Kajian Subuh jum’at Masjid Nurul Iman Mispalah Praya Oleh Tgh Muhammad Thahir Azhari QH

Ada sebuah kalimat emas dalam bahasa Arab yaitu عش كريما او مت شهيدا

(Hiduplah mulia atau mati syahid) .
Kalimat ini intisari dari sebuah hadis Nabi Saw.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَأَى عَلَى عُمَرَ قَمِيصًا أَبْيَضَ فَقَالَ: (ثَوْبُكَ هَذَا غَسِيلٌ أَمْ جَدِيدٌ؟) قَالَ: لَا، بَلْ غَسِيلٌ. قَالَ: ( الْبَسْ جَدِيدًا، وَعِشْ حَمِيدًا، وَمُتْ شَهِيدًا ).Dari
Ibnu Umar, bahwa Rasulullah, sallallahu alaihi wa salla melihat umar memakai pakaian putih lalu beliau bersabda padanya: “Pakaianmu ini lama atau baru?”
(Umar menjawab) “sudah lama.” Beliau bersabda : “Pakailah yang baru, hiduplah terpuji, dan matinya dalam keadaan syahid). (HR. Ibnu Majah, Ahmad, dan At-Thabrani).

Orang-orang yang mulia hidupnya adalah orang-orang yang hidup dalam iman dan bertaqwa kepada Alloh SWT. Mereka berusaha untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang hamba Alloh dengan berbuat kebaikan dan kesolehan. Jadi walapun belum mampu berbuat sebagaimana orang yang sholeh akan tetapi ikutilah jamaah orang yang sholeh. Bergaullah bersama orang orang yang sholeh.

Ikutilah cara para shalihin. Minimal cintailah orang-orang yang sholeh agar kita mendapatkan keberkahan dari pancaran cahaya iman mereka. Maka insya Alloh, nanti Allah akan menjadikan hidup kita mulia.

Manakala kita membersamai orang yang sholeh maka lambat laun kita akan dibimbing oleh Alloh SWT untuk bisa berbuat dan beribadah sebagaimana ibadahnya mereka.

Tanda-tandanya orang-orang yang dimuliakan oleh Alloh SWT adalah dijadikan hatinya senang bersama orang yang sholeh. Maka yang diharapkan oleh kita adalah مت شهيدا atau mati dalam kemuliaan atau syahid dengan membersamai orang-orang yang sholeh.
Allah berfirman :
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

“Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa:69)
Dalam ikhtiar atau usaha kita menjadi orang yang sholeh atau setidaknya menjadi bagian dari para shalihin maka kita berusaha sekuat tenaga untuk mengerjakan berbagai ibadah sunnah setelah menjalankan tugas yang wajib atau fardhu. Wabil khusus mari kita berusaha untuk menghidupkan Qiamullail. Kalaupun tidak mampu panjang -panjang cukup dengan surat al Ikhlas.

Walaupun tidak mampu berdiri maka berusaha dengan duduk. asalkan kita dapat melaksanakan sesuai kemampuan dan jangan tidak sama sekali dalam hidup ini.

Kejarlah jatah kebaikan dan kesolehan yang Alloh SWT sediakan dalam ibadah-ibadah nafilah atau ibadah sunnah. Jangan menunggu kesempatan akan tetapi ciptakanlah kesempatan. Jangan tunda berbuat baik selama kita ada umur. Jangan menunggu waktu untuk berbuat kesholehan selagi masih sehat. Manfaatkan hidup kita di dunia ini untuk kesenangan hidup yang abadi kelak di akhirat.

Sebaik baik baik orang dalam hidup ini adalah orang yang mampu menciptakan kesempatan untuk berbuat kesholehan. Bukan menunggu kesempatan untuk berbuat kesholehan.

Masjid Nurul Iman Mispalah
18 juni 2021.
Disarikan oleh Ustadz Syamsul Wathani

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami