NASEHAT PUASA HARI KE 21 MENANTI DATANGNYA LAILATUL QADAR

Oleh : Abu Akrom

Sungguh beruntung kita menjadi umat akhir zaman yaitu umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Walaupun secara usia umur kita sangat pendek bila dibandingkan dengan umat zaman nabi terdahulu. Kalau umat Nabi terdahulu ada yang berumur ratusan tahun bahkan sampai seribu tahun, sehingga mereka dapat memaksimalkan ibadahnya dalam usia yang sangat panjang untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya amal shalih. Sedangkan umat Nabi Muhammad berkisar antara 60 sampai 70 tahun, tentu dengan umur yang pendek ini secara matematik, sedikit sekali pahala amal shalih yang kita bawa menghadap kepada Allah. Tetapi Allah Maha Adil walaupun umur kita pendek, nilai pahala amal shalih yang kita lakukan tidak kalah dengan umat terdahulu, bahkan bisa melebihi kualitasnya.

Dalam Al Quran sendiri dinyatakan bahwa satu kebaikan dilipat gandakan pahalanya menjadi 10 sampai 700. Kalau setiap hari kita senantiasa beramal shalih, alangkah besar pahala yang akan kita terima di akhirat nanti. Apalagi di bulan Ramadhan ini terdapat satu malam yang dinamakan lailatul qadar, sungguh malam itu lebih baik dari 1000 bulan. Bagi orang yang betul-betul berpuasa dengan penuh keikhlasan dan sesuai dengan ilmunya, tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan malam qadar itu. Walaupun lailatul qadar itu rahasia yang tersembunyi dari Allah, tetapi bukan artinya kita tidak berpeluang untuk mendapatkannya. Nabi kita memberikan petunjuk agar lailatul qadar itu dapat kita cari terutama di malam-malam ganjil pada 10 akhir Ramadhan.

الْتَمِسُوْ مَا فِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُ كُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي

“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya” (Hadits Riwayat Bukhari 4/221 dan Muslim 1165)

Berdasarkan hadits tersebut, berarti lailatul qadar itu tidak datang dengan sendiri, mesti ada upaya sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Andaikata tidak mampu 10 hari, bisa kita cari pada 7 hari terakhir dari bulan Ramadhan. Karena demikian besar keutamaan yang didapatkan dalam lailatul qadar itu, sampai-sampai Nabi melakukan i’tikaf di masjid selama 10 hari berturut-turut sampai akhir hayatnya. Bayangkan saja seorang Nabi yang sudah dijamin surga dan ampunan Allah, beribadahnya sedemikian hebatnya. Bagaimana dengan kita yang banyak dosa dan surgapun tidak dijamin, mestinya kita bersungguh-sungguh menanti kedatangan lailatul qadar seperti yang Rasulullah contohkan.

Seandainya tahun ini Allah memperkenankan kita untuk mendapatkan lailatul qadar itu, maka sungguh ini suatu keberuntungan yang sangat tinggi nilainya dan Allah akan mengampuni seluruh dosa yang kita perbuat. Nabi kita mengajarkan doa ketika bertemu lailatul qadar;

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku”. (HR. Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850 dari Aisyah)

Bekasi, 21 Ramadhan 1442 H/2 Mei 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami