Khutbah Jumat Pelajaran Berharga Dari Doa Nabi Yusuf عليه السلام (Insya Allah disampaikan di Masjid Jami’ At-Taqwa Pancor Lotim Jumat 18 Juni 2021) Oleh : Habib Ziadi Thohir, M.Pd

الحمد لله الذي هدانا لهذا الدين القويم و خلقنا في احسن تقويم، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الذي أنزل الْقُرْآن العظيم ، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدًا عبده ورسوله ذو خلق كريم.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

أَمَّا بَعْدُ فَياَعِبَادَ اللهِ أُصِيْكُمْ وَإَيّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

Jama’ah Jum’at yang berbahagia…

Ucapan syukur sudah mestinya menjadi kalimat pembuka khutbah pada kesempatan siang kali ini. Syukur atas segala limpahan nikmat-Nya yang tak terhitung lagi jumlahnya. Selanjutnya, semoga shalawat dan salam selalu tersanjungkan kepada Nabi Muhammad saw. Beliaulah suri tauladan bagi setiap manusia.

Tak lupa pula, melalui mimbar Jum’at ini, khatib mewasiatkan kepada diri pribadi dan kepada jama’ah sekalian untuk selalu berupaya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SwT. Sebab taqwa adalah sebaik-baiknya bekal untuk kehidupan manusia selanjutnya setelah alam dunia yang fana ini.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Allah SWT merekam sebuah kalimat emas berupa ikrar sekaligus puncak harapan (raja’) Nabi Yusuf عليه السلام dalam Al Quran :

رَبِّ قَدْ اٰتَيْتَنِيْ مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِيْ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِۚ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنْتَ وَلِيّٖ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۚ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ

“Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang shalih.” (QS. Yusuf: 101)

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Tatkala Nabi Yusuf As. Memperoleh kekuasaan, mampu menta’bir mimpi, dikumpulkan kembali bersama keluarganya, memperoleh kedudukan yang prestisius di Mesir, sehingga orang-orang menilai bahwa beliau sudah mencapai puncak cita-citanya. Namun ternyata tidak. Harapan tertinggi beliau adalah berupa kalimat pamungkas dari ayat tadi, تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ
artinya “wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang shalih.”

Pucuk harapan Nabi Yusuf As itu adalah impian tertinggi orang yang berakal disertai ketundukan dan kepasrahan paripurna bahwa “Duhai Allah, Engkaulah Pelindungku dunia akhirat.” Di mana perkara ujung kehidupan adalah perkara besar. Ia adalah konklusi amal dan akumulasi hari-hari yang kita lalui. Dengannya akan diketahui kemana muara kehidupan di alam keabadian dan seperti apa balasan yang akan diterima. Sebab, bukan perkara gampang wafat dalam keadaan Muslim dan berkumpul bersama para shalihin.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Syaikh Wahbah Az Zuhaily menjelaskan maksud ujung doa tadi yaitu lestarikan akidah Islam pada diriku dan teguhkanlah hatiku di atasnya hingga Engkau mewafatkanku dalam keadaan berpegang teguh padanya. “Permohonan ini bukanlah doa permintaan agar kematian dipercepat untuknya “dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shalih”, dari kalangan para nabi yang berbakti kepadaMu dan orang-orang yang terbaik lagi terpilih.

Akidah merupakan urusan spesial dan paling krusial.
Urusan dunia memang penting. Tapi Akidah atau keyakinan jauh lebih penting dan genting. Sebab, Keimanan ini yang kita harus bawa selama hidup hingga mati mati.

Banyak orang yang melampaui target kehidupan duniawinya, namun di akhirat tidak memperoleh apapun:
فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ
…Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.” (QS. Al Baqarah: 200)

Ada pula yang berhasil memperoleh jabatan tinggi, istri cantik molek, rumah, bahkan istana yang luas, namun meninggal dalam keadaan tidak beriman. Ada pula yang memperoleh ketenaran, dan kemasyhuran, sehingga memiliki banyak follower dan subcriber, namun keterkenalan dan pengikut yang banyak itu tidak menjamin dirinya bisa selamat di akhirat. Sebab sajian dan konten yang dibuatnya bukan mengajak kepada kebaikan apalagi perbaikan.

Bila seseorang meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada Allah dan RasulNya; maka harta, tahta, pengikut setia, dan symbol kebesaran dunia itu tidak bisa mengangkat dan menyelamatkannya. Kemuliaan dunia itu tidak bisa menjaganya. Kekuasaan dan bawahannya tidak mampu membelanya. Tidak pula kerabat yang bisa mensyafaatinya.
Firman Allah Taala :

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka, (dan) mereka kekal di dalamnya.” (QS. Ali Imran: 116)

Itulah mengapa Nabi Yusuf As mengajarkan kita bahwa puncak harapan itu adalah menutup mata dan meninggalkan dunia ini dalam keadaan Muslim dan kelak dihimpun bersama para pendahulu kita yang shalih. Ini adalah cita-cita terbesar dan kebahagiaan yang hakiki lagi abadi. Jika seorang Nabi dan Rasul seperti Nabi Yusuf As saja senantiasa melantunkan doa pamungkas ini, maka lebih sepantasnya kita sebagai manusia biasa membiasakan diri berdoa dengan doa beliau. Berharap pula seperti harapan beliau.

Boleh sekali kita berhajat dan berdoa untuk target jabatan tertentu, posisi strategis, atau capaian dunia yang prestisius. Namun jangan lupakan doa Nabi Yusuf ini. Doa dari seorang pribadi yang sudah khatam dan komplit ujian hidupnya. Sudah pernah sempurna duka sekaligus bahagianya.

Nabi Yusuf juga mengajarkan kita agar Husnul Khatimah. Indikator lainnya dari seorang yang husnul khatimah apabila ia dimudahkan mengerjakan kebaikan di akhir-akhir hayatnya.
Sabda Rasul Saw :

‏”‏ إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ ‏”‏ ‏.‏ فَقِيلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ ‏”‏ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ‏” ‏”

” Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal. Para sahabat bertanya; Bagaimana membuatnya beramal? beliau menjawab: Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Bapak Maulanasyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid menggambarkan bagaimana ulama berdoa dan mengarang bait-bait indah tentang impian dan cita-cita Muslim yang hakiki. Dalam Hizib Nahdlatul Wathan, beliau menukil
bait-bait lantunan Syaikh Habibullah al-Syanqity

يَارَبّــــنَا نَسْــــــــــأَ لُكَ الشَّـــهَادَةْ * وَجَنَّتَ الْفِـــــــــرْدَوْسِ وَالـــــزِّيَادَة

Tuhan !! kami mohon pada-Mu, mati sebagai syahid dan syurga firdaus * Serta menatap wajah suci dan kudus

فَلْتُعْــــــــــطِنَاذَاكَ مَـــــعَ الْإِفَــادَةْ * فِيْ هٰذِهِ الدَّارِبِخَــــرْقِ الْــــــــــعَادَةْ

Juga, berilah kami daya dan guna, berbeda * di atas biasa rata-rata manusia

وَكُلَّ مَانَـــــرْجُـــــــــوْهُ مِنْ إِفَادَةْ * وَنِـــعَمَةٍ مَــــــــعْ لَـذَّةِ الْعِــــــــــبَادَةْ

Dan (berilah kami) segala hikmat dan nikmat yang kami damba * Serta nikmat ibadah yang utama

وَالْخَــتْـــمَ بِالْإِيْــــمَانِ وَالسَّــعَادَةْ * جِوَارَمَنْ اَعْطَيْتَــــــهُ السِّــــــــــيَادَةْ

Tuhan !! Tutuplah usia kami dalam iman, dan beri kami kebahagiaan * Bersama yang Engkau beri kemuliaan (kekuasaan dan ketauladanan)

مُحَمَّدٍذِى الطَّلْعَــــــةِ الْـــــــوَقَّـادَةْ * بِالنُّــوْرِوَلْأٰلِ الْكِــــــــرَام الْــــــقَادَةْ

Yaitu Nabi Muhammad pemandang cemerlang laksana sinar * dan keluarganya yang mulia dan penuntun di jalan benar

صَلّٰى عَلَيْــــهِ اللهُ مَـــنْ أَفَــــــادَةْ * بِــــــــعِزِّالْإِسْــــــــرَاءِمَـــتَى أَرَادَةْ

Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada penerima rahasia * dan hikmat keagungan Isra’ atas kuasa dan kehendak-Nya.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah.

Selain berusaha dengan segenap amal saleh untuk mencapai husnul khatimah, kita juga harus selalu berdo’a agar Allah mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah pula.

Akhirnya, semoga kita menjadi hamba Allah yang berhasil dalam mempersiapkan kehidupan kita, yang mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. dan Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang wafat dalam keadaan muslim dan berkumpul bersama para shalihin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami