CERPEN (15) THE DREAM HUNTER Oleh : Abdul Quddus Al Majidi (Siswa Kls 10 SMA NW Jakarta Dan Santri Ponpes NW Jakarta)

Pada saat ini, aku telah melalui banyak hal yang tidak terduga. Seperti dikejar oleh sesuatu yang sangat menyeramkan, ataupun yang sangat menyenangkan. Tentu saja, semua orang pasti mau harapannya dikabulkan. Terkadang, Sang Pencipta tidak mengabulkan cita-cita kita. Layaknya ombak, terombang-ambing dalam kesusahan demi menggapai tujuan hidup masing-masing. Tentu saja, semua ini hanyalah mimpi yang penuh misteri.

Bahkan, belakangan ini aku pernah bermimpi menjadi orang sukses. Hanya sekedar mimpi indah di malam hari. Saat itu, aku melihat diriku menang tingkat nasional pada suatu turnamen. Aku sangat senang mendapatkan medali yang sangat berharga. Kugenggam medali itu, dan berucap dalam hati ini, ‘akhirnya perjuanganku selama ini gak sia-sia.’ Aku kalungkan medali di leherku dan terlihat banyak orang yang memberikan pujian.

“Alhamdulillah, eh Briant, saya menang lomba lho. Keren kan saya?” Sangat menyenangkan. Tanpa disadari, aku terbangun dan menggenggam pada tangan kananku kekosongan. Kulihat tanganku seolah-olah memegang medali, padahal tidak ada apa-apa di tangan kananku. Ternyata, hanya mimpi.

Sering sekali terjadi hal seperti ini. Mempunyai impian yang tinggi, tetapi tidak tercapai. Pernah juga sih, beberapa impianku tercapai. Tapi kadang-kadang, mimpi kita tak selalu berada di atas. Padahal, sudah kukorbankan  waktu mainku. Kualihkan dengan belajar dan terus belajar. Bermimpi menjadi orang yang berjaya. Tetapi, pertanyaanku yang sampai sekarang masih kupikirkan adalah “Kapan semua itu terwujud?”

Aku membuat kesimpulan, bahwa jika kita memiliki impian dan cita-cita yang tinggi, maka jangan menyerah dan berhenti! Kalau masih penasaran dengan impian kita, kejarlah ia selagi bisa. Walaupun peluang yang kita miliki dibawah angka desimal nol. Walaupun misalkan ingatan kita lemah, belajar gak paham-paham, demam panggung, dan lain-lain, maka perjuangkanlah! Gak ada ruginya orang menuntut ilmu. Insya Allah, jika kita tak bisa mencapai impian, setidaknya ada hikmah nyata yang bisa dipetik dari perjuangan yang sudah diperjuangkan. Mendapatkan cucuran keberkahan dari guru-guru yang telah mengajari kita selama ini.

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.” Aku mulai mengerti maksud dari perkataan Ir. Soekarno selaku presiden pertama RI. Maksudnya, jika kita sudah berusaha sekuat tenaga meraih cita-cita, tetapi tidak tercapai, maka kita akan jatuh di antara bintang-bintang. Maksudnya, Allah SWT pasti akan memberikan sesuatu yang lebih baik lagi. Misalnya gak bisa jadi pemenang internasional, minimal menang lomba sekampung. Intinya, kalau sudah bersusah-payah mencapainya, setidaknya kita sudah berguna bagi masyarakat sekitar. Sang Pemburu Impian it’s Me.

 

 

 

 

 

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami