Pembukaan Muscab NWDI kecamatan Suralaga, Syamsul Lutfi : Kita Sudahi Konflik Yang Berkesudahan

Musyawarah cabang Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyyah (NWDI) kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur berlangsung di Mts Sakinatul Walidain NWDI Boroq Gerung pada Minggu, 28 Maret 2021. Adapun yang hadir dalam acara ini adalah camat Suralaga, sekertaris dewan (sekwan) DPRD Kabupaten Lombok Timur serta para pengurus Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyyah kecamatan Suralaga. Hadir pula Pimpinan Daerah NWDI kabupaten Lombok Timur HM Syamsul Lutfi.

Dalam sambutannya sebagai pejabat yang mewakili,Camat Suralaga Ir. Agus Masrihadi mengungkapkan ungkapan terimakasihnya kepada organisasi NWDI.

“Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh NWDI sampai saat ini masih kami rasakan.”

Ia menambahkan, “persoalan kemasyarakatan dan pembangunan masih banyak yang perlu kita benahi untuk kedepannya. Angka pernikahan dini dan kematian bayi yang ada di kecamatan Suralaga masih tinggi. Perlu kiranya kita bersinergi.”

“Menjelang bulan Ramadhan ini semoga kita bisa meningkatkan iman dan taqwa kita,” pungkasnya.

Diwaktu yang bersamaan, PD NWDI kabupaten Lombok Timur Haji Muhammad Syamsul Lutfi dalam sambutannya mengungkapkan tujuan didirikannya NW oleh Maulana Syaikh.

“Nahdlatul Wathan didirikan untuk membantu negara. Sebagaimana namanya sendiri yang bermakna pergerakan tanah air.”

HMSL akrabnya, juga menegaskan bahwa “Tidak ada yang namanya perpecahan dalam Nahdlatul Wathan, yang ada hanyalah dualisme kepengurusan. Dan dalam aturan negara tidak boleh adanya dualisme kepengurusan. Berdirinya NWDI adalah salah satu bentuk penghormatan kita terhadap pemerintah. Solusi yang ditawarkan pemerintah adalah solusi yang sangat cerdas. Pendirian NWDI bukan berarti menghapus kultur NW, tidak ada yang berubah dan dikurangi. Apa yang ada sejak zaman almagfurullah Maulana Syaikh itu tetap kita jaga dan rawat,” tegas anggota DPR RI fraksi Nasdem tersebut.

HMSL selaku PD NWDI Lotim juga mengungkapkan dampak dari dualisme yang berkepanjangan tersebut.

“Akibat dualisme, kita terlalu sibuk saling sindir satu dengan yang lain. Ini yang kadang – kadang merusak sendi-sendi kehidupan kita. NW dan NWDI harus seiring sejalan. Kita tidak membicarakan masa lalu, karena itu akan menghambat kemajuan kita bersama. Ajaran kita sama, ini hanya untuk mensiasati aturan pemerintah. Baik NW maupun NWDI akan sama sama mencapai kemajuan.

“Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan. Salah jika hanya organisasi yang menjadi tujuan. Tujuan kita adalah kebermanfaatan yang merata,” tutupnya.

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami