NASEHAT PUASA HARI KE 9 BERPUASA MELATIH KESABARAN

Oleh : Abu Akrom

Memiliki sifat sabar adalah suatu keniscayaan dalam segala bentuk tugas/pekerjaan di dunia ini. Semakin berat tugas/pekerjaan yang kita lakukan, maka semakin besar pula tingkat kesabaran yang ada dalam diri kita. Orang yang tidak memiliki sifat sabar, tidak akan pernah sukses melakukan tugas/pekerjaan apapun, walaupun tugas/pekerjaan tersebut sangat ringan dan mudah dilakukan. Pendek kata sifat sabar itu menjadi kunci utama untuk meraih segala sesuatu yang diharapkan dalam segala bidang tugas/pekerjaan dimana saja dan kapan saja.

Dalam praktiknya banyak orang yang tidak sabar menghadapi segala keadaan yang ada. Ada orang yang diawalnya sabar, ditengah perjalanan sabarnya hilang, akhirnya menjadi gagal dan kecewa. Ada juga diawal dan ditengah perjalanan terlihat begitu sabar, tetapi menjelang detik-detik terakhir, ternyata tidak sabar, akhirnya menjadi gagal dan berantakan. Yang benar adalah hendaknya sifat sabar ini terus ditanamkan dari awal, tengah sampai akhir perjalanan menggapai sukses dan berhasil apa yang menjadi harapan dan cita-cita.

Karena demikian berat dan susahnya yang namanya sabar ini, maka mesti dilatih dan dibentuk melalui ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan. Ketika berpuasa kita mesti melatih kesabaran itu dengan menahan rasa haus dan lapar. Kita juga mesti melatihnya dengan menahan hawa nafsu untuk tidak melakukan perbuatan yang keji, ucapan yang kotor dan sikap-sikap yang tidak terpuji. Kita juga melatih kesabaran itu dengan banyak membaca Al Quran, berzikir, shalat tarawih, bersedekah dan menjaga pandangan. Bahkan kita latih kesabaran dengan niat yang tulus dan pikiran yang lurus, sehingga puasa yang kita lakukan itu benar-benar membawa berkah dalam kehidupan. Karena banyaknya kesabaran yang mesti ditunjukkan pada bulan suci Ramadhan, maka Rasulullah SAW menjadikan puasa itu separuh kesabaran.

الَصِّيَامُ نِصْفُ الصَّبْرِ / رواه الترميذى والبيهقى

“Puasa itu separuh dari sabar”. (H.R At-Tirmidzi dan Al-Baihaqi)

Dengan menelaah hadits tersebut menjadi jelas bahwa kesabaran itu tidak akan pernah sempurna diperoleh, bila seseorang tidak melaksanakan ibadah puasa. Karena dalam puasa terkumpul segala macam ujian baik ujian lahir, maupun ujian batin. Hidup ini membutuhkan pertahanan yang kuat dalam menghadapi segala macam keadaan, hanya orang-orang yang memiliki watak sabarlah yang mampu bertahan dan sukses dalam menghadapi segala bentuk tantangan. Tidak mudah berputus asa, tidak berkecil hati, tidak minder, tidak mudah menyerah dan senantiasa optimis menghadapi keadaan sesulit apapun, karena yakin Allah pasti memberikan pertolongan dan kemudahan dalam setiap masalah dan kesulitan yang menimpa. Saking pentingnya sifat sabar ini, sampai-sampai dijadikan sebagai semboyan dalam pepatah bahasa Inggris, “The key to everything is patience. You get the chicken by hatching the egg, not by smashing it.” — Arnold H. Glasow. (Kunci dari segala sesuatu adalah kesabaran. Kamu memperoleh ayam dengan mengeramkan telur, bukan dengan memecahkannya).

Jakarta, 9 Ramadhan 1442 H/21 April 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami