KHUTBAH JUMAT EDISI 21 MEI 2021 MENJAGA NILAI TAQWA SETELAH RAMADHAN

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah

Alhamdulillah kita bersyukur tahun ini kita berhasil melaksanakan ibadah puasa yang sangat besar faedah dan manfaatnya bagi kita kaum muslimin. Diantara faedah dan manfaat yang paling utama adalah meraih nilai taqwa disisi Allah. Dalam agama kita, tidak ada manfaat yang paling hebat dari semua pelaksanaan ibadah itu, kecuali kita dapat meraih nilai taqwa yang sempurna disisi-Nya. Termasuk ibadah puasa yang telah kita lakukan sebulan lamanya dengan segala tantangan dan cobaannya, pada akhirnya mengantarkan manusia untuk meraih nilai taqwa. Maka alangkah ruginya bagi siapapun yang berpuasa tahun ini, ternyata tidak mendapatkan nilai taqwa ini. Semoga kita yang hadir di masjid ini adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah mendapat nilai taqwa, sehingga kelak di akhirat kita dipersilahkan masuk ke dalam surga melalui pintu khusus yang dinamakan pintu Royyan. Aamin. Nabi kita bersabda;

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّاىِٔمُوْنَ يَوْمَ القِيَامَةِلاَ يَدْخُلُ مَعَهُمْ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّاىِٔمُوْنَ فَيَدْ خُلُوْنَ مِنْهُ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنهُ أَحَد

“Sesungguhnya surga mempunyai pintu yang bernama Ar-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat, tidak selain mereka yang memasukinya. Akan dikatakan, ’Di mana orang-orang yang ahli puasa?’ Mereka pun masuk dari pintu tersebut. Apabila semuanya telah masuk, akan dikunci dan tidak ada yang memasukinya seorang pun.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nilai taqwa itu adalah nilai kualitas seseorang agar selalu tunduk dan patuh terhadap semua syari’at agama Islam. Dari parameter ini, kita bisa menilai diri apakah setelah Ramadhan ini ketundukan dan kepatuhan itu benar-benar dapat dibuktikan dan makin meningkat kualitasnya? Mari kita mengintrospeksi diri sejauh mana rasa tunduk dan patuh itu benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Kalau sekiranya rasa tunduk dan patuh ini semakin kuat di dalam hati, maka bersyukurlah itulah ciri-ciri nilai taqwa itu telah Allah berikan kepada kita. Tetapi sekiranya rasa tunduk dan patuh itu tidak terpatri di dalam hati, bahkan makin mengabaikan syari’at agama Islam, itu tandanya Allah tidak menganugrahkan nilai taqwa yang sangat penting itu. Kalau ini yang kita alami segeralah bertaubat, dekatkan diri kepada Allah, perbanyaklah amal saleh dan berjanjilah sekiranya Allah masih memberi umur tahun depan, maka akan melaksanakan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh sesuai dengan ilmu dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah

Untuk menjaga nilai taqwa ini agar terus berkobar di dalam hati dan menjadi penghias dalam kehidupan sehari-hari, khatib menyampaikan beberapa tips yang bisa kita amalkan yaitu;

Pertama, memperbanyak puasa sunnah. Puasa sunnah disini bisa dengan puasa 6 hari setelah bulan Ramadhan dan dilanjutkan dengan puasa senin dan kamis atau puasa tiga hari setiap pertengahan bulan hijriyah. Dengan puasa sunnah ini secara otomatis akan terjaga nilai taqwa itu, karena puasa yang kita lakukan itu pada prinsipnya menjaga hawa nafsu untuk tidak melakukan perbuatan maksiat dan munkarat yang dapat merontokkan keimanan kita kepada Allah SWT.

Kedua, perbanyak membaca atau mendengar Al Quran dan mentadabburi kandungannya. Membaca Al Quran atau mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari adalah cara yang paling efektif untuk menjaga nilai taqwa yang telah kita peroleh selama bulan Ramadhan. Tentu membaca atau mendengar Al Quran disini disertai dengan tadabbur (pemahaman) terhadap kandungan isinya. Dengan kita rajin membaca atau mendengar Al Quran maka akan meningkatlah iman di dalam hati dan dengan kita memahami isinya disertai dengan pengamalan secara benar, maka akan terpeliharalah nilai taqwa dalam diri.

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (Al Anfal 8 : 2)

Ketiga, melaksanakan qiyamul lail pada sepertiga akhir malam. Melaksanakan qiyamul lail artinya melaksanakan ibadah malam melalui shalat tahajjud terutama di spertiga akhir malam sebagai ibadah sunnah yang sangat besar keutamaannya. Shalat tahajjud ini sebagi ganti dari shalat tarawih yang kita lakukan selama bulan Ramadhan. Bedanya kalau shalat tarawih waktunya dimajukan setelah shalat isya’, sedangkan shalat tahajjud diakhirkan waktunya pada sepertiga akhir malam menjelang datangnya waktu shalat subuh. Sungguh shalat tahajjud ini akan mampu merawat nilai taqwa yang sudah terbentuk melalui ibadah puasa pada bulan Ramadhan, bahkan shalat tahajjud ini akan mengangkat posisi kita menjadi orang-orang yang terpuji. Allah SWT berfirman;

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (Al Isra’ 17 : 79)

Keempat, mengendalikan hawa nafsu. Mengendalikan hawa nafsu dengan tidak memperturutkannya terhadap keinginan duniawi yang bersifat melampaui batas, karena secara umum hawa nafsu itu senantiasa mendorong umat manusia untuk melakukan keburukan yang berakibat rusaknya tatanan kehidupan dalam diri, keluarga dan masyarakat. Apabila kita mampu mengendalikan hawa nafsu ini, maka nilai-nilai taqwa itu akan terus terpelihara dan terjaga dengan maksimal.

Demikian khutbah singkat yang bisa khatib sampaikan, semoga ke empat hal ini mampu kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai taqwa yang telah kita peroleh dengan susah payah selama bulan Ramadhan, akan terus terpelihara dan menjadi penghias dalam segala aspek kehidupan. Aamiin ya Robbal’aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. أَمَّا بَعْدُ:

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى, إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الـْمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىٰ ىيَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Jakarta,  8 Syawwal 1442 H/20 Mei 2021 M

Penulis : Marolah Abu Akrom

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami