NASEHAT PUASA HARI KE 28 SEDIHNYA BERPISAH DENGAN RAMADHAN

Oleh : Abu Akrom

Tidak terasa hari ini adalah puasa kita yang ke 28 dan sebentar lagi kita akan mengakhiri kewajiban melaksanakan ibadah puasa tahun ini. Ada suasana gembira kita bisa melaksanakan ibadah puasa secara sempurna, tetapi disisi lain ada suasana sedih yang mendalam karena sebentar lagi kita akan berpisah dengan bulan yang sangat agung yaitu bulan suci Ramadhan.

Siapapun kita yang benar-benar menikmati indahnya Ramadhan tentu akan sangat berat rasanya berpisah. Ini akan dirasakan bagi orang yang tulus melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan. Tetapi bagi orang yang terpaksa berpuasa atau tidak berpuasa sama sekali, tentu tidak akan merasakan apa-apa, bahkan kecendrungannya merasa terbebani karena dangkalnya iman di dalam hati. Padahal Ramadhan itu adalah satu-satunya bulan yang sangat agung yang disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 185. Dikatakan bulan yang sangat agung, karena pada bulan ini diturunkan kitab suci Al Quran, terdapat malam kemuliaan yang disebut lailatul Qadar dan diwajibkan kita berpuasa sebagai salah satu rukun Islam.

Maka sangat beruntung orang Islam yang benar-benar menjalani ibadah puasa dengan baik dan maksimal. Dan sangat rugi orang yang meninggalkannya, karena belum tentu tahun depan kita bertemu dengan bulan yang sangat istimewa ini. Dan telah terbukti secara nyata banyak diantara saudara kita yang tahun lalu masih bertemu dengan Ramadhan, tetapi tahun ini mereka telah tiada pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya.

Rasa sedih berpisah dengan Ramadhan benar-benar menyelimuti hati orang yang beriman, karena pada bulan ini suasana batin benar-benar bahagia dengan aneka ibadah yang dilakukan. Walaupun puasa mencekik leher karena haus dan melilit perut karena lapar, semua terasa begitu indah oleh karena rasa patuh dan tulus melaksanakan ibadah kepada Allah. Demikian juga tadarus Al Quran, sedekah, shalat tarawih dan i’tikaf, semua terasa sangat indah menyentuh hati dan makin menambah rasa taqwa dihadapan Allah. Ternyata rasa sedih akan berpisah dengan Ramadhan tidak saja dialami oleh manusia yang beriman, juga dialami oleh langit, bumi dan malaikat. Hal ini dinyatakan dalam hadits Nabi Muhammad SAW;

إِذَا كَانَ َاخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ وِالْمَلاَئِكَةُ مُصِيْبَةً لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قِيْلَ اَيُّ مُصِيْبَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم هِيَ ذَهَابُ رَمَضَانَ لِاَنَّ الدَّعْوَاتِ فِيْهِ مُسْتَجَابَةٌ وَالصَّدَاقَةً مَقْبُوْلَةٌ

“Ketika tiba akhir malam Ramadlan, langit, bumi dan malaikat menangis karena adanya musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad. (Sahabat) bertanya, Musibah apakah wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Berpisah dengan bulan Ramadhan, sebab pada bulan ini doa dikabulkan dan shadaqah diterima,”

Ternyata menurut hadits tersebut langit, bumi dan malaikat saja menangis karena berpisah dengan bulan Ramadhan karena demikian besar keistimewaan yang terkandung di dalamnya. Mestinya kitapun sebagai manusia yang beriman ikut merasakan kesedihan yang luar biasa dengan berakhirnya bulan yang agung ini.

Bekasi, 28 Ramadhan 1442 H/10 Mei 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami