SANTRI MUSHALLA ALIMUDDIN NW BANGKET LAUK SIKUR BERZIARAH KE MAKAM PAHLAWAN NASIONAL TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID, PANCOR Oleh : Muhammad Azimudin, QH, S.Pd (Alumni MDQH NW Anjani)

Sekitar satu atau dua hari menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, diantara tradisi masyarakat muslim khususnya daerah Lombok menyempatkan diri saling mengunjungi untuk bermaaf-maafan dengan sesama keluarga, kerabat dan handai tolan yang masih hidup. Demikian pula tidak ketinggalan mereka datang ke makam para keluarga dan ulama’ yang dipandang sangat berjasa bagi agama, nusa dan bangsa. Diantara makam yang diziarahi adalah makam pahlawan Nasional AL-Magfurlah Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Majid Pancor, Lombok Timur NTB.

Berdasarkan pantauan media Sinar5News.com, makam Maulana Syaikh dipadati oleh peziarah yang datang silih berganti dari berbagai pelosok yang ada di wilayah Pulau Lombok khususnya. Peziarah yang datangpun bervariasi mulai dari orang tua, dewasa, mahasiswa, pelajar, santri maupun anak-anak. Diantara santri yang datang berkunjung pada hari Ahad, 11 April 2021 adalah Santri Mushalla Alimuddin NW Bangket Lauk, Sikur. Mereka datang dengan tujuan untuk mengenang jasa-jasa besar Maulana Syaikh sekaligus mendoakan dan bertabarruk (mengambil nilai barokah), karena beliau diyakini sebagai sosok ulama’ besar dan waliyullah bertaraf tingkat dunia.

Sungguh inilah momen yang sangat berkesan dan menyentuh segenap jiwa para peziarah, dimana mereka dapat berziarah ke makam ulama besar kharismatik yang sangat besar jasanya bagi agama bangsa dan negara. Oleh karena demikian besar jasa Maulana Syaikh ketika beliau masih hayat, maka Negara memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dengan menetapkan sebagai Pahlawan Nasional sesuai dengan keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/tahun 2017 tanggal 6 November 2017.

Jika kita melacak peran Maulana Syaikh di tengah-tengah umat, sungguh sangat besar andilnya membina dan mencerdaskan umat melalui organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang didirikannya. Organisasi ini bergerak dalam tiga ranah perjuangan yang utama yaitu pendidikan, sosial dan da’wah Islamiyah. Dalam bidang pendidikan Maulana Syaikh telah membangun ribuan sekolah, madrasah dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Demikian juga bidang sosial dan dakwah Islamiyah berkembang pesat di berbagai tempat, sehingga buah dari semua ini banyak kader-kader NW yang menjadi ulama, pejabat dan anggota dewan.

Walaupun sudah 23 tahun lebih Maulana Syaikh meninggalkan kita, seakan-akan beliau masih ada ditengah-tengah kita, karena begitu banyak karya dan ilmu yang ditinggalkan. Dimana-dimana kita membaca dan mendengar hizib dikumandangkan, shalawat Nahdlatain di syi’arkan, ceramah/taushiyah beliau disebar luaskan melalui media youtube dan wasiat renungan masa pengalaman baru juga dipopulerkan di media sosial. Sungguh kita beruntung menjadi bagian dari warga NWDI, NBDI dan NW yang diwariskan oleh Maulana Syaikh sebagai alat untuk berjuang menegakkan ajaran Allah dan Rasulnya. Semoga kita semua istiqomah mengikuti ajaran Maulana Syaikh yang bermazhab imam Asy Syafi’i dan beraliran ahlussunnah waljama’ah.

Lombok, 7 Ramadhan 1442 H/18 April 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami