NASEHAT PUASA HARI KE 30 SELAMAT TINGGAL BULAN RAMADHAN

Oleh : Abu Akrom

Ada pepatah lama yang sangat terkenal dan sering diucapkan oleh orang-orang yaitu “dimana ada pertemuan di situ ada perpisahan”. Pepatah ini berlaku dalam segala macam bentuk pertemuan baik yang bersifat pribadi, keluarga atau yang bersifat komunitas dalam suatu organisasi. Dalam pertemuan banyak hal yang bisa diambil manfaatnya diantarnya menambah rasa cinta, rasa sayang, keakraban, persatuan dan tercapai segala hal yang sudah disepakati.

Walau bagaimanapun kuat, baik dan solidnya pertemuan itu suatu saat suka atau tidak, mau atau tidak, rela atau terpaksa pasti ada perpisahan yang mengakhirinya. Perpisahanpun beraneka macam bentuknya, ada yang memang jadwal pertemuannya sudah selesai, ada yang karena pergi tanpa ada alasan yang jelas, ada yang karena kecelakaan, musibah, kematian dan lain-lain. Betapapun kita ingin terus bertemu, kalau sudah waktunya berpisah, maka perpisahan itu tidak bisa di tolak. Dalam rumah tangga misalnya, betapapun kita mencintai pasangan hidup kita dengan memberikan berbagai fasilitas yang lengkap dan mewah, kalau sudah waktunya berpisah seperti datangnya kematian maka perpisahan itu sedikitpun tidak dapat dihindari.

Dalam pepatah arab menggambarkan ungkapan perpisahan seperti ini;

كُنْتُ أَتَسَائَلُ بَعْدَ هذِهِ السِنِيْنَ إِذَا كُنْتَ تُرِيْدُ أَنْ نَتَقَابَلَ وَ نَتَخْطَي كُل شَئِ

Sekian lama aku menanti kedatanganmu, namun setelah bertemu dirimu ingin menyudahi semua.

Dalam pepatah arab ini menggambarkan betapa lamanya suatu penantian yang diharapkan kedatangannya setelah sekian puluh tahun tidak bersua. Setelah orang yang ditunggu itu datang, betapa indah dan bahagianya diri kita. Namun entah kenapa keindahan dan kebahagiaan itu terkadang tiba-tiba berakhir begitu saja, tidak sebanding dengan lamanya penantian yang kita lakukan. Pilunya berpisahan ini juga diungkapkan dalam pepatah inggris; “Farewell must be always painful, it’s natural. But, be sure that there is always great lesson behind it all which God has planned.” (Perpisahan pastilah selalu menyakitkan, itu fitrah manusia. Tetapi, yakinlah bahwa selalu ada hikmah besar dibalik itu semua yang telah Tuhan rencanakan). —Anonymous—

Demikian juga dengan puasa yang kita lakukan ini, walaupun kita benar-benar menikmati betapa indahnya berpuasa, shalat tarawih, tadarus Al Quran, berbagi dan menahan diri dari sikap tercela, pada akhirnya akan ada perpisahan dengan berakhirnya bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Disatu sisi memang kita sangat bersedih dengan berakhirnya bulan Ramadhan ini, disisi lain kita bersyukur tahun ini kita bertemu dengan bulan ini dan berharap agar tahun depan kiranya Allah masih memberikan kita umur panjang untuk bertemu kembali.

Pada akhirnya mari kita mengucapkan “selamat tinggal bulan Ramadhan”. Kami akan setia menanti kehadiranmu pada tahun mendatang. Kami bertekad semangat ibadah yang kami lakukan dalam Ramadhan tahun ini, akan mewarnai pada 11 bulan yang akan datang. Semoga ibadah puasa yang kami lakukan itu akan mengantarkan kami menjadi pribadi yang beriman, bertaqwa dan berakhlakul karimah. Aamiin.

Bekasi, 30 Ramadhan 1442 H/12 Mei 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami