BERUNTUNGNYA WARGA KAMPUNG PULO PUTER MEMBACA HIZIB NAHDLATUL WATHAN

Membaca hizib Nahdlatul Wathan bagi kalangan nahdhiyyin (orang-orang yang cinta dan setia kepada NWDI, NBDI dan NW) adalah suatu keniscayaan yang mendatangkan banyak manfaat bagi ketentraman jiwa dan keamanan bangsa dan Negara. Karena sesuai dengan namanya hizib atinya kumpulan doa untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa Negara secara lebih luas. Hal ini sesuai dengan instruksi penyusunnya dalam wasiat renungan masa pengalaman baru yaitu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid untuk menyebar luaskan hizib NW ini hingga merata keseluruh pelosok nusantara.

Dengan wasiat tersebut, maka seluruh warga dan pecinta NWDI, NBDI dan NW dimanapun akan selalu mengajak masyarakat sekitar untuk membaca hizib secara rutin. Tidak ketinggalan warga NW yang ada di Jabodetabek terus menyebar luaskan hizib ke berbagai tempat yang sudah disepakati. Belum lama ini tepatnya hari Selasa, 23 Maret 2021 ba’da magrib, Majlis Ta’lim Al Amin NW Kampung Pulo Puter RT 007/002, Desa Srimahi, Tambun Utara, Kab. Bekasi mengadakan kegiatan pembacaan hizib akbar dan silaturrahim alumni dan jama’ah NW yang ada di wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan pantauan media Sinar5News.com ratusan alumni dan jamaah NW hadir memenuhi Majlis Ta’lim Al Amin NW Pulo Puter. Tidak ketinggalan hadir ulama’ dan tokoh-tokoh NW dari Jakarta seperti Drs. KH. Muhammad Suhaidi,SQ (Pimpinan Ponpes NW Jakarta, TGH. Muslihan Habib, MA (Ketua Umum PW NW DKI Jakarta), Drs. Badri HS, QH, M.Pd (Sekretaris NW DKI Jakarta). Hadir juga para asatidz dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Muhammad Adli (alumni Ponpes NW Jakarta) selaku ketua panitia sangat bersyukur dan senang dengan kegiatan pembacaan hizib akbar ini. Apalagi dengan kehadiran para ulama dan tokoh NW dari Jakarta membuat acara ini memiliki kesan tersendiri yang besar arti dan manfaatnya untuk peningkatan kualitas spiritual keimanan bagi masyarakat Pulo Puter khususnya.

Setelah sambutan dari ketua panitia, dua tokoh dan ulama’ NW dari Jakarta menyampaikan mau’izhah hasanan (pembelajaran dan nasehat agama yang baik) untuk pencerahan hati dan penjernihan akal. Tokoh dan ulama pertama disampaikan oleh TGH. Muslihan Habib, MA (Ketua Umum Pengurus Wilayah NW DKI Jakarta). Beliau menyampaikan bahwa pembacaan hizib dan syafa’atul kubro merupakan dua tradisi yang senantiasa aktif dilakukan oleh warga Nahdlatul Wathan yang beraliran ahlus sunnah waljama’ah (ASWAJA) yang lurus, moderat dan menampilkan Islam yang berwajah rahmatal lil’aalamiin (menebarkan nilai kasih sayang bagi alam semesta).

Lebih lanjut TGH. Muslihan Habib menjelaskan makna syafa’atul kubra secara sederhana dan mudah dimengerti. Kalau dilihat makna secara bahasa “syafa’at artinya bantuan/pertolongan, sedangkan “al kubra” artinya besar. Tentu bantuan yang dimaksud disini bukan dalam bentuk materi, tetapi yang bersifat bacaan suci seperti zikir, tahlil dan doa. Semua bacaan itu dikirimkan pahalanya untuk orang-orang yang sudah meninggal dunia seperti orang tua, para-ulama’, guru-guru dan saudara-saudara kita sesama muslim yang sudah mendahului. Semua bacaan tersebut bernilai “al kubra”, karena besarnya manfaat dan pahala yang didapat bagi mereka yang sudah meninggal dunia. Diantara manfaat yang sangat besar adalah agar Allah mengampuni seluruh dosa almarhum dan almarhumah, karena hakekatnya semua manusia pasti pernah berbuat dosa selama hidup di dunia.

Imam Fakhruddin Ar Razi seorang ahli tafsir dalam kitab tafsir Al Kabir memberikan tiga makna syafa’at. Pertama al istigfar yaitu memintakan ampunan Allah kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia. Kedua istirham yaitu memintakan belas kasih sayang Allah kepada mereka yang sudah meninggal dunia agar terhindar dari azab kubur dan dimasukkan kedalam surga. Ketiga addu’a yaitu mendoakan mereka yang sudah meninggal dunia agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan menyelamatkan mereka dari adzab neraka.

Mau’izhah hasanah yang kedua disampaikan oleh Drs. KH. Muhammad Suhaidi, SQ. Dalam mau’izhanya beliau menyampaikan keistimewaan mengamalkan hizib Nadhlatul Wathan diantarnya ketika kita membaca hizib selama satu jam dan diletakkan air dalam botol/wadah di depan kita, maka air itu akan berisi energi doa yang sangat dahsyat berasal dari hizib tersebut. Maka air tersebut sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit yang dialami oleh manusia. Ini berdasarkan pengalaman beliau mengobati banyak orang yang datang untuk berobat. Dengan izin Allah mereka yang sakit banyak yang sembuh, diantaranya ada seorang ibu yang terkena sakit berat dan sudah berobat keliling dunia, maka dengan berkat air hizib Alhamdulillah ibu tersebut sembuh. Semua pengobatan menggunakan air mineral dalam botol yang sudah dibacakan hizib oleh para santri di Pondok Pesantren NW Jakarta.

Selanjutnya beliau berpesan agar terus semangat dalam membaca hizib. Memang terlihat panjang, tetapi bila dibandingkan dengan menonton sinetron yang durasi waktunya berjam-jam, tentu membaca hizib itu tidaklah terlalu panjang. Beliau mengingatkan agar setiap air yang dibacakan hizib itu agar dibawa pulang dan diminumkan kepada keluarga baik yang sehat atau yang sakit. Sebelum diminum bacakan dulu bismillahirrahmanirrahim sebanyak 7 kali. Semoga dengan kebarokahan air hizib itu Allah SWT memberikan pertolongan dan kebaikan bagi kemaslahatan hidup kita. Di akhir mau’izhahnya beliau menyampaikan wasiat Maulana Syaikh yang sangat terkenal dalam wasiat renungan masa pengalaman baru agar kita selalu membaca hizib secara merata di seluruh nusantara;

Syi’arkan hizib sampai merata
Agar banyak pendo’a kita
Mendo’a Negara, Nusa dan Bangsa
Mendo’a Islam se Nusantara

Semoga untaian syair indah dari Maulana Syaikh tersebut dapat memotivasi kita untuk menyebar luaskan hizib ke seluruh pelosok yang ada di Indonesia tercinta. Aamiin (Amr)

Bekasi, 26 Sya’ban 1442 H/9 April 2021 M

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami