Kisah Inspiratif : -16- Allah Tidak Pernah Tidur Cinta seorang Pemuda

Oleh : Harapandi Dahri

Diceritakan bahwa seorang pemuda sangat mencintai seorang gadis desanya. Pada suatu hari gadis tersebut berhajat keluar dari desa bersama seluruh keluarganya, maka pemuda itu pun turut serta. Ketika sampai pada sebuah tempat dan karena merasa keletihan akibat perjalanan telah mereka lalui, akhirnya diputuskan untuk bermalam di tempat itu, lalu antara pemuda dan gadis tersebut terlibat pembicaraan rahasia.

Pemuda; Mereka semua sudah tertidur lelap Gadis; Coba lihat ke seluruh tempat, apakah benar-benar mereka telah tertidur?
Pemuda; Mendengar ucapan gadis tersebut, dalam pikiran sang pemuda, berarti gadis yang aku cintai ini akan memberikan apa-apa yang aku inginkan dari dirinya. Lalu ia mulai berkeliling memeriksa dan mengamat-amati sekitar rombongan dan kembali ke tempat gadis dengan rasa puas dan gembira, lantas dia berkata; ”Semua orang telah tertidur”.

Gadis; Jika semua orang telah tertidur, lalu bagaimana dengan Allah?, apakah Dia tertidur, apakah Dia tidak melihat apa yang kita lakukan?, apakah Dia tidak mengetahui apa yang ada dalam bisikan hati kita?. Ketahuilah sesungguhnya Allah tidak tidur dan tidak akan pernah tertidur senantiasa melihat apa-apa yang kita lakukan sekali pun seluruh isi dunia ini tidak melihat kita.
Pemuda; Mendengar ucapan yang tidak disangka-sangka datang dari gadis yang sangat ia cintai dan apa yang diucapkannya adalah benar-benar menyadarkan diri pemuda tersebut, maka dia meninggalkan gadis yang dicintai itu karena sangat takut kepada Allah, ia bertobat dari segala keinginan yang tidak sesuai dengan ajaran Allah.

Ketika ia meninggal, seseorang telah melihat dia dalam mimpinya, dan berkata; apa yang Allah telah lakukan untukmu wahai pemuda?, pemuda itu menjawab Allah telah mengampuni seluruh dosa karena takutku kepadaNya.
Pengajaran yang dapat kita ambil dari cerita tersebut ialah;
Pertama; cinta yang sebenarnya diarahkan kepada pemilik dan pencipta cinta. Kedua; apa pun yang kita cita-cita dan inginkan tidak akan pernah sunyi dari pengetahuan Allah.

Ketiga; takut yang sesungguhnya hanya kepada Allah, bukan kepada makhluk–makhluk ciptaan Allah.
Keempat; seseorang yang benar-benar percaya kepada Allah, dia mesti merasakan pengawasannya disetiap saat, setiap tempat dan tidak ada suatu tempat pun yang sunyi dari pengawasan Allah.
Kelima; ketika kita alpa dan diingatkan oleh teman, saudara, sahabat dan bahkan orang yang tidak kita kenal sekali pun, mestilah sadar dan kembali ke jalan yang diridhai Allah.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami