MUTIARA HIKMAH (54) MEMAKNAI DOA AWAL TAHUN BARU ISLAM

وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّـارَةُ بِالسُّوْءِ وَاْلإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه وصحبه اجمعين

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.

Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Hanya atas anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, teman-temannya dan bala tentaranya. Kami memohon pertolongan untuk dapat mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan dan sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarganya dan sahabatnya.

Doa awal tahun ini dibaca setelah shalat magrib sebanyak tiga kali, biasanya dibaca secara berjamaah di masjid, mushalla, pondok pesantren dan tempat-tempat tertentu yang memungkinkan. Apabila kita mau menelaah dengan seksama makna-makan doa awal tahun ini, maka ada beberapa permohonan yang dapat kita ajukan kepada Allah SWT yaitu;

1. Dengan sifat Allah yang abadi, dahulu, awal, agung dan dermawan kita memohon agar kita dilindungi oleh Allah dari godaan setan.

Musuh kita yang nyata sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 208 adalah setan. Setan itu akan terus melancarkan godaannya agar manusia terjerumus kedalam kesesatan. Banyak manusia terpedaya oleh manisnya bujuk rayuan setan. Ketika manusia mau berbuat baik dan beribadah kepada Allah, maka setan dengan segala cara dan dari semua arah akan berusaha menggagalkan keinginan kita berbuat baik/beribadah. Dibisikkan ke dalam hati kita, supaya meninggalkan perbuatan baik yang akan kita lakukan dan menggantinya dengan perbuatan yang sia-sia (tidak bermanfaat).

Sadarlah bahwa perangkap setan itu sangat berbahaya, dibuat rasa enggan untuk berbuat baik, dibuat rasa malas kita beribadah dan dibuat rasa tidak betah melaksanakan ketaatan kepada Allah. Sesuatu yang benar dikatakan salah, sesuatu yang salah dikatakan benar. Demikianlah setan membolak balikkan segala sesuatu, baik itu aturan, hukum, ketetapan dan lain-lain.

Ternyata setan dalam menggoda manusia tidak sendirian, diajak teman-temannya dari bangsa jin yang kafir, juga pasukan-pasukan iblis mengepung umat manusia agar tersesat dan menyimpang dari ajaran agama yang lurus. Karena demikian dahsyatnya tipu daya setan ini rasa-rasanya tidak mungkin dapat kita kalahkan dengan kemampuan kita yang terbatas ini. Maka memasuki tahun baru ini, kita benar-benar memohon kepada Allah agar dilindungi dan dimenangkan melawan setan-setan itu. Jangan sampai setan memperbudak kehidupan kita, sehingga kehidupan kita menjadi rusak, kacau dan berantakan.

2. Dengan sifat Allah yang abadi, dahulu, awal, agung dan dermawan kita memohon pertolongan kepada Allah agar mampu mengalahkan hawa nafsu ammarah.

Dalam diri manusia ada nafsu yang sangat ganas melebihi binatang buas yaitu nafsu ammarah. Nafsu ammarah itu kekuatan jahat yang ada pada diri manusia dan ini sangat berbahaya bila tidak dapat ditundukkan. Nafsu ammarah ini senantiasa mendorong untuk berbuat keburukan dan sedikitpun tidak ada keinginan untuk menghentikannya. Nafsu ammarah ini timbul karena buruknya sifat manusia dan tidak mau menghiasinya dengan sifat-sifat yang terpuji.

۞وَمَآ أُبَرِّئُ نَفۡسِيٓۚ إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيٓۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٥٣

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Maka dari itu mari kita berjuang mengalahkan nafsu ammarah ini dengan tidak memperturutkan keinginannya, kemudian kita bendung keberadaannya dengan akhlak-akhlak terpuji seperti sabar, ikhlas, taat, sopan, hormat, menghargai dan sifat-sifat terpuji lainnya. Disamping kita menghiasi diri dengan akhlak-akhlak terpuji, maka yang tak kalah pentingnya kita berdoa memohon kepada Allah agar hawa nafsu ammarah ini benar-benar dapat ditundukkan dan dikalahkan memasuki tahun baru ini. Karena inilah hakekat tahun baru Islam yaitu dapat merubah hal-hal yang buruk dalam diri kita karena dikendalikan nafsu ammarah, menuju nafsu muthmainnah yang senantiasa menghiasi diri dengan akhlak-akhlak yang terpuji.

3. Memohon kepada Allah agar sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya.

Pada tahun yang lalu mungkin diantara kita lebih banyak membuang-buang waktu dengan amal-amal yang sia-sia seperti nongkrong-nongkrong, membicarakan kejelekan orang, berbuat maksiat dan lain-lain. Maka memasuki tahun baru ini, mari kita berusaha menyibukkan diri dengan segala bentuk amal saleh yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Shalatlah tepat waktu, perbanyak bersedekah, perbanyak puasa sunnah dan berusahalah untuk bangun shalat tahajjud pada sepertiga akhir malam. Mari kita berdoa memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan untuk istiqomah melakukan segala bentuk amal saleh yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya.

Bekasi, 2 Muharram 1443 H/11 Agustus 2021 M

Penulis : Marolah Abu Akrom

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami