Cita-cita Tertinggi seorang Muslim

رَبِّ قَدْ اٰتَيْتَنِيْ مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِيْ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِۚ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنْتَ وَلِيّٖ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۚ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ

“Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang shalih.” (QS. Yusuf: 101)

Tatkala Nabi Yusuf As. Memperoleh kekuasaan, mampu menta’bir mimpi, dikumpulkan kembali bersama keluarganya, memperoleh kedudukan yang prestisius di Mesir, sehingga orang-orang menilai bahwa beliau sudah mencapai puncak cita-citanya. Namun ternyata tidak. Harapan tertinggi beliau adalah lantunan doa beliau, “wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang shalih.”

Pucuk harapan itu adalah obsesi tertinggi orang yang berakal disertai ketundukan dan kepasrahan paripurna, Engkaulah Pelindungku dunia akhirat. Perkara penghabisan adalah perkara besar. Ia adalah konklusi amal dan akumulasi hari-hari yang kita lalui. Dengannya akan diketahui kemana muara kehidupan di alam keabadian dan seperti apa balasan yang akan diterima. Sebab, bukan perkara gampang wafat dalam keadaan Muslim dan berkumpul bersama para shalihin.

Banyak orang yang melampaui target kehidupan duniawinya, namun di akhirat tidak memperoleh apapun: …Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.” )QS. Al Baqarah: 200)

Ada pula yang berhasil memperoleh jabatan tinggi, istri cantik molek, rumah, bahkan istana yang luas, namun meninggal dalam keadaan tidak beriman. Ada pula yang memperoleh ketenaran, dan kemasyhuran, sehingga memiliki banyak follower, namun keterkenalan dan pengikut yang banyak itu tidak menjamin dirinya bisa selamat di akhirat.

Bila seseorang meninggal dalam keadaan tidak berislam, maka harta, tahta, pengikut setia, dan symbol kebesaran dunia itu tidak bisa mengangkat dan menyelamatkannya. Kemuliaan dunia itu tidak bisa menjaganya. Kekuasaan dan bawahannya tidak mampu membelanya. Tidak pula kerabat yang bisa mensyafaatinya.

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka, (dan) mereka kekal di dalamnya.” (QS. Ali Imran: 116)

Itulah mengapa Nabi Yusuf As mengajarkan kita bahwa puncak harapan itu adalah menutup mata dan meninggalkan dunia ini dalam keadaan Muslim dan kelak dihimpun bersama para pendahulu kita yang shalih. Ini adalah cita-cita terbesar dan kebahagiaan yang hakiki lagi abadi. Jika seorang Nabi dan Rasul seperti Nabi Yusuf As saja senantiasa melantunkan doa pamungkas ini, maka lebih sepantasnya kita sebagai manusia biasa membiasakan diri berdoa dengan doa beliau. Berharap seperti harapan beliau.

Pelajan lain dari ayat di atas, mengutip dari Tafsir As- Sa’di adalah disyariatkan berdoa dan bertawasul dengana nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Disyariatkan menjauh dari dunia dan membencinya setelah memperolehnya. Keutamaan rindu kepada Allah dan ingin bertemu dengan para teman yang shalih di kerajaan yang tinggi (surga). Bolehnya meminta kematian, selama bukan karena beban masalah atau bosan beribadah atau ingin istirahat dari dunia. Menjadi boleh apabila disebabkan karena rindu kepada Allah dan ingin bertemu dengan orang-orang shalih, sebagai bentuk menjauhi dunia dan rindu akan akhirat, negeri keselamatan.

Bapak Maulanasyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid mengutip impian dan cita-cita Muslim tertinggi dalam Hizib Nahdlatul Wathan. Beliau menukil
Bait-bait lantunan Syaikh Habibullah al-Syanqity

يَارَبّــــنَا نَسْــــــــــأَ لُكَ الشَّـــهَادَةْ * وَجَنَّتَ الْفِـــــــــرْدَوْسِ وَالـــــزِّيَادَة

Tuhan !! kami mohon pada-Mu, mati sebagai syahid dan syurga firdaus * Serta menatap wajah suci dan kudus

فَلْتُعْــــــــــطِنَاذَاكَ مَـــــعَ الْإِفَــادَةْ * فِيْ هٰذِهِ الدَّارِبِخَــــرْقِ الْــــــــــعَادَةْ

Juga, berilah kami daya dan guna, berbeda * di atas biasa rata-rata manusia

وَكُلَّ مَانَـــــرْجُـــــــــوْهُ مِنْ إِفَادَةْ * وَنِـــعَمَةٍ مَــــــــعْ لَـذَّةِ الْعِــــــــــبَادَةْ

Dan (berilah kami) segala hikmat dan nikmat yang kami damba * Serta nikmat ibadah yang utama

وَالْخَــتْـــمَ بِالْإِيْــــمَانِ وَالسَّــعَادَةْ * جِوَارَمَنْ اَعْطَيْتَــــــهُ السِّــــــــــيَادَةْ

Tuhan !! Tutuplah usia kami dalam iman, dan beri kami kebahagiaan * Bersama yang Engkau beri kemuliaan (kekuasaan dan ketauladanan)

مُحَمَّدٍذِى الطَّلْعَــــــةِ الْـــــــوَقَّـادَةْ * بِالنُّــوْرِوَلْأٰلِ الْكِــــــــرَام الْــــــقَادَةْ

Yaitu Nabi Muhammad pemandang cemerlang laksana sinar * dan keluarganya yang mulia dan penuntun di jalan benar

صَلّٰى عَلَيْــــهِ اللهُ مَـــنْ أَفَــــــادَةْ * بِــــــــعِزِّالْإِسْــــــــرَاءِمَـــتَى أَرَادَةْ

Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada penerima rahasia * dan hikmat keagungan Isra’ atas kuasa dan kehendak-Nya.

Lantunan bait-bait doa ini menghimpun puncak harapan seorang Muslim. Bila mana nanti segalanya tergadai atas tingkah laku kita di dunia. Yang ada hanya belas kasih ampunan dan ridha Alloh Swt.

*Habib Ziadi Thohir, M.Pd
Pengasuh Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya
Lajnah Dakwah PDNW Lombok Tengah
Ketua Sinar 5 Care Lombok Tengah
Ketua Masyarakat Cinta Masjid Lombok Tengah

LAINNYA

- Advertisment -

Khutbah
Khutbah Terbaru & Terlengkap

Terpopuler

#1

#2

#3

#4

#5

Kolom
Kirim Tulisan Anda Ke Kami