rabbani sejati. Beliau adalah seorang mushlih dan seorang mujahid yang mesti jadi uswah Hasanah (suri tauladan) kita semuanya.

Sejarah hidup beliau dari kecil, remaja, perjalanan beliau mencari dan menimba ilmu sampai ke tanah Hijaz, kemudian pulang ke tanah air dan berdakwah di Lombok. Berlumus-lumus, berdarah-berdarah memperjuangkan agama Allah semuanya adalah suri tauladan yang indah. Beliau bukan hanya seorang ulama tapi beliau juga seorang cendekiawan ulung, seorang pendidik sejati, negarawan dan pahlawan nasional. Tidak hanya itu bahkan Beliau juga bisa kita katakan seorang filsuf, seorang pujangga dan seorang sastrawan.

Beliau adalah sastrawan besar, kalimat kalimat yang beliau ucapkan sangat indah dan penuh hikmah. Syair-syair beliau dalam wasiat renungan masa misalnya menjadi bukti nyata betapa kata-kata beliau itu berkilau cahaya bernas, jelas, Indah dan menggugah. Kita bahkan bisa menyandingkan wasiat renungan masa Maulana Syaikh dengan gurindam 12 nya raja Ali Haji yang legendaris itu. jika kita membaca wasiat renungan masa dengan teori interteks maka akan tampak bahwa wasiat renungan masa itu tampak seperti saripati pesan dari tauhid fiqih, tasawuf, etika, sosial dan fiqih kenegaraan bahkan fiqih peradaban. Contoh Maulana Syaikh menulis;

Hidupkan iman hidupkan taqwa

Agar hiduplah semua jiwa

Cinta teguh pada agama

Cinta kokoh pada negara

 Syair ini seolah-olah mensyarah bait lagu Indonesia Raya “bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia”. Seolah-olah berpesan kepada kita dan kepada bangsa ini bahwa kita semuanya bisa terbangun jiwa kita, kalau kita menghidupkan iman kita, menghidupkan taqwa kita. Dengan iman dan takwa yang hidup terwujudlah cinta teguh pada agama dan cinta kokoh pada Negara. Sungguh syair yang dahsyat dan tentang kebangkitan Islam beliau juga berpesan dalam wasiat renungan masa;

Berikan andilmu kepada Islam

Di abad bangkitnya seluruh imam

Iman taqwa jadikan Imam

Menghadap Ka’bah Masjidil haram

Kalau di Sarah akan panjang lagi. Hadza wa astaghfirullaha li walakum, wallahul muwaffiq ila aqwamith Thariq wahuwall haadi ilaa sabiilirrayad. (Amr/Redaksi)

Bekasi, 21 Muharram 1443 H/30 Agustus 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami