KELEBIHAN-KELEBIHAN BERMUSYAWARAH Oleh : M. Nasrin (Santri MDQH NW Anjani)

Musyawarah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pembahasan bersama dengan maksud mecapai keputusan atas penyelesaian masalah.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijabarkan bahwa musyawarah itu dilakukan apabila ada suatu masalah yang terjadi di tengah-tengah kehidupan dan mendapatkan suatu keputusan yang disepakati, sehingga masalah itu segera dapat diselesaikan dengan baik.

Menurut hemat penulis ada beberapa kelebihan-kelebihan dari bermusyawarah;

1. Ajang untuk bersilaturrahim

Diantara kelebihan bermusyawarah adalah sebagai ajang untuk bersilaturrahim dengan keluarga/teman/pimpinan dalam suatu lembaga/komunitas tertentu. Dengan kita bermusyawarah akan terjalin silaturrahim yang begitu erat antara yang satu dengan lainnya, sehingga akan timbul rasa saling mencintai dan menyayangi di tengah-tengah kehidupan.

2. Menguatkan tali persaudaraan

Dengan kita bermusyawarah maka secara otomatis tali persaudaraan itu akan semakin kuat, karena masing-masing peserta melakukan suatu interaksi yang sangat bagus, dimana mereka dapat saling memandang, melempar senyum, bersalaman, berdiskusi dari hati kehati dan saling mendukung dalam semua kesepakatan yang telah diputuskan.

3. Menghargai pendapat orang lain

Dalam bermusyawarah tentu akan ada silang pendapat antara yang satu dengan lainnya dengan berbagai macam argumentasi sesuai dengan keyakinan dan prinsip hidup yang dipegang selama ini. Apapun pendapat orang dalam bermusyawarah hendaknya ada sikap saling menghargai dan tidak boleh saling menjatuhkan dengan kalimat-kalimat yang buruk. Karena tujuan utama dari musyawarah itu mencari suatu kesepakatan untuk kebaikan hidup bersama.

4. Apapun bentuk masalah dapat diselesaikan dengan baik

Inilah diantara kelebihan yang sangat nyata kita rasakan, bahwa dengan musyawarah segala bentuk masalah dapat terselesaikan dengan baik. Masing-masing peserta akan mengajukan berbagai usulan/pendapat guna menyelesaikan masalah yang dialami. Makin banyak pendapat yang diajukan, maka makin banyak alternatif yang bisa disepakati untuk keluar dari maslah tersebut. Maka pantaslah Nabi bersabda dalam suatu haditsnya bahwa tidak menyesal orang yang selalu bermusyawarah dan tidak rugi orang yang shalat istikharah;

مَا خَابَ مَنِ اسْتخَارَ وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ

“Tidak rugi orang yang istikhararah, tidak menyesal orang yang musyawarah dan tidak miskin orang yang hemat”. (HR. Thabrani)

5. Menyelamatkan diri dari sikap kesewenang-wenangan

Dengan bermusyawarah, maka akan selamatlah dari sikap kesewenang-wenangan berupa kezaliman yang dilakukan olah diri kita atau orang lain. Ketika ada suatu kesepakatan yang diambil, maka terpecahkanlah segala masalah yang ada. Ibarat bisul yang sudah mencapai klimaks sakitnya, kemudian bisul tersebut pecah dengan mengeluarkan nanah dan darah kotor, tentu bagi orang yang mengalami sakit bisul akan merasakan enteng dan rasa sakit yang diderita selama ini menjadi berkurang dan sembuh dalam waktu yang cepat.

Berdasarkan kelebihan-kelebihan yang didapatkan dalam bermusyawarah, maka mari kita budayakan untuk selalu bermusyawarah terutama dalam mengatasi masalah-masalah berat di tengah kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Hal ini sesuai dengan amanah yang diajarkan oleh Al Quran surat Ali Imran ayat 159 dan sesuai pula dengan Pancasila dan UUD 1945 yang berlaku di Negara kita.

Cirebon, 6 Muharram 1443 H/15 Agustus 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami