Kisah Inspiratif : Nabi Daud & Cacing Merah 1000 Kali Bertasbih dan Berselawat

Oleh : Harapandi Dahri

Diceritakan dalam kitab Mukâsyafatul Qulûb Ila Allâm Al-Ghuyûb karya Hujatul Islam Imam Al-Ghazali;”Ketika Nabi Allah Daud Alaihissalam duduk di serambi rumahnya sambil membaca Kitab Zabur, tiba-tiba mata beliau terarahkan kepada seekor binatang –cacing merah—yang sedang melata di atas tanah, lalu dalam hatinya berkata “Apa yang Allah maksudkan dengan menciptakan binatang seperti ini”.

Kemudian Nabi Allah Daud pun tersentak dengan suara yang keluar dari cacing merah tersebut. Ia berkata;”Wahai Daud!” engkau bertanya kepada Allah tentang apa tujuan Nya menciptakan diriku?, ketahuilah wahai Daud, pada siang harinya, aku diilhamkan (diperintahkan) Allah untuk membaca Subhânallah wa Al-Hamdulillâh, Wa lâilâha Ilallah wallahu Akbar sebanyak 1000 kali dan pada malam harinya saya diperintah Allah untuk membaca selawat kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam “اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد”.

Setelah Nabi Allah Daud mendengar suara cacing merah yang seolah-olah menegurnya tersebut, beliau kemudian bertaubat kepada Allah Azza Wajalla yang telah memikirkan dan mempertanyakan sesuatu yang tidak diketahuinya.
Pengajaran yang dapat diambil dari cerita tersebut antara lain ialah;
Pertama; semua ciptaan Allah memiliki tujuan dan maksud, karena itu tidak dibenarkan menghina (Al-Ihtiqâr) terhadap siapa dan apapun yang Allah telah ciptakan.

Kedua; makhluk yang terlihat hina di depan kita (manusia) mungkin ia akan sangat jauh lebih mulia disisi Allah Azza Wajalla, seperti difirmankan Allah dalam Al-Qur’an;”Terkadang apa yang kalian benci itu akan lebih mulia untukmu dan yang kalian cintai ternyata lebih buruk untukmu”.
Ketiga; seekor cacing merah pun membaca empat kalimat thayyibah yakni Subhânallah, Wal Hamdulillah, Walaa Ilaha Illallah, Wallahu Akbar, maka kita yang katanya makhluk lebih unggul dapat terkalahkan dengannya, karena itu bacalah kalimat-kalimat tersebut melebihi apa yang telah dilakukan oleh cacing-cacing merah.
Keempat; bacaan salawat kepada Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, telah dilakukan jauh sebelum Nabi kita lahir, karena itu, kita yang mengaku umat Nabi Muhammad mesti membaca selawat untuk beliau karena kethauilah bahwa orang yang terdekat di sisi Rasulullah adalah mereka-mereka yang lebih banyak selawatnya. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami