Kisah Inspiratif : -21- Lalai dalam beramal Sikap Lalai Seorang Soleh

Sikap lalai menyebabkan rugi, lalai juga menghilangkan nikmat dan menutupi kebajikan, lalai dapat menjadikan seseorang hasad dan lalai juga dapat membuat orang merasakan penyesalan yang berkepanjangan.
Diceritakan bahwa seorang yang saleh telah melihat gurunya dalam alam mimpi dan dia berkata kepada gurunya, penyesalan apakah yang paling engkau rasakan saat ini?, guru menjawab penyesalan terpanjang dan terberat ialah perbuatan lalai.

Dzunnun Al-Mishri berpesan kepada sebagian muridnya melalui alam mimpinya, beliau berkata kepada murid-muridnya saat ditanya; ”apa yang dilakukan Allah terhadapmu?, beliau menjawab, Allah telah memberikan taufiq Nya, namun Allah berkata kepadaku; ”Wahai engkau yang selalu mengatakan diri dekat kepadaku, wahai pembohong, engkau katakan bahwa engkau cinta kepadaku, tetapi engkau berbohong, engkau lalai dari mengingatku.
Al-Syaikh Husain bin Muhammad dalam Kitab Uns Al-Muttaqin Lillahi rabbil Alamin menegaskan bahwa lalai dapat mencegah kita melakukan kebajikan. Lalai itu dihitung perbuatan kufr bagi orang-orang yang sedang menempuh jalan Tuhan (Sâlik) dan menjadi sesat pada orang yang takut akan Allah . orang yang lalai berarti telah menghilangkan akalnya sebab jika akal masih berfungsi maka lalai dalam berbagai hal tidak akan pernah terjadi.

Diceritakan bahwa seorang lelaki saleh melihat bapaknya di alam mimpi, lantas dia berkata;” wahai bapakku, apa kabarmu, dan bagaimana keadaanmu. Ayahnya pun berkata;” kami hidup di dunia dalam keadaan lupa, lalai, tidak ingat kepada segala apa yang Allah dan rasul Nya perintahkan, maka di alam inipun kami dilupakan oleh Allah Azza Wajalla”.
Al-Syaikh Abu ‘Ali Al-Daqqaq berkata;”Aku telah pergi ke sebuah rumah orang saleh yang sedang sakit, beliau adalah salah seorang ulama besar yang memiliki banyak murid, di sekeliling beliau terdapat beberapa muridnya sedang membaca Al-Qur’an dan Al-Syaikh menangis.

Lalu aku bertanya, apa yang membuatmu menangis wahai Al-syaikh apakah karena persoalan dunia?, lalu beliau berkata; bukan, akan tetapi aku menangis karena solatku yang banyak tertinggal, bagaimana hal itu terjadi, aku melihat engkau sangat memperhatikan solat-solatmu, lalu ia berkata;”sampai hari ini aku masih diberikan hidup dan tidak satupun sujud yang aku lakukan kecuali dalam keadaan lalai, tiada i’tidalku yang tidak dalam kelalaian, dan sekarang aku sudah hampir mati pun dalam kelalaian”.

Al-Syaqiq Al-Balkhi berkata; ”manusia mengatakan 3 perkataan dalam kehidupannya, namun kesemuanya diingkari dan dipungkirinya, pertama; ia berkata kita ini adalah hamba Allah, tetapi dia kerjakan pekerjaan yang menunjukkan bahwa dirinya merdeka. Kedua; dia berkata bahwa sesungguhnya Allah telah mengkaper (menjamin) semua rezeki kita, namun dalam kenyataannya dia menyibukkan diri mencari dunia dan digenggamnya dengankuat tidak mau berbagi kepada orang lain, dan ketiga; dia berkata bahwa kita semua (makhluk yang bernyawa) pasti mati, namun pada kenyataannya dia bekerja seolah-olah tidak akan mati. Semua perkataan kita, kita lupakan, kita abaikan, apa yang terucap dari lidah tidak bersesuaian dengan apa yang dijalankan”.

Seorang lelaki telah berkata kepada Hasan Al-Bashri:” Saya tidak dapat merasakan lezatnya ibadah, Hasan Al-Bashri berkata, berarti engkau melakukan ibadah dengan membayangkan sesuatu selain Allah, ketahuilah bahwa jika engkau masih melihat dan membayangkan sesuatu selain Allah, maka engkau tidak akan pernah dapatkan kelezatan ibadah”.

Abu Yazid Al-Bushtami dalam perkara yang sama pernah ditanya oleh seorang lelaki;”Sesungguhnya aku tidak pernah merasakan lezatnya berbuat taat, maka beliau berkata;”berarti engkau menyembah ketaatan bukan menyembah Allah, karena itu, jika engkau mau merasakan nikmat dan lezatnya beribadah, sembahlah Allah dengan

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami