NGAJI KEBANGSAAN (4) PENJABARAN SILA KE 3 “PERSATUAN INDONESIA”

Diantara nikmat yang besar di muka bumi ini adalah adanya hidup dalam persatuan antar sesama manusia dalam suatu Negara yang sudah didirikan oleh para tokoh pendahulu mereka. Bila mereka bersatu tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghancurkan Negara tersebut. Bahkan dengan persatuan akan dapat meraih segala kemajuan dan kesuksesan di segala bidang seperti bidang hukum, pendidikan, kesehatan, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam salah satu pepatah inggirs; “Coming together is a beginning; keeping together is progress; working together is success.” — Henry Ford (Bersatu adalah awal; menjaga untuk bersama adalah kemajuan; bekerja bersama adalah kesuksesan). Dalam pepatah orang tua kita zaman dahulu juga sering kita dengar “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Dalam Al Quran sendiri terdapat ayat memerintahkan kita untuk selalu bersatu dan dilarang melakukan segala sikap yang dapat tercerai berainya persatuan dan kesatuan yang sudah terbina selama ini. Perhatikan ayat berikut;

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Ali Imran 3 : 103)

Coba kita perhatikan ayat tersebut dengan sangat tegas memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada ajaran agama kita yang lurus dan melarang melakukan sikap-sikap yang dapat mencerai beraikan hubungan persaudaraan diantara kita dalam keadaan apapun. Maka sangat tepat sekali para pendahulu kita merumuskan Pancasila pada sila yang ke tiga yaitu Persatuan Indonesia.

Negara Indonesia yang sangat luas dan besar ini hendaknya kita rawat dan jaga sampai kapanpun, jangan sampai tercerai berai dan hancur karena perilaku penduduknya yang tidak mengutamakan hidup dalam persatuan. Ketahuilah bahwa menurut data dari Sumber Belajar Kementerian Pendidikan Kemdikbud, disebutkan luas Indonesia seluruhnya 5.193.250 km². Rinciannya luas daratan Indonesia adalah 1.919.440 km². Sedangkan luas lautan sekitar 3.273.810 km². Terdiri dari 17.504 pulau. Ada lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia, atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010.

Untuk dapat mengamalkan sila ke tiga dari Pancasila ini agar terbina persatuan di seluruh Indonesia, sehingga terjaga dan terpelihara tanah dan Negara kita maka perlu kita jabarkan butir-butir nilainya sebagai berikut;

1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Setiap warga Negara yang tinggal di bumi Indonesia mesti mampu sekuat tenaga untuk menempatkan persatuan dan kesatuan dengan sungguh-sungguh. Persatuan dalam upaya meraih cita-cita mulia menuju bangsa yang besar, hebat dan bermartabat, sehingga Negara luar menghargai bangsa kita. Segala kepentingan untuk kebaikan dan keselamatan bangsa mesti diletakkan untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi dan golongan yang dibelanya.

2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa.

Setiap warga Negara menyatakan diri dengan sepenuh hati untuk siap dan sanggup melakukan apa saja, bahkan rela berkorban dengan harta, tenaga dan jiwa demi kepentingan Negara dan bangsa menuju persatuan yang abadi, terbinanya keutuhan bangsa dan terjalinnya kebersamaan yang harmonis dan dinamis dalam bingkai NKRI yang kita kita cintai.

3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

Setiap warga Negara mesti mengembangkan semangat rasa cinta yang mendalam kepada tanah air dan bangsa. Rasa cinta itu ditunjukkan dengan penjagaan yang ketat, jangan sampai tanah air kita dirusak keindahannya. Dan jangan sampai tanah air kita yang kaya raya ini dikuasai oleh asing, sehingga menyebabkan kekayaan alam kita lebih banyak dinikmati oleh orang luar negeri daripada oleh bangsa sendiri. Mari setiap kita, terutama pemimpin di negeri ini untuk terus mengelola tanah air Indonesa ini untuk kemakmuran rakyat secara merata.

4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

Setiap warga Negara mesti mengembankan rasa kebanggaan di dalam dada dalam berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Bersyukurlah dan banggalah kita menjadi bagian dari warga Indonesia yang memiliki segala macam kekayaan berlimpah ruah dari Sabang sampai merauke yaitu dari ujung Aceh sampai Papua. Bila kita melihat peta dunia, sesungguhnya Indonesia termasuk Negara yang memiliki banyak kekayaan alam dengan tanahnya yang subur, hutannya yang lebat, emas permata yang berlimpah ruah, pantainya yang indah, ikannya yang sangat banyak dengan aneka macam namanya. Belum lagi tambang, batu bara, minyak, pasir dan lain-lain, semua ini membuat kita bangga tinggal di Indonesia.

5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Setiap warga Negara mesti memelihara dan menjaga ketertiban dunia dengan senantiasa mengutamakan perdamaian dan tidak suka berbuat keonaran di tengah-tengah masyarakat. Segala sikap yang tercermin dalam perbuatan dan ucapan menunjukkan kedamaian dalam arti yang sesungguhnya, tidak merusak kerukunan yang sudah terjalin dengan baik selama ini. Segala bentuk komunikasi yang bersifat pribadi, kelompok atau organisasi senantiasa terbina dengan baik dan jika ada suatu masalah dengan segera menyelesaikannya secara arif, adil dan proporsional tanpa menimbulkan gesekan yang menyebabkan terjadinya perpecahan.

6. Mengembangkan persatuan dan kesatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

Setiap warga Negara dengan kesadaran yang tinggi akan terus berusaha secara maksimal untuk mengembangkan persatuan dan kesatuan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Persatuan dan kesatuan itu terkait dengan sikap ingin selalu hidup bersama, saling tolong menolong, saling mendukung, saling berkasih sayang dan saling topang menopang dalam segala keadaan yang ada tanpa memperhatikan latar belakang agama, suku, ras, golongan dan adat istiadat, karena pada prinsipnya kita adalah satu kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu).

7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Setiap warga Negara terus mengembangkan sikap untuk selalu memajukan pergaulan yang sehat, dinamis dan produktif. Pergaulan yang sehat itu adalah pergaulan yang tidak menimbulkan keresahan dan derita bagi warga lainnya. Pergaulan yang dinamis itu adalah pergaulan yang tidak kaku, namun dapat menyesuaikan diri secara positif terhadap keadaan dan perubahan yang ada. Pergaulan yang produktif itu adalah pergaulan yang dapat menunjukkan karya nyata untuk dinikmati hasilnya oleh sebanyak-banyaknya warga dan masyarakat sekitar.

Apabila ketujuh butir nilai beserta penjabarannya dalam Pancasila sila yang ketiga ini mampu kita terapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sungguh kita akan menjadi Negara yang besar dengan menunjukkan eksistensi kekuatan yang tak terkalahkan di kancah internasional dalam segala bidang kehidupan, karena semua warganya bersatu padu berikhtiar untuk kemajuan dan kejayaan NKRI tercinta.

Sumber rujukan:

https://www.wordsmile.com/kata-mutiara-bahasa-inggris-kebersamaan-togetherness-artinya
https://tafsirweb.com/1235-quran-surat-ali-imran-ayat-103.html
https://travel.detik.com/travel-news/d-5262317/luas-wilayah-indonesia-lengkap-daratan-dan-lautan
https://kumparan.com/berita-hari-ini/isi-butir-butir-pengamalan-pancasila-dari-sila-1-hingga-sila-5-1uglrflYfvC/full
http://alyamilenia.blogspot.com/2014/09/pergaulan-yang-dinamis.html

Bekasi, 17 Syawal 1442 H/29 Mei 2021 M

Penulis : Marolah Abu Akrom

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami