SELAMAT BERBAHAGIA ATAS PERNIKAHAN SA’ADATUD DARAIN DENGAN FAWWAZY MAHDY MUBARAK

Hari ini Ahad, 23 Mei 2021 adalah hari yang penuh bahagia dan berkesan bagi pasangan pengantin baru Sa’adatud Darain, A.Md, RAD binti M. Sarbini, S.PdI dengan Fawwazy MAHDY Mubarak, A.Md, RAD bin H. Misgianto.

Akad nikah kedua mempelai dilangsungkan di Masjid Hamzanwadi NW Jakarta tepat pukul 09.30 WIB. Disaksikan oleh dua orang saksi, keluarga besar dan tamu undangan. Berdasarkan pantauan media Sinar5News.com pernikahan berjalan dengan lancar, sakral dan sukses.

Setelah akad nikah selesai kedua mempelai langsung diarahkan menuju pelaminan untuk mengikuti acara sungkeman bersama kedua orang tua mereka.

Acara sungkeman ini dipandu langsung oleh pembawa acara ibu Yuli Sofiyati, MM (Kepala SMA NW Jakarta). Dalam sungkeman ini kedua mempelai duduk bersimpuh dihadapan kedua orang tua mereka sembari memohon maaf atas segala kekhilafan yang pernah dilakukan selama ini.

Terlihat suasana begitu haru, terlebih ketika pembawa acara membacakan kalimat-kalimat indah dalam bentuk puisi yang memiliki makna yang sangat dalam. Dalam puisi itu disampaikan memori atas segala jasa perjuangan dan pengorbanan yang telah di berikan orang tua kedua mempelai dari sejak dalam kandungan hingga besar, dewasa sampai pada suksesnya acara pernikahan hari ini.

Inilah kalimat-kalimat puisi yang menggetarkan jiwa dan menyadarkan kedua mempelai betapa besar jasa-jasa kedua orang tua dari mempelai dan takkan pernah bisa terbalaskan oleh apapun;

Untuk IBU Kandung

IBU, hari ini kami kasih sayangmu, untuk melebur kesalahan yang kami lakukan padamu, dan untuk memohon segala doa restumu.

IBU, masih tergambar jelas dalam ingatanmu, perjalanan hidup kami sejak engkau mengandung kami. Sembilan bulan ucapan waktu yang singkat saat kau harus merasakan kepayahan, keletihan dan kesakitan. Namun semua rasa itu kau jaga untuk tukar kau dengan bahagia.

IBU, belum hilang pula dari ingatanmu, suatu kondisi antara hidup dan mati, sakit yang tiada tara, keringat bercucuran dan air mata, bercampur haru dan bahagia, saat engkau melahirkan kami. Cinta Memberikan kasih yang hanya kami mendapatkan darimu.

Kemudian, entah berapa malammu yang hilang, siangmu yang gersang, waktumu yang terbuang, saat engkau peduli kami, mendidik kenakalan kami, merawat sakit kami, menghapus tangis kami, dan mendengarkan curhatan kami.

IBU, kesabaran, ketabahan dan pengorbananmu dalam menghadapi kami, bagai ombak yang tidak pernah jera menerjang karang, bagai embun yang memberi kesejukan sebelum datang terik siang, dan bagai gunung yang kokoh yang tingginya menjulang, semua itu untuk kami, anak-anakmu.

IBU, kini kami telah dewasa. Kami sadar kami belum mampu melukis urat senyum di bibirmu, memercik binar bahagia di matamu bahkan berbakti atas semua jasa-jasamu itu. Hari ini kami akan memulai sunnah Rasul yang mulia, dalam sebuah mahligai rumahtangga.

IBU, ajari kami untuk mencinta, cinta yang bermuara pada Allah sendiri. Bimbing kami untuk bersabar, kesabaran yang tidak lekang diterpa coba. Arahkan kami untuk memahami, kepahaman hidup dalam berbagi suka dan duka.

IBU, kami masih haus dengan segala doamu, doa yang meneguhkan ikatan, doa yang mengikhlaskan pengorbanan, doa yang memberikan kedamaian, doa yang menunjukkan cinta dan kasih sayang, yaitu doa dalam sujud-sujud panjang tahajjudmu, agar kami menggapai sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sungguh senyuman kebahagiaan kami adalah senyuman kebahagiaanmu juga.

Kedua mempelai dan keluarga merasa bahagia dan bersyukur dengan suksesnya pernikahan ini

Untuk AYAH Kandung.

AYAH, hari ini kami juga bersimpuh di hadapanmu, sebagai tanda bakti kami atas pengorbananmu, sebagai permohonan kami untuk doa restumu, dan sebagai izin kami agar mengambil alih tanggungjawabmu membina keluarga yang akan kami bangun.

AYAH, apapun yang kami lakukan tidak akan pernah dapat mengobati penat lelahmu, tidak akan pernah dapat membayar keringatmu, tidak akan pernah dapat menggantikan siang malammu, ketika engkau harus menafkahi kami sehingga kami bisa tumbuh dewasa seperti sekarang ini.

Bahkan saat sakit, engkau tetap melangkah mencari ma’isyah. Tidak ingin melihat kami lapar karena tidak punya makanan, tidak ingin melihat kedinginan karena tidak punya pakaian, atau tidak ingin melihat kami menangis karena tidak punya mainan. Semua kau upayakan untuk melihat kami ceria.

AYAH, kami tahu semua pengorbanan ikhlasmu itu karena ingin menjaga tawa bahagia di hidup kami, riang gembira dalam canda kami, puas bangga dalam prestasi kami, sopan santun dari perilaku kami, dan kesuksesan saat menghadapi masa depan kami.

AYAH, memang tidak setiap saat engkau memberi belaian, pelukan, dan genggam tangan, tapi engkau selalu mengkhawatirkan kami, berjuang setengah mati mewujudkan pinta kami, memastikan kami bersekolah dan belajar dengan baik, agar dapat menjadi kebanggaanmu.

Kini, saat kami belum membayar semua jasa-jasamu, kami malah harus kembali merepotkanmu untuk hadir di sini sebagai wali yang menikahkan kami. Bila kelak nanti Anda tidak bisa lagi selalu berada di dekat kami, kami tetap mengharap doa terbaikmu agar kami kuat mengayuh bahtera rumah tangga kami.

AYAH, bekali kami tangan kokoh seperti tanganmu yang memberi tanpa pamrih, hati tegar seperti hatimu yang menumbuhkan tekad baja tak kenal lelah, dan pikiran tenang seperti pikiranmu yang membedakan antara haq dan bathil. Kami bersyukur memiliki darahmu mengalir di tubuh kami.

AYAH, semoga air mata haru yang kau titiskan hari ini adalah ridho Allah untuk kami. Satu tugas besar yang Allah berikan untukmu pun telah kau tunaikan dengan menikahkan kami, menyatukan kami, dan melengkapkan separuh dari keIslaman kami.

Kami pasti akan selalu mengingat nasehat-nasehatmu dan akan kami teruskan kepada anak-anak kami. Dan karena doa anak-anak untuk orangtuanya adalah amalan jariyah, semoga kita akan bersatu kembali bersama di surga-Nya kelak. Aamiin …

Kepada IBU Mertua

IBU, ini adalah persimpuhan pertama kami di pangkuanmu, ketika kami telah menjadi putra-putrimu, ketika kami telah masuk ke dalam kehidupanmu, ketika kami telah menjadi bagian dari keluargamu. Ibu terimakasih atas kesempatan terindah yang akan Anda berikan kepada kami.

Harapan kami kepadamu, jangan anggap kami orang lain bagimu, jangan bedakan kami dengan anak-anak kandungmu. Samakan perlakuanmu seperti kepada mereka. Dukung kami saat kami melangkah dalam kebenaran, ingatkan kami jika melangkah menuju jurang kesalahan.

IBU, di hari pertama kami menjadi putra-putrimu, kami memohon doa dan restumu, kami memohon bimbingan dan arahanmu, karena pada hari ini kami telah berikrar untuk mengarungi samudera rumahtangga berdua, menapak jejak Rasulullah sang suri tauladan. Menjadi pemimpin bagi anak cucu kami nantinya.

IBU, ajari kami tentang kasih sayang, sayang yang tidak lekang dimakan usia. Bimbing kami untuk bersabar, kesabaran yang seluas samudra. Arahkan kami agar saling menguatkan ikatan, ikatan pernikahan dalam bingkai ibadah. Agar kami belajar mendewasakan diri dan membina keluarga berasas Islami.

IBU, beritahukan kami dengan budaya keluargamu, ajari kami dengan adat istiadatmu, ajak kami bisa beradaptasi dalam keluarga besarmu. Dan tak lupa kami mohon doa restumu, doakan kami agar bisa menggapai sakinah, mawaddah wa rahmah, dambaan seorang IBU untuk anak-anaknya. Semoga doa bahagiamu menjadi doa bahagia kami jua.

Kepada AYAH Mertua

AYAH, berjuta rasa syukur bisa ikut bersimpuh, berlutut, dan menerapkanmu di hari ini. Hari penyatuan dua hati yang berbeda, yang tidak akan terjadi tanpa izinmu. Juga kepadamu kami memohon doa restu agar kami menjadi putra-putrimu yang senantiasa berbakti, budi, dan berbagi kasih sepanjang hidup kami.

Beberapa guru Ponpes NW Jakarta ikut mengucapkan selamat dan doa restu atas pernikahan kedua mempelai

AYAH, bahagia rasanya dapat menjadi bagian dari keluarga yang engkau bangun sejak lama, keluarga yang dipenuhi canda tawa dan suka cita. Karena itu, jangan bedakan kami dengan anak-anakmu yang lain. Dalam doamu ada nama kami dan dalam doa kami ada namamu.
Sejak hari ini, samakan kami dengan anak-anakmu yang lain dalam perlakuan maupun perkataan. Dukung kami dalam bertindak bertindak, teguhkan kami dalam memupuk sabar, dan kuatkan kami dalam menjaga ikrar. Nafas zikir kami akan senantiasa mengingatkan sakinah yang mengharapkan untuk kami.

AYAH, ajari kami tentang kerasnya kehidupan, pedihnya cobaan, dan kuatnya kesabaran. Bimbing kami untuk saling menumbuhkan kasih sayang, melengkapi kekurangan, melindungi kelemahan, dan berbagi kedamaian. Tuntun kami cara terbaik untuk mendidik putra-putri kami kelak, kokohkan tekad kami dalam memikul tanggung jawab.
Doakan kami agar mendapatkan keberkahan hidup dari pernikahan ini. Karena air mata ini adalah air mata bahagia yang menjadi tiket pertemuan kita di surga sana. Aamiin.

Media Sinar5News.com, seluruh santri, asatidz guru dan karyawan Ponpes NW Jakarta mengucapkan selamat menempuh hidup bahagia, semoga Allah menjadikan keluarganya dalam suasana penuh sakinah (tenang dan tentram) mawaddah (penuh gelora cinta) dan warahmah (sayang yang mendalam) dari dunia hingga ke akhirat nanti. Aamiin (Amr)

Jakarta, 11 Syawal 1442 H/23 Mei 2021 M

Sumber puisi :

http://pharmacistpirate.blogspot.com/2016/03/untaian-kalimat-untuk-orangtua-dan.html?m=1

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami