Dakwah TGB (77) HARI RAYA LAMBANG KESYUKURAN

Oleh: Abah_Rosela_Naelal_Wafa

Idulfitri adalah salah satu momen paling membahagiakan bagi orang beriman. Hari orang bersuka cita karena bisa berhari raya pada salah satu dari dua hari besar dalam Islam.

Dahulu, cerita syekhona TGB– saat Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya hijrah ke Madinah, penduduk-penduduknya telah memiliki dua hari besar.

Apa nama dua hari raya mereka waktu itu?

Dua hari raya mereka sebelum datangnya Islam disebut hari raya Nairuz dan hari raya Mihrajan atau Mahrajan.

Pada setiap dua hari raya ini, orang Arab jahiliyah merayakannya dengan berpesta pora, tari-tarian ketangkasan perang, bernyanyi dan menyantap hidangan lezat yang memabukkan.

Dilansir dari situs muslim.or.id, bahwa saat Nabi Muhammad saw. ada di Madinah mereka merayakan hari raya Nairuz di setiap awal tahun masehi, dan enam bulan berikutnya mereka merayakan hari raya Mihrajan.

Karena cara perayaannya yang demikian buruk, maka ketika itu baginda yang mulia menyampaikan,

قد أبدلكم الله تعالى بهما خيرا منهما عيد الفطر وعيد الأضحى .

“Sungguh Allah telah mengganti dua hari besar kalian, dengan dua hari raya yang lebih baik dari keduanya, yakni hari raya Idul fitri dan Idul Adha.” (Alhadis).

Mengapa idulfitri dan iduladha lebih baik?

Karena di dalam Islam, kedua hari raya ini berkaitan erat dengan dua ibadah utama. Idulfitri datang sebagai kesyukuran atas sempurnanya puasa di dalam ramadan.

Sementara, iduladha datang sebagai kesyukuran atas usai pelaksanaan rukun haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah.

“Hari raya dalam Islam, ia datang dalam rangka kesyukuran atas kesempurnaan ibadah dan tidak sekedar kegembiraan biasa.” Tegas syekhona TGB saat menjadi khatib Idulfitri 1439 H. di Islamic Center Mataram.

Allah swt. berfirman:

قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون .

Katakanlah, “Dengan karunia Allah dan dengan rahmat-Nya. Maka, disebabkan itu hendaklah mereka bergembira. Ia lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58).

Bisa ber-idulfitri adalah karunia Allah yang amat berharga, melebihi dari apa yang biasa kaum musyrikin kumpulkan terus-menerus dari sejumlah harta dunia. Syukurilah!

Wa Allah A’lam!

Bilekere, 6 Syawwal 1442 H./18 Mei 2021 M.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami