NGAJI KEBANGSAAN (2) SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA DASAR BERNEGARA

Oleh : Marolah Abu Akrom

Alhamdulillah kita bersyukur memiliki dasar Negara yang  berketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana yang disebutkan dalam falsafah Pancasila sila yang pertama. Juga disebutkan dalam pasal 29 ayat 1 UUD 1945 berbunyi: “Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Bila kita melihat ajaran agama Islam khususnya bahwa Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa ini sangat relevan dengan ajarannya. Hal ini dengan sangat tegas disebutkan dalam banyak ayat diantaranya surat Al Ikhlas ayat 1 yang menyatakan “Katakanlah Dialah Allah Yang Maha Esa.

Bila kita sebagai bangsa berkomitmen dengan keyakinan bahwa Tuhan kita esa, berarti kita harus menyesuaikan segala bentuk kebijakan yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar tidak terjadi ketimpangan dan kerugian bagi kita semua. Kita tidak ingin bangsa kita berada pada kerusakan moral karena rendahnya nilai ketuhanan dalam setiap warga Indonesia.

Dalam berpolitik sesuaikanlah politiknya dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa agar politiknya jujur dan tidak menyengsarakan rakyat. Dalam bidang hukum sesuaikanlah hukumnya dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa agar hukumnya melahirkan keadilan. Dalam berekonomi sesuaikanlah pengembangan ekonominya dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa agar ekonominya dapat mensejahterakan masyarakat banyak. Dalam pendidikan sesuaikanlah pendidikannya dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa agar pendidikannya memiliki nilai spiritual yang melahirkan ketaqwaan. Dalam kesehatan sesuaikanlah penanganan kesehatannya dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa agar kesehatannya benar-benar dapat digunakan untuk beribadah kepada-Nya. Dalam bidang kebudayaan sesuaikanlah kebudayaannya dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa agar kebudayaannya itu memiliki nilai spiritual yang melahirkan kebaikan. Demikian juga bidang-bidang yang lain mesti dilandasi dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa agar kehidupan kita selalu mendapat rahmat dan barokah dari-Nya.

Dalam Al Quran sendiri digambarkan bahwa bila suatu desa/kota/Negara melandasi hidupnya dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa yang melahirkan keimanan yang kuat dan ketaqwaan yang mantap, maka Allah pasti akan membuka pintu berkah dari langit dan bumi terus menerus tanpa berhenti selama penduduknya istiqomah menjaga nilai keimanan dan ketaqwaannya. Perhatikan firman Allah dalam surat Al A’raf ayat 96 berikut;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS. Al A’raf 7 : 56)

Alangkah nikmatnya hidup di bumi Indonesia jika landasan Ketuhanan Yang Maha Esa selalu menyertai dalam segala aspek kehidupan. Tidak akan ada tindakan yang dapat merugikan bangsa dan Negara, roda kepemerintahan berjalan dengan nilai-nilai spiritual yang mendahulukan kemaslahatan bersama, rakyatpun merasa mendapatkan hak-haknya dan tidak sedikitpun yang terzolimi. Akankah keadaan yang seperti ini dapat terwujud di Indonesia? Semua kembali kepada para penyelenggara Negara, jika mereka menjalankan nilai-nilai Pancasila khususnya sila pertama ini, maka kemakmuran dan kesejahteraan akan didapatkan secara merata. Bahkan kita bisa menjadi Negara terhebat di dunia ini, karena tidak ada nilai-nilai yang semulia dan selengkap Pancasila. Tetapi sayang sampai saat ini kita sebagai bangsa belum dapat mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila yang hebat ini. Mari kita mendorong penyelenggara Negara ini mulai dari eksekutif, legislatif sampai yudikatif dapat mengamalkan nilai Pancasila secara murni dan konsekuen.

Organisasi NWDI, NBDI dan NW sendiri sangat menjunjung tinggi nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang disebutkan dalam Wasiat Renungan Mas Pengalaman Baru bait ke 44, 68 dan 123 yang ditulis langsung oleh pendiri organisasi ini yaitu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang diperuntukkan kepada keluarga besar Nahdlatul Wathan.

Negara kita berpancasila
Berketuhanan Yang Maha Esa
Ummat Islam paling setia
Tegakkan Sila yang paling utama

Hidupkan iman hidupkan taqwa
Agar hiduplah semua jiwa
Cinta kokoh pada agama
Cinta teguh pada Negara

Perlu dijaga bersama-sama
Selaku andil bersama kita
Tegakkan iman tegakkan taqwa
Di Negara merdeka berpancasila

Coba perhatikan syair-syair tersebut, sungguh nilai Ketuhanan Yang Maha Esa benar-benar menjadi hal yang utama dan menentukan dalam membentuk karakter yang beriman dan bertaqwa, sehingga tercapailah keadilan dan kemakmuran di Indonesia tercinta. Tidak akan mungkin muncul paham-paham radikal dan menyesatkan umat beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bekasi, 13 Syawal 1442 H/25 Mei 2021 M

Sumber rujukan:
https://saintif.com/pasal-29-ayat-1-dan-2/
https://tafsirq.com/7-al-araf/ayat-56

Maulanassyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Seorang Muslim Pancasilais Sejati

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami