KHUBAH JUMAT EDISI 16 APRIL 2021 UPAYA MERAIH DERAJAT TAQWA DENGAN BERPUASA

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالىٰ فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Kaum muslimin jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Tidak terasa saat ini kita sudah berada pada bulan suci Ramadhan yang kita tunggu-tunggu kedatangannya semenjak 11 bulan yang lalu. Tentu ini adalah nikmat yang sangat besar yang Allah berikan kepada kita, dimana banyak sekali saudara kita yang tidak dapat menikmati indahnya Ramadhan, karena mereka telah tiada meninggalkan dunia yang fana’ ini. Apalagi dengan mewabahnya virus corona setahun ini di Indonesia khususnya terdapat 42.782 orang dinyatakan meninggal dunia. Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati indahnya Ramadhan tahun ini, maka mari kita betul-betul melaksanakan ibadah puasa ini dengan sebaik-baiknya agar tercapai target yang utama yaitu memperoleh derajat taqwa disisi Allah SWT.

Puasa yang senantiasa kita laksanakan setiap tahun merupakan ibadah ritual yang diwajibkan kepada kita sebagai salah satu rukun Islam yang tidak boleh kita tinggalkan. Dalam bahasa Arab puasa disebut “ashshiyam atau ashshaum”. Bila kita melihat maknanya dalam segi bahasa “ashshiyam” artinya menahan atau mencegah. Sedangkan makna “ashshiyam” menurut syari’at Islam adalah menahan diri dari segala apapun yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar (subuh) sampai tenggelamnya matahari (magrib) disertai dengan niat, syarat dan rukun tertentu.

Bila kita melihat puasa dari segi pengamalannya adalah termasuk ibadah yang paling berat diantara ibadah-ibadah wajib lainnya. Bayangkan selama satu bulan terus menerus kita berpuasa dengan menahan rasa haus mencekik leher dan lapar melilit perut. Sungguh ini bukan hal yang mudah, membutuhkan perjuangan yang sangat melelahkan dan menguras energi yang sangat banyak. Dalam kenyataannya tidak sedikit diantara saudara kita yang mengaku muslim, tapi tidak menjalankan ibadah puasa, karena beratnya puasa itu dilaksanakan.

Hanya orang-orang yang betul-betul memiliki tingkat iman yang tinggi yang dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan maksimal. Sementara bagi orang-orang yang tingkat imannya rendah, tidak akan mungkin dapat melaksanakan ibadah puasa yang telah diwajibkan kepadanya. Iman itu ibarat baterai pada HP, jika baterai HP itu terisi penuh, maka HP itu dapat dioperasikan secara maksimal dan aplikasi apapun dapat digunakan dengan baik dan sempurna sesuai dengan fungsinya. Itulah sebabnya secara tegas Allah menyampaikan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183, bahwa kewajiban ibadah puasa itu hanya bagi orang-orang yang memiliki rasa iman di dalam hati.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Semua ibadah dalam Islam apapun bentuknya mesti dilandasi dengan nilai iman sebagai pondasi pokok demi suksesnya ibadah tersebut. Iman itu adalah suatu keyakinan didalam hati bahwa Allah telah mewajibkan kepada kita untuk beribadah selama hidup dunia, dimana dengan ibadah ini manusia akan mulia dan meraih posisi tertinggi yaitu menjadi manusia yang bertaqwa. Inilah tujuan akhir mengapa setiap manusia diwajibkan beribadah, termasuk ibadah puasa yang kita laksanakan sekarang ini. Jadi, jangan mimpi kita beroleh derajat taqwa bila ibadah kita tinggalkan selama hidup di dunia.

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, rahimakullah.

Tentu sebagai orang yang beriman sangat menginginkan puasa yang kita lakukan tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya berdampak positif bagi peningkatan kualitas taqwa disisi Allah, sehingga melahirkan pribadi yang senantiasa menghiasi diri dengan akhlak terpuji guna meraih ridha dan ampunan-Nya. Ada beberapa upaya yang kita lakukan agar puasa yang kita lakukan ini benar-benar mengantarkan kita menjadi hamba Allah yang bertaqwa yaitu:

Pertama, berpuasalah benar-benar berniat karena Allah, bukan karena yang lain. Pastikan bahwa puasa yang kita lakukan dari hari pertama sampai hari terakhir benar-benar niat kita dilandasi karena Allah semata dan jangan sampai ada niat-niat lain yang dapat merusak pahala puasa kita di akhirat nanti.

Kedua, jagalah ucapan, pandangan dan pendengaran dari hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Setiap kita berbicara, ucapkanlah perkataan baik yang mengandung ilmu, nasehat dan motivasi untuk meningkatan amal ibadah kita. Gunakan pandangan dan pendengaran untuk hal-hal yang bermanfaat untuk menunjang sempurnanya pahala puasa yang kita lakukan.

Ketiga, tetaplah semangat menjalani tugas harian, baik tugas kepada Allah (hablum minallah) atau kepada sesama manusia (hablum minannas). Walaupun kita berpuasa janganlah menjadikan suatu alasan yang menyebabkan kita bermalas-malasan melaksanakan berbagai tugas yang merupakan kewajiban bagi kita. Lihatlah Rasulullah dan para sahabat mereka tetap menunjukkan semangat yang tinggi dalam melaksankan berbagai tugas penting, bahkan perang badar yang sangat berat itu dilaksanakan dalam suasana berpuasa.

Keempat, isilah waktu luang dengan banyak tadarus Al Quran dan zikir kepada Allah. Jangan pernah membiarkan ada waktu luang berlalu begitu saja selama bulan Ramadhan ini. Isilah dengan banyak membaca Al Quran, bahkan kita programkan bisa khatam Al Quran minimal satu kali. Kemudian setelah shalat fardhu atau shalat sunnah berzikirlah sebanyak yang kita mampu dan rasakan betapa zikir yang kita baca itu menambah rasa iman dan kedekatan kita kepada Allah.

Kelima, banyaklah berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Dalam Islam berbagi itu bisa dalam bentuk zakat, infaq dan shadaqah merupakan sikap yang sangat mulia dan besar pahalanya disisi Allah. Lebih-lebih di bulan suci Ramadhan ini benar-benar kita sisihkan sebagian rizki kita untuk membantu meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang serba kekurangan. Ketahuilah bahwa menjelang datangnya kematian ketika terjadinya proses sakaratul maut, banyak orang ingin agar Allah menunda kematiannya walau hanya sebentar saja agar dapat bersedekah. Karena ternyata betapa besar manfaatnya sedekah itu untuk menyelamatkan diri dari pedihnya siksa kubur dan beratnya siksa api neraka di akhirat nanti. Na’udzubillahi min dzalik.

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al Munafiqun 63:10)

Demikianlah khutbah singkat ini bisa khatib sampaikan, semoga dapat kita amalkan demi meraih puasa yang terbaik pada tahun ini. Dan kita berdoa, semoga Allah SWT dengan kun fayakun-Nya segera mengangkat dan menghentikan wabah virus corona ini dari bumi Indonesia dan bumi lainnya di seluruh dunia, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan sempurna. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. أَمَّا بَعْدُ:

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى, إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىٰ ىيَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةًوَ سَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Jakarta, 3 Ramadhan 1442 H/15 April 2021 M

Penulis : Marolah Abu Akrom

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami