Dokumen “Kesepakatan Bersama” By Badri HS QH

 

Masih tergiang dalam ingatan kita
TGB – RTGB”Kesepakatan Bersama”
Berlangsung lancar penuh suasana
Dg kekeluargaan, m’gikhlaskannya

Saling memaafkan antara sesama
Atas nama masing masingجماعةnya
Pernyataan”Kesepakatan Bersama”
TGB KH.Zainul Majdi-RTGB Al Tsani

Dokumen “Kesepakatan Bersama” Antara dua tokoh central zuriat مولانا
Ksepakatan tak mungkin ada dusta
Disasikan olh para tokoh terkmuka

Kesepakatan telah di tandatangani
Masih ada suara yg tak menyetujui
Suara mengarah utk menjelek jeleki
Seakan tak ikhkas mnerima kudrati

Nota kesepahaman itu paling tinggi
Mengalahkan saling bernafsi – nafsi
Pemerintah telah rela ikhlaskan hati
Agar perjuangan Maulana tak henti

Pemilihan & pemakaian diksi dusta
Di sini untuk/bisa “mewakili” semua
Tak m’cemarkan nama baik kedua
Saling menghormati antar sesama

Sbh jalinan “Kesepakatan Bersama”
Berlaku dua PB, jadi kwajiban smua
Murid, abituren, simpatisan, pecinta
Termasuk jamaah yg mencintai mrk

Menghentikan semua kecurigaan
Melempar narasi tidak ada كمصلحتن
Kita tak sedang perang ato mensiat
Tapi sedang ber-“fastabiqulkhairat”

Sebagai makmun setia, kita “terikat”
Oleh perjanjian kedua yg mengikat
Imam dan guru besar, cucunya مولانا
Tak ada pihak yg mengomporinya

Mestinya tak ada diksi m’yudutkan
Karna sudah ada sbh kesepakatan
Yang tak mungkin tu’ dimuntahkan
Berpastabiqulkhaerat tuk kemajuan

Padahal, dalam kaca mata agama
Tentu sdah paham di buat guru kita
Selain menjadi ikatan antar sesama
Berarti ia berjanji dengan Allah swt

Di medsos masih melepar narasi
Tak menghendaki saling mencintai
Nyalakan kompor lalu mrka kipasi
Akhirnya meledak saling menyakiti
Jakarta, 10 April 2021

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami