Unggul Tipis pada MUSCAB XXIV, Muhammad Lukmanul Hakim Nahkodai HIMMAH NW Cabang Mataram

Persaingan ketat dalam Musyawarah Cabang (MUSCAB) Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NW) Kota Mataram yang berlangsung alot selama empat hari (3 – 6 April 2021) akhirnya menghasilkan nahkoda baru untuk periode 2021-2022.

Sejak awal, sebelum pembukaan sudah terpampang foto 6 orang kandidat. Dari 6 orang kandidat tersebut, dua orang lolos sebagai calon dan putaran berjalan normal satu putaran. “Secara mekanisme hanya berlangsung satu putaran,” ungkap Mujahidul Asyari.

Namun yang menarik dari pertarungan dua kandidat yaitu Muhammad Lukmanul Hakim dan Muhammad Ahlunnazori adalah ketegangan tampak pada raut muka seluruh peserta sidang. Puncak ketegangan terjadi ketika selisih suara antara kedua kandidat yang hanya satu suara dan menyisakan satu suara penentu yang belum dibuka yaitu 10 suara untuk Muhammad Lukmanul Hakim dan 9 suara untuk Muhammad Ahlunnazori dari total 20 suara.

“Semua peserta sidang sangat tegang karena antara drow, suaranya mengarah  Lukman (nama panggilan) atau Nazori (nama panggilan) namun akhirnya kemenangan jatuh di tangan Lukman,” lanjut Ari, panggilan akrabnya.

Ketua demisioner Rasman Takwa mengungkapkan bahwa dirinya dan jajaran kepengurusan hingga acara berakhir telah mempersiapkan diri untuk bertanggung jawab mengawal berjalannnya proses demokrasi hingga sukses mengantarkan MUSCAB dalam menemukan kader pilihan untuk menggantikan dirinya dan melanjutkan tongkat kepemimpinan.

“Bagaimanapun bentuk dinamika dalam proses persidangan di bawah tanggung jawab kami selaku pimpinan,” ungkapnya.

Rasman, panggilan akrabnya dalam sambutan sesi penutupan MUSCAB mengungkapkan bahwa kedua calon adalah sama-sama baik namun proses demokrasi tentu membutuhkan satu orang yang harus terpilih, kemudian menutup dengan quote. “Dunia dipenuhi oleh orang-orang baik, dan kalau kalian tidak menemukan orang baik maka jadilah orang baik itu.”

Sementara itu, Muhammad Lukmanul Hakim dalam orasi ketua terpilih mengatakan bahwa satu tahun mengiringi perjuangan ketua cabang demisioner  Rasman Takwa sebagai sekretaris mengajarkan banyak hal kepada dirinya.

“Menjadi sekretaris umum di bawah bimbingan dan arahan ketua umum demisioner mengajarkan banyak hal kepada saya dan itu bekal dalam melanjutkan proses kaderisasi di tubuh HIMMAH NW Kota Mataram,” ungkapnya.

Laki-laki yang akrab dipanggil Lukman ini juga menegaskan bahwa ke depan ia bersama jajaran akan memperbaiki apa yang kurang dan melanjutkan apa yang baik dari periode sebelumnya.

“Setiap periode kepemimpinan pasti ada kurang lebihnya, maka saya akan melengkapi apa yang kurang dan melanjutkan apa yang baik. Namun saya tidak akan mungkin mampu berbuat apa-apa jika tanpa bantuan dan dukungan kanda atau yunda,” tegasnya.

Di lain pihak, Zamroni, S.Pd dalam sambutannya mewakili ketua Pimpinan Wilayah (PW) Himmah NW NTB untuk menutup acara MUSCAB mengungkapkan bahwa kader hari ini lahir dari kepemimpinan periode sebelumnya dan tugas pimpinan di bawah ketua formatur adalah merangkul dan merawat mereka.

“Lihatlah kader-kader hebat yang ada di depan ini, mereka yang hebat-hebat ini telah dilahirkan oleh ketua demisioner dan jajaran, maka tugas ketua formatur selanjutnya adalah merangkul, mengayomi, dan merawat para kader ini sebagai keluarga dalam bingkai kasih sayang. Jangan sampai disia-siakan,” pungkasnya. (Hul)

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami