CERPEN (12) THE SEED OLEH : ABDUL QUDDUS AL MAJIDI (SISWA KELAS IX SMP NW JAKARTA)

Hari Ahad ini, aku ingin mencari sesuatu yang baru. Ku ingin lepas dari dunia maya dan kembali ke tempat bermain yang dahulu. Setelah puas bermain dengan teman-teman, jiwaku seolah tertarik oleh alam dan ingin menanam sebuah benih. Dalam wadah yang sederhana, kucoba menanamnya di botol plastik bekas yang di bawahnya terdapat kapas untuk menanam. Tapi, sebelum itu, ku beli biji tanaman di koperasi dekat sekolah dan pondok ku. Bukan tugas formal sih. Kusebut ia ‘The Seed’ atau dalam artian sebuah benih. Cara menanamnya sangat mudah, karena yang kutanam adalah pohon kehidupan yang membuat bertambahnya gas O2/oksigen untuk alam sekitar. Didalam eritrosit terdapat hemoglobin (Hb) yang fungsinya mengikat oksigen agar eritrosit bisa membawanya dari paru-paru menuju ke seluruh tubuh untuk proses kinerja jaringan. Itulah beberapa kegunaan oksigen bagi makhluk hidup.

“Hah, akhirnya selesai juga. ” Gumamku sembari melihat botol plastik yang ditanami tanaman.
“Ini harus ditunjukin sama Anggi dan Sakih nih. ” Ucapku. Setengah berlari, ku bawa-bawa ‘The Seed’ itu ke Asrama Bawah yang disebut Panti Asuhan NW Jakarta. Menuju ke kamar 3 (٣ غرفة), tentunya izin dulu kepada Musyrif Pengawas untuk ke sana.

“Tahu gak ini apa? ” Tanyaku pada Sakih yang SUPER-GANTENG dan Anggi yang gak terlalu tampan.
“Ah, ini pasti Vigna Radiata alias kacang ijo ‘kan?” Sahut Sakih
“Saya ini mah udah pernah tanem pas SD di deket rumah saya. Mana kacang ijo-nya? ” Kata Anggi membalas.
“Ini baru ditanam tadi pagi, mungkin 3 hari lagi baru nunbuh. Entar ini segede apa ya pohonnya? ”
“Itu mah paling cuma 30 sampai 60 cm. Tergantung jenisnya sih.” Jawab Sakih.
“Terus, kamu nanam ini buat apaan? ” Tanya Anggi yang membuatku bingung.
“Buat dunia”
“Hah? ” Sahut mereka tak percaya.
“Ginian mah gak terlalu berpengaruh terhadap dunia, Majidi. ”
“Cuma buat belajar kok. Seenggaknya buat nambahin oksigen di muka bumi, Anggi… ” Sahutku membalas.
“Nih, saya kasih The Seed nya buat kamu berdua. ”
Semoga diterima ya Allah. Pikirku.

“Makasih ya Majidi. Lumayan lagi gak ada kerjaan. ”
“O.K.”
“Dah ya, mau Takrir hafalan Qur’an dulu, Assalamu’alaikum. ”

“Wa’alaikumussalam Warohmatullohi Wabarakatuh. ” Ucap keduanya.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami