NASEHAT PUASA HARI KE 4 PUASA SEBAGAI SARANA PENGHAPUS DOSA

Oleh : Abu Akrom

Islam adalah agama yang suci dan tidak menginginkan para pemeluknya bergelimang dengan berbagai macam dosa baik dosa kecil maupun dosa besar. Maka pintu ampunan senantiasa terbuka lebar bagi siapa saja yang mau memohon ampun seraya melakuakan amal-amal shalih untuk menutupi perbuatan dosanya dimasa lalu. Sama seperti puasa Ramadhan yang kita lakukan itu dapat menghapus segala dosa yang dilakukan selama ini.

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَا

“Shalat lima waktu. Ibadah Jum’at yang satu dengan ibadah jum’at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim [233])

Berdasarkan hadits tersebut jelas bahwa manusia dari waktu ke waktu selalu ada saja dosa yang dilakukan baik yang bersifat harian, mingguan dan tahunan. Dosa harian bisa dihapus dengan shalat lima waktu, dosa mingguan bisa dihapus dengan shalat jumat dan dosa tahunan bisa dihapus dengan puasa bulan Ramadhan. Tentu dengan catatan dosa yang akan diampuni adalah dosa-dosa kecil yang selama ini banyak dilakukan disadari atau tidak.

Berbicara dosa sekecil apapun bisa menggelapkan hati bila dilakukan secara terus menerus, maka Allah dengan kasih sayang-Nya mewajibkan kita shalat lima waktu, shalat jumat dan puasa. Semua ritual ibadah pokok ini mesti terus dilakukan sepanjang hayat, agar dosa-dosa itu rontok tidak ada yang tersisa sedikitpun, sehingga kelak di akhirat Allah mempersilahkan kita masuk ke dalam surga. Surga itu menggambarkan keindahan, kebersihan, kesucian dan kebahagiaan, tidak mungkin dimasuki oleh orang-orang yang kotor jiwanya karena dosa-dosa yang menumpuk selama hidup di dunia. Nabi kita bersabda dalam haditsnya;

اَلْاِسْلاَمُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْا فَاِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجّنَّةَ اِلاَّ نَظِيْفٌ

Artinya : ”Agama Islam itu adalah agama yang bersih atau suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang suci”. (HR. Baihaqiy)

Dengan puasa yang kita lakukan ini secara otomatis dosa-dosa yang pernah kita lakukan selama setahun akan terkikis habis dan tidak akan tersisia sedikitpun bagaikan bayi yang baru lahir, dengan catatan puasa yang kita lakukan itu atas dasar iman, penuh keikhlasan dan sesuai dengan ilmunya. Setelah kita menyadari betapa puasa itu adalah menjadi sarana terbaik untuk menghapus dosa-dosa kita, maka sesungguhnya puasa itu adalah suatu kebutuhan spiritual bukan merupakan beban yang membuat hidup kita menjadi menderita.

Bekasi, 4 Ramadhan 1442 H. /16 April 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami