Dakwah TGB (82) *MEMPERBAHARUI IMAN DAN ILMU* (Pengajian Silaturrahim Pendidikan vol:1)

Oleh: Abah_Rosela_Naelal_Wafa
Acara Pengajian Silaturrahim Pendidikan Keluarga Besar YPH PPD NWDI Pancor bersama syekhona TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA pada hari Sabtu, 17 Syawal 1442 H./29 Mei 2021 M. berjalan lancar dan khidmat.

Pengajian tahunan ini dihadiri oleh para masyaikh, asatiz dan thullab-thalibat Ma’had Darul Qur’an wal Hadits (MDQH) NWDI Pancor. Banyak hal yang disampaikan oleh syekhona TGB kepada para murid-muridnya, seperti taujihat, motivasi dan pesan-pesan kebaikan.

Di hadapan ratusan thullab-thalibat yang hadir, syaikhul masyaikh MDQH tersebut meminta mereka untuk kembali menyegarkan semangat dalam perjuangan dan menuntut ilmu, sebab hal-hal baik dalam kehidupan tak bisa dibiarkan begitu saja tanpa dirawat.

Ulama yang pernah menjadi Gubernur NTB (2008-2018) itu mencontohkan dengan tanaman. Sebagus apapun bibitnya, tanaman tersebut tetap butuh perawatan. “Semua hal-hal baik dalam diri kita perlu untuk dirawat dan disuburkan.” Katanya mengingatkan.

Memang sejatinya demikian. Kita pun sangat mengetahui, bahwa rumah saja, bila tak dirawat secara betul dan benar, apalagi tak peduli untuk memperbaharuinya, sebagus apapun bangunannya, akhirnya akan rusak juga. Selain rumah, motor pun demikian. Pokoknya, semua butuh perawatan dan pembaharuan sehingga ia bisa lebih segar.

Apa lagi hal-hal kebaikan yang paling pokok dan mendasar dalam hidup kita seperti iman. Nabi Muhammad saw. sendiri menyuruh kita aktif memperbaharuinya, جددوا إيمانكم بلا إله إلا الله محمد رسول الله “Perbaiki iman kalian dengan kalimat syahadatain”.

Selain memperbaharui iman dengan syahadatain, syekhona TGB menyebutkan, iman mesti diperbaharui juga dengan ilmu. Semangat memperbaharui iman dengan cara kedua inilah yang bisa dipetik dari “sunnatan hasanatan” (tradisi baik) yang ditinggalkan al-Magfurulah Maulana Syekh berupa silaturrahim rutin setiap tahun semisal acara saat ini.

Merawat dan memperbaharui semangat “thalabul ‘ilm” dengan acara model seperti ini, sangat efektif bagi santri setelah mereka libur panjang, pulang kampung, ziarah ke orang tua, bertemu sanak keluarga dan masyarakat di tempat tinggal mereka masing-masing. Inilah esensinya acara semisal ini, selain dari berucap “minal aidin walfaizin” (saling memaafkan).

Mentajdid semangat menuntut ilmu semacam demikian, sangat penting. Sehingga waktu dan kesempatan yang dimiliki para thullab dan thalibat bisa dimaksimalkan alias tak disia-siakan. Terlebih, mereka sedang menjalankan takdir bisa menuntut ilmu di tempat yang sangat berkah dan bersejarah semisal di Pancor Lombok Timur.

Berada dan menuntut ilmu di bawah naungan al-Abrar yang dahulu menjadi markas pusat sekaligus kebanggaan Maulana Syekh dalam mentransfer ilmu kepada ribuan muridnya sampai mereka bisa menjadi tokoh dan ulama, maka sudah cukup menjadi bukti akan keberkahannya tempat ini, yang harus benar-benar disyukuri.

Demikian pula sejarah lembaga pendidikan Darunnahdlatain NWDI Pancor ini. Ia merupakan akumulasi dari pintalan sejarah yang panjang. Keberadaannya bukan terbentuk semalam, atau pun dengan modal uang yang banyak, tetapi ia menjelma dengan perjuangan Sang Maulana sepanjang hayatnya, bahkan mungkin sebelum itu telah didahului dengan doa dari para pendahulunya.

“Nilai dari tempat menuntut ilmu ini, tidak hanya dari apa yang kita saksikan hari ini, tapi apa yang dicatat oleh sejarah.” Kata ulama yang masih aktif sebagai ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar cabang Indonesia tersebut.

Saksi nyata akan kebenaran narasi di atas, bisa kita saksikan dengan keberadaan pusara Maulana yang tak pernah sepi dikunjungi setiap hari, dan negara pun tak luput menyematkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya.

Walau tentu kedua hal tersebut, sama sekali pasti tidak menjadi tujuan Maulana Hamzanwadi, tetapi –paling tidak– para santri bisa belajar untuk menumbuhkan semangat mengisi hidup dengan ilmu.

“Maulana syekh حياته حافلة بالعلم والتقى kehidupan beliau penuh dengan ilmu dan bakti. Mudah-mudahan kita bisa mewarisi. Amiin ya rabbal alamin.” Demikian doa syekhona TGB al-Hafidz.

Wa Allah A’lam!

PP. Selaparang, 30 Mei 2021 M.

 

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami