NASEHAT PUASA HARI KE 15 PUASA MEMBASMI SIFAT SOMBONG

Oleh : Abu Akrom

Semua manusia di dunia tidak menutup kemungkinan akan terhinggap salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya yaitu sombong. Penyakit sombong itu adalah adanya perasaan lebih hebat dari orang lain dalam segala hal apapun. Perasaan ini wajar karena merasa diri sudah berjuang habis-habisan dengan segala daya dan upaya kemudian mendapatkan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya. Lupa bahwa semua itu adalah karunia dan pemberian dari Allah. Inilah perasaan yang ditanamkan oleh iblis kepada manusia agar manusia tersebut mengalami kehancuran seperti yang yang dialami oleh raja Firaun.

Raja Firaun adalah raja besar kaya raya dan memiliki tentara yang sangat kuat. Karena Firaun merasa diri punya segala-galanya dengan segala kehebatan yang dimiliki akhirnya dengan berani mengatakan dirinya sebagai Tuhan yang maha tinggi. Singkat cerita datanglah Nabi Musa untuk mengingatkan agar berhenti menganggap dirinya sebagai Tuhan dan berhenti pula melakukan kebiadaban-kebiadaban kepada rakyat yang tidak berdosa dari kalangan Bani Israil. Karena kesombongan yang demikian parah, Firaun sedikitpun tidak mendengar nasehat dari Nabi Musa. Pada akhirnya Allah tenggelamkan Firaun di laut merah bersama seluruh bala tentaranya.

وَٱتْرُكِ ٱلْبَحْرَ رَهْوًا ۖ إِنَّهُمْ جُندٌ مُّغْرَقُونَ

“Dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan”. (Ad Dukhan 44:24)

Kisah ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi siapapun yang ada di dunia ini. Jangan pernah kita memiliki sifat sombong, karena pada akhirnya kita akan mengalami nasib yang sama seperti Firaun la’natullah, na’udzubillahi mindzalik. Untuk dapat menghindarkan diri dari perilaku-perilaku sombong di dunia ini, maka agama memberikan tuntunan diantaranya dengan melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Dengan puasa yang kita lakukan itu akan muncullah rasa haus yang mencekik leher dan lapar melilit perut. Dan ini menjadi pelajaran penting bagi kita bahwa tidak ada yang perlu kita sombongkan di muka bumi ini. Hendaknya kita sadar bahwa dengan tidak makan atau minum dalam sehari saja kita begitu payah dan menderita.

Beruntung Allah Subhana Wataala membatasi puasa kita sampai dengan maghrib, sehingga kita bisa menyelamatkan diri dari derita haus dan lapar. Tentu bagi orang-orang yang mau mendalami dan memahami hikmah-hikmah puasa ini, akan mendapatkan suatu pembelajaran yang sangat berharga bahwa kita adalah makhluk yang lemah tidak ada yang perlu kita sombongkan di muka bumi ini. Ingatlah bahwa kita bisa berpikir itu karena kehendak Allah, kita bisa berbicara itu juga karena kehendak Allah. Bahkan kita memiliki kekayaan harta benda dan lain sebagainya itu juga kehendak Allah sebagai suatu karunia yang wajib disyukuri.

lihatlah ketika kita lahir di muka bumi ini dalam keadaan telanjang, tidak membawa selembar kainpun. Tubuh kita sangat lemah dan tidak berdaya. Kalau seandainya orang tua kita tidak peduli pada waktu itu, mungkin kita tidak akan pernah bisa hidup di dunia ini. Marilah kita menjadikan puasa ini untuk menyadarkan diri kita, jangan sampai ada perasaan sombong yang menyelinap di hati dan jangan sampai sifat sombong ini menjadi watak kepribadian yang buruk dalam kehidupan sehari-hari. Maka dengan puasa yang kita lakukan dengan tulus dan ikhlas selama sebulan ini, In sya Allah akan mampu untuk membasmi sifat-sifat kesombongan dalam diri.

Bekasi, 15 Ramadhan 1442 H/27 April 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami