CERPEN (16) TURKISH KEBAB OLEH : ABDUL QUDDUS AL MAJIDI (SISWA SEKALIGUS SANTRI SMA NAHDLATUL WATHAN JAKARTA)

Di suatu sore, adikku menangis. Ia ingin dibelikan kebab Turki. Aku merayu adikku supaya jangan sering beli kebab. Soalnya takut jadi pemborosan. Belakangan ini, kami sering membeli makanan di warung, dan sekarang pengen beli kebab. Dasar!

“Ayah, beli kebab…” Rayu adikku namanya Lidia.
“Iya, bentar lagi ya sayang.” Kata ayah.
“Eh Lidia, jangan jajan mulu!” Aku lagi makan sup kacang hijau di ruang tamu.
“Ayo AA, ikut beli sama ayah.”
Lidia… Jajan mulu kau. Sekali-kali gak jajan gapapa lah, aduh Lidia…
Batinku.

“Ayo Lidia, kerjaan ayah udah selesai. Mau dibeliin kebab gak? Ayo cepet!” Sambil menyalakan motor, ayah mengajak Lidia siap-siap untuk berangkat.
“Ayo cepet AA, ikuuuttt.” Adikku tak sabaran. Sebenarnya aku tak mau ikut nih. Malas, mendingan makan bubur kacang hijau aja.
“Gak ah, mlz.”
“Yaudah kalo gak mau dibeliin kebab.” Ancamnya yang membuatku terpaksa ikut beli. Aku, Lidia dan ayah berangkat ke tukang kebab dekat sekolah adik.

“Enak banget A.”
“Enaklah, masa engga.”
“Berapa bang harga dua kebab?” Tanya ayahku.
“18 ribu.”
“Yuk balik Lidia, jangan makan disini. Ayo yah, kita pulang!” Kataku.
“Ayo!”

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami